Selamat Datang di EXPOSE PACITAN dan Perbaharui Informasi Terbaru Untuk Anda di Sini, Terima Kasih Telah Berkunjung Semoga Bermanfaat

Jumat, 27 April 2012

6 Alasan Tinggalkan BlackBerry


Sejak memutuskan tidak lagi menggunakan perangkat BlackBerry, saya banyak ditanya teman dekat mengenai keputusan itu. Mereka seolah-olah terpukau.
"Emang lo bisa nggak pakai BB? Yakin?"
Pertanyaan di atas bukan tanpa sebab. Penduduk kelas menengah ke atas Indonesia, khususnya Jakarta memang mayoritas menggunakan BlackBerry sebagai telepon seluler utama mereka dalam berkomunikasi satu sama lain.
Tidak lagi menggunakan BlackBerry seakan meninggalkan sebuah saluran tempat kita terhubung dengan hampir seluruh orang di lingkungan terdekat.
Namun toh setelah dua bulan tidak lagi menggunakan BlackBerry, saya masih hidup normal. Semuanya baik-baik saja.
Mengapa saya mengucapkan selamat tinggal BlackBerry? Berikut alasannya.
1) Jaringan sering bermasalah Dua tahun lebih saya menggunakan BlackBerry sebagai perangkat utama, dua tahun pula saya harus berurusan dengan jaringan BlackBerry yang sering kali bermasalah. Entah siapa yang salah — operator lokal atau jaringan BlackBerry — komunikasi melalui BlackBerry Messenger kerap tersendat.
Akibatnya, pesan yang saya kirim lambat sampainya, mengakses Internet pun susah bukan main. Email? Sering tidak masuk.
Padahal sebagai pengguna BlackBerry, koneksi Internet adalah tumpuan utama komunikasi. Tanpa Internet, apa gunanya saya pakai BB? Hampir tidak ada.
2) Ketergantungan pada BBM Saking banyaknya BlackBerry digunakan, BlackBerry Messenger (BBM) menjadi alat komunikasi utama, menggantikan telepon. Alasannya mudah saja, BBM jauh lebih mudah dan murah dibanding telepon.
Banyak orang menganggap nomor telepon adalah perihal pribadi, namun tidak PIN BBM. Mereka lebih nyaman membagikan PIN BBM daripada memberikan nomor telepon.
Padahal BBM ternyata bukan tanpa cacat. Seperti saya sebutkan di poin satu, BBM juga sering mengalami masalah. Pengiriman pesan di BBM sering mengalami keterlambatan (pending messages) yang membuat gusar, apalagi jika dalam keadaan darurat.
3) Semua benci Broadcast Message Pernahkah Anda menerima BM berisikan "Test Contact, pls ignore.", atau "Teruskan pesan ini jika tidak kamu akan melarat seumur hidup", atau "Add temen aku yah, Joni, 21, ganteng!"?
Entah teknologi yang terlalu canggih, atau masyarakat Indonesia yang terlalu, ehm, kreatif. Fitur Broadcast Message yang memungkinkan Anda mengirim pesan ke seluruh kontak, sering disalahgunakan.
Bagi beberapa orang, mungkin hal semacam ini lucu, tapi saya tidak. Bayangkan bila 10 orang senantiasa terus-menerus mengirim pesan semacam ini setiap hari. Tidakkah kamu merasa terganggu?
Ada yang bilang, smartphone harus dimiliki oleh smart user (pengguna pintar). Namun sayangnya, untuk membeli smartphone orang tidak perlu ikut ujian terlebih dahulu.
4) Spesifikasi perangkat terbatas Masalah klasik BlackBerry adalah spesifikasi mesinnya yang terbatas. Untuk informasi, seluruh aplikasi di BlackBerry akan disimpan di dalam memori internal, bukan eksternal alias kartu memori.
Bayangkan sebuah mesin yang harus bekerja keras menjalankan begitu banyak aplikasi, namun hanya diberikan kapasitas otak kecil. Tak heran perangkat BlackBerry sering hang, dan kadang terasa panas.
Solusinya adalah mengutak-atik sistem operasi bawaan BlackBerry — dengan mematikan banyak fungsi dan sistem yang sebenarnya tidak dibutuhkan seperti pilihan bahasa, ringtone, dan software bawaan. Teknik yang lebih dikenal dengan nama “shrink OS” ini tidak mudah dilakukan sendiri. Salah-salah BlackBerry kamu bisa mati total.
5) Minim inovasi Entah karena inovasi dari RIM yang kurang, atau memang kebutuhan pengguna yang tidak meningkat, BlackBerry jarang sekali melakukan inovasi signifikan pada setiap perangkat barunya.
Berbeda dengan kompetitor, RIM seakan sadar betul bahwa tanpa perlu menambah kamera menjadi 10MP, atau kapasitas memori jadi 2GB, pengguna mereka akan tetap setia.
Konsumen BlackBerry umumnya membeli BlackBerry jenis terbaru hanya karena faktor gaya saja. Jarang yang membeli BlackBerry karena prosesornya lebih canggih, atau kameranya lebih bagus, atau OS-nya baru (malah sangat sedikit di antara mereka yang tahu bedanya OS BlackBerry).
6) Fungsinya bisa didapat di ponsel lain BlackBerry bukan satu-satunya telepon seluler di dunia ini. Bahkan, BlackBerry bukan satu-satunya ponsel pintar. Hampir seluruh fungsi yang dijalankan BlackBerry dapat dijalankan juga di ponsel pintar lain.
Telepon, SMS, email, jejaring sosial, kamera, merekam video, hingga mengedit foto bahkan bisa diproses dengan lebih baik di ponsel pintar lainnya. Sebut saja iPhone yang dapat mengambil foto dengan kualitas lebih tinggi. Dan Samsung Galaxy yang memiliki prosesor dengan kapasitas proses jauh di atas BlackBerry.
Salah satu fitur populer BlackBerry, BBM pun bukan tanpa kompetitor. Di saat RIM masih bergelut dengan lambatnya koneksi lokal, beberapa layanan di luar BBM semakin berkembang. Sebut saja Line, WhatsApp, Skype, KakaoTalk, hingga Yahoo! Messenger.
Itulah beberapa alasan saya meninggalkan BlackBerry. Kamu punya pendapat lain? Atau kamu justru berpendapat bahwa menggunakan BlackBerry adalah solusi yang tepat? Saya tunggu pendapat kamu di kolom komentar :D
Source : yahoo.co.id

Justin Bieber Sebut Indonesia Sebagai Negeri Antah Berantah

"Saat itu aku berada di negeri antah-berantah," ujar Justin, kemudian dilanjutkan oleh sang manajer, "Indonesia".

Seperti diberitakan Daily Mirror, ada beberapa karya Bieber yang direkam di salah satu studio musik di Indonesia. Rekaman itu dilakukan saat dirinya tengah konser di sini pada April 2011.

Ucapan Justin Bieber tentang Indonesia itu dilakukannya saat penyanyi asal Kanada ini sedang mempromosikan album barunya 'Believe' di Inggris. Dia menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan pembawa acara pencarian bakat "The Voice" Reggie Yates seputar proses pembuatan karya barunya.

"Di sana (Indonesia) aku rekaman di sebuah studio," pelantun lagu "Baby" itu melanjutkan, "Tempatnya kecil. Mereka bahkan tidak mengerti apa yang mereka lakukan."

Saat pembawa acara "The Voice" ingin menutup sesi dengan Justin Bieber, tingkah pacar Selena Gomez ini semakin menjadi. Dia secara frontal menyinggung aksen berbicara orang Inggris.

"Kata 'think' itu menggunakan 'th', bukan 'f'," ujar Justin ke pembawa acara "The Voice" Reggie Yates.



Source : yahoo.co.id

Selasa, 24 April 2012

Frendi Setiawan Pradikdo 4


Frendi Setiawan Pradikdo 3


Frendi Setiawan Pradikdo 2


Frendi Setiawan Pradikdo 1


Wabup: Waspadai Modus Penyalahgunaan Narkoba



 
Penyalahgunaan Narkoba selama ini menjadi permasalahan yang komplek yang harus segera ditangani. Tanggung jawab tersebut bukan hanya menjadi ranah aparat penegak hukum saja, namun juga menuntut peran serta masyarakat
Demikian dikatakan Wakil Bupati Pacitan Prayitno yang juga ketua BNK Pacitan dalam acara sosialisasi pencegahan, pemberantasan dan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba (P4GN) Selasa, (24/4). Lebih lanjut Wabup Prayitno mengungkapkan, kasus-kasus yang tertangani saat ini merupakan fenomena gunung es, dibawah permukaan jauh lebih besar dari yang nampak di permukaan.

Apalagi, kabupaten Pacitan adalah salah satu daerah tujuan wisata sehingga potensial terjadinya penyalahgunaan narkoba. Yang lebih membahayakan lagi adalah perkembangan jaringan atau sindikat penyalahgunaan narkoba yang dikemas dengan rapi dan berbagai modus internasional. Semisal, narkoba dikemas dalam paket buah-buahan atau dibawah sepatu sehingga sulit dideteksi. Ada juga narkoba yang ditelan dalam bentuk kapsul, dimasukkan ke permen serta dikemas dalam bentuk dan modus lain.

Menyikapi hal tersebut, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Pacitan mengambil langkah strategis diantaranya, menerbitkan SK Bupati untuk penanggulangan narkoba sebagai payung hukum.Melakukan sosialisasi ke sekolah melalaui program tilik siswa tangkal narkoba atau melalaui siaran radio.Sebagai langkah kongkrit BNK secara berkala juga melakukan tes urin kepada pelajar yang dilakukan bergiliran. Melalui upaya tersebut diharapkan deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkoba dapat diketahui dan ditangani. (Riz)

Source : pacitankab.go.id

Kepala Desa Babinkamtibmas Dan Babinsa Harus Sinergi


 
Deteksi dini terhadap potensi gangguan, baik keamanan, ketertiban maupun bencana alam, sangat dibutuhkan untuk meminimalisir gejolak yang lebih besar. Hal tersebut sangat penting, mengingat fakta yang muncul di permukaan belum tentu sama dengan kondisi sebenarnya
Demikian penegasan Kapolres Pacitan AKBP M Agung Budijono dihadapan peserta rakor Tim Deteksi dini (Senin 23/4) kemarin. Menurut perwira polisi dengan dua melati di pundak itu, mengenali setiap permasalahan yang terjadi merupakan keharusan sebagai bentuk tindakaan antispatif. Karena ibarat fenomena gunung es, kondisi permukaan dan sebenarnya bisa jadi berbeda.

Untuk itu dalam menyikapi apapun persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, harus ada koordinasi yang jelas. Bukan hanya menjadi tanggung jawab polisi atau TNi namun juga para pemangku wilayah seperti camat, kepala desa hingga ketua RT. Bahkan, khusus untuk kepala desa, Kapolres minta agar lebih intensif bekerjasama dengan Babinkamtibmas maupun Babinsa. Sinergi diantara ketiganya akan sangat membantu melakukan deteksi dini terhadap setiap gejolak yang muncul . Ini karena, ketiganya adalah ujung tombak yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Sementara itu Kepala Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpollinmas) Pacitan Isya Anshori mengatakan, secara umum memang kabupaten Pacitan cenderung aman dan kondusif. Kalaupun ada kejadian seperti aksi demonstrasi ditahun 2011 lalu tidak sampai berujung tindakan anarkis. Namun demikian Isya berharap kewaspadaan dari semua pihak untuk menjaga kabupaten berjuluk Seribu Satu Goa ini tetap aman dan terkendali. Terlebih kemungkinan munculnya kelompok-kelompok atau organisasi kemasyarakatan tertentu yang berpotensi mengganggu NKRI.

Rapat koordinasi Tim Deteksi Dini ini merupakan pertemuan antara pemangku wilayah untuk menyatukan persepsi sekaligus antisipasi munculnya setiap indikasi yang berujung pada gangguan kamtibmas. Peserta terdiri dari Muspida, kapolsek, Danramil serta Camat se kabupaten Pacitan.(Riz)

Source : pacitankab.go.id

Ketua DPD KNPI Jatim M Rizal : Redam Konflik Kepemudaan Dengan Kegiatan Positif



 
Keberadaan organisasi diharapkan mampu menjadi wadah dalam upaya mencegah munculnya konflik. Pernyataan itu dikemukakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI Jatim M Rizal usai acara pelantikan pengurus KNPI  cabang Pacitan, di pendopo kabupaten, Senin (23/4)
Merebaknya konflik horisontal yang melibatkan para pemuda akhir-akhir ini membuat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Timur (Jatim) prihatin. M Rizal menilai , konflik diantara kaum muda anak bangsa itu muncul karena berbagai masalah sosial yang hingga kini belum terselesaikan.

Menurut Rizal,  keberadaan kelompok-kelompok pemuda sebenarnya tidak akan menjadi sebuah permasalahan jika didasari tujuan yang jelas. Misalnya, untuk menyalurkan hobi dan lain sebagainya. Namun karena muncul tindakan menyimpang dari salah satu anggota kelompok, akhirnya muncul konflik.

Untuk menyelesaikanya tandas Rizal jangan hanya dibebankan pada kelompok-kelompok tersebut. Namun harus ada  kajian lagi menyangkut masalah-masalah lain yang menjadi pemicu munculnya tindakan melanggar hukum tersebut. Salah satunya adalah permasalahan sosial yang hingga sekarang belum teratasi. Sementara  pada sisi lain para pemuda ini masih cenderung berpikir instan .

Untuk menghindari konflik  terus berlarut-larut menurut Rizal , diperlukan sebuah kordinasi dan kerjasama. Tak hanya oleh organisasi kepemudaan seperti KNPI saja, namun juga pihak-pihak lain yang berkaitan. Pada sisi lain, aparat juga diharapkan untuk lebih tegas menindak organisasi kelompok yang kerap membuat kekacauan dan meresahkan masyarakat.(Riz)

source : pacitankab.go.id

45 Pejabat Eselon IV Jalani Diklat


 
Sebanyak 45 pejabat eselon 4 dilingkup pemerintah daerah mulai Senin (23/4) menjalani pendidikan kilat (Diklat) kepemimpinan. Mereka tergabung dalam angkatan 283 menyusul pejabat lain yang sudah menjalani diklat sebelumnya
Bupati Pacitan Indartato saat membuka Diklat Pim empat di pendopo kabupaten mengatakan, tujuan dari pendidikan kilat ini adalah untuk menyiapkan pejabat agar mampu menjadi pemimpin yang handal. Ini karena untuk mencapai tujuan organisasi atau sebuah satuan kerja dibutuhkan sosok pemimpin yang mumpuni.

Pemimpin tandas Bupati harus mengerti dan memahami apa tugas inti dari pemerintahan. Jika hal tersebut sudah dimengerti maka roda pemerintahan akan berjalan dengan baik. Muaranya akan terwujud pelayanan yang prima terhadap masyarakat.

Dalam visinya pemerintah  daerah sudah jelas, yakni mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Dan semua itu telah tertuang jelas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Sejahtera dimaksud adalah terciptanya derajat kesehatan masyarakat, pendidikan yang terjangkau serta daya saing yang kuat.

Untuk mewujudkan hal tersebut tentunya dibutuhkan aparatur pemerintah yang kompeten. Sesuai dengan salah satu misi pemerintah daerah yakni mewujudkan profesionalisme birokrasi. Selain memberikan pelayanan yang baik abdi negara harus mampu mendoirong masyarakat agar lebih partisipatif. Untuk itu, melalui diklat pim ini diharapkan muncul pemimpin yang berkarakter sesuai dengan bidang tugas masing-masing.(Riz)

source :pacitankab.go.id

Jumat, 20 April 2012

Kawasan Karst, Potensi Terlarang Untuk Eksploitasi



 
Kawasan Pacitan barat dengan perbukitan kapur yang luas memiliki potensi besar untuk industri semen. Sayangnya, bahan baku melimpah yang ada di pesisir selatan Jawa itu tidak dapat dieksploitasi karena termasuk kawasan lindung Karst pegunungan seribu
Dikatakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) dan Penanaman Modal Pacitan Suko Wiyono Jum\'at (20/4), perlindungan kawasan karst bukan hanya untuk wilayah Pacitan. Namun, membentang dari Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta sepanjang kurang lebih 90 kilometer. Termasuk diantaranya wilayah kecamatan Pracimantoro dan Giriwoyo  kabupaten Wonogiri.

Suko Wiyono memperkirakan luas wilayah yang potensial ditambang untuk bahan baku semen di tiga kabupaten itu mencapai puluhan ribu hektar. Dengan luasan sebanyak itu, kebutuhan pasokan bahan baku semen akan mudah diperoleh. Dan tentunya akan mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Tetapi karena aturan melarang penambangan besar-besaran dilakukan di kawasan karst, maka hal itu tak mungkin dilakukan.

Di Kabupaten Pacitan sendiri wilayah karst yang dilindungi berada di empat kecamatan. Membujur dari tengah sampai barat yang berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri. Mulai sekitar kawasan Teleng, Kecamatan Pacitan, Pringkuku, Punung, dan Donorojo.

Rencana eksploitasi itu sebenarnya termasuk dalam master plan kerjasama tiga kabupaten di perbatasan Jatim, Jawa Tengah (Jateng), dan Yogyakarta. Sebagai bentuk keseriusan perlindungan kawasan karst di Pacitan, telah diterbitkan Instruksi Bupati nomor 4/2009 dan Peraturan Pemerintah (PP) 26/2008.

Sesuai Keputusan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) nomor 1456/Kep/Men/1998 kawasan karst dibagi menjadi tiga. Pada kawasan satu segala jenis penambangan dilarang. Sedangkan di kawasan kategori dua penambangan boleh dilakukan tetapi terbatas. Selain batu kapur untuk bahan semen, kawasan karst juga banyak mengandung bahan tambang lain. Seperti fosfat, dolomit, dan pasir besi. (Riz)

Source : pacitankab.go.id

Teladani Perjuangan R A Kartini, Datangkan Pasangan Suami Istri Usia Emas



 
Langkahnya tidak lagi tegap. wajahnya juga tak seindah masa mudanya dulu. Namun, diusia senjanya tersebut, belasan pasangan rumah tangga ini patut menjadi teladan. Dihadapan bupati Pacitan serta seluruh pejabat teras Pemkab Pacitan pasangan kakek dan nenek ini, menunjukkan kemesraan berlenggak lenggok bak pragawan dan pragawati
Inilah salah satu sisi dari acara puncak kegiatan hari Kartini ke 133 kabupaten Pacitan yang dirangkaikan dengan hari kesatuan gerak PKK ke 40, di pendopo kabupaten, Jum\'at (20/4). Pasangan rumah tangga yang genap berada pada usia perkawinan emas itu sengaja diundang dalam acara memperingati perjuangan pahlawan wanita RA Kartini agar menjadi contoh serta teladan, bagaimana membina keutuhan bahtera rumah tangga.

Kontan, hadirnya pasangan suami istri yang berhasil melampaui usia perkawinan 50 tahun itu mendapat apresiasi dari ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ny. Luki Indartato. Istri bupati Pacitan Indartato itu merasa terharu melihat pasangan tersebut masih guyup rukun meski usianya tak lagi muda.

Hal itu menurut Luki Indartato tak lepas dari adanya saling pengertian diantara pasangan. Suami menjadi pelindung bagi istri, begitu juga dengan istri melayani dengan baik terhadap suami. Hal ini tentunya juga tidak lepas dari ajaran Kartini. Sebagai pendamping suami, seorang istri tetaplah perempuan yang tidak dapat meninggalkan kodratnya. Meski, diera seperti saat ini  peran kaum perempuan sudah mulai sejajar dengan pria.Dalam kesempatan itu pula, para pasangan perkawinan emas mendapat penghargaan dan kenag-kenangan dari bupati Pacitan .

Kesetaraan antara kaum perempuan dan laki-laki di Pacitan menurut Luki Indartato sudah mulai nampak. Hal ini terbukti dari keberadaan kaum hawa ini dalam posisi strategis baik dalam sektor swasta maupun pemerintahan. Seperti pengusaha perempuan, jabatan kepala desa oleh perempuan atau wanita berposisi sebagai Kepala SKPD. Bahkan, kepala Kejaksaan Negeri Pacitan sendiri saat ini dijabat perempuan.(Riz)

Source : pacitankab.go.id

10 Siswa SLTA Di Pacitan Gagal Ikut Unas


 
Tercatat 10 siswa SLTA di Pacitan dipastikan gagal mengikuti ujian nasional (Unas). Mereka berasal dari sekolah kejuruan (SMK) serta sebagian lainya dari sekolah menengah atas (SMA). Alasan para siswa ini tidak mengikuti ujian akhir beragam. Ada yang mengundurkan diri, merantau atau karena urusan keluarga
Kasi Pengajaran SMP/SM Dinas Pendidikan (Disdik) Pacitan Jayuk Susilaningtyas menjelaskan, daftar nama para siswa yang batal mengikuti ujian sebelumnya sudah masuk dalam daftar nominatif sementara peserta ujian. Namun setelah daftar nominatif tetap keluar mereka tidak bisa melanjutkan karena berbagai alasan tersebut.

Selain 10 siswa yang sudah pasti tidak melanjutkan, pelaksanaan hari pertama ujian dua siswa tidak bisa masuk karena sakit. Namun pada pelaksanaan unas hari berikutnya keduanya sudah masuk kembali.Karena tertinggal satu mata pelajaran pada hari pertama, kedua siswa tersebut akan mengikuti ujian susulan berikutnya.

Dari daftar nominasi tetap peserta ujian tingkat SLTA di Pacitan sebanyak 1.868 peserta sedangkan SMK 2.668. Selain berasal dari sekolah penyelenggara ujian ada diantara peserta ujian berasal dari lembaga pendidikan lain.

Penggabungan ujian ini dilakukan bagi sekolah yang belum terakreditasi serta sekolah dengan jumlah siswa yang mengikuti unas sedikit. Beberapa sekolah yang pelaksanaan ujiannya digabung diantaranya SMK Muhammadiyah Tinatar, Kecamatan Punung bergabung dengan SMKN 2 Pacitan, SMK Nurul Salam gabung dengan SMKN 3, dan Madrasah Aliyah (MA) Al Anwar digabung dengan MA Maarif Pacitan serta SMA Nurul Iman di Punjung (Kebonagung) bergabung dengan MAN  Pacitan.

Sementara itu hingga hari ketiga pelaksanaan unas di Pacitan relatif lancar. Bahkan untuk memastikan kondisi tersebut wakil bupati Pacitan serta kapolres melakukan pantauan langsung di sejumlah sekolah.

Pun demikian dengan Bupati Pacitan Indartato yang baru bisa melakukan pemantauan unas hari ketiga karena baru pulang dari dinas luar. Dijadwalkan hari ini (Rabu,18/4) soal unas bagi siswa SLTP akan tiba di Pacitan. Sesuai dengan aturan, dokumen negara tersebut akan ditempatkan di Mapolres untuk diteliti sebelum didistribusikan ke masing-masing rayon untuk selanjutnya dikirim ke sekolah.(Riz) 

source : pacitankab.go.id

Selasa, 17 April 2012

Paca Relokasi, Pol PP Pasang Papan Peringatan Larangan Berjualan Bagi PKL di Sejumlah Titik Protokol



 
Menyusul relokasi pedagang kaki lima (PKL) lingkar Gasibu, ke pusat kuliner pasar Minulyo, Pol PP Pacitan mulai melakukan penertiban. Harapanya, para PKL yang saat ini masih berjualan di sejumlah area terlarang, segera pindah lokasi ke tempat baru yakni komplek pasar yang baru diresmikan menteri perdagangan Selasa (10/4) lalu
Kini tempat-tempat yang biasanya ramai oleh PKL dipasang papan peringatan yang isinya dilarang berjualan ditempat tersebut. Menurut Kasi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Satuan polisi Pamong Praja Pacitan Sudaryono, upaya ini dilakukan untuk mencegah munculnya PKL baru dilokasi yang ditinggalkan pedagang.

Tidak hanya lingkar Gasibu saja, pemasangan papan peringatan juga berlaku untuk jalur protokol lain yang masih dipakai PKL untuk berjualan. Terutama, yang menempati trotoar jalan. Aktifitas pedagang ini banyak dikeluhkan pejalan kaki karena mengganggu. Bahkan, akibat banyaknya aktifitas PKL di trotoar jalan seakan menghilangkan fungsi utama area khusus pejalan kaki itu.

Beberapa titik lokasi tersebut antara lain, sepanjang Jalur Jendral Soedirman, Jalur Ahmad Yani, Sepanjang jalur Gatot Subroto serta jalur-jalur terlarang lain, kurang lebih sebanyak 20 titik. Cara ini sendiri terang Sudaryono dilakukan sebagai upaya mengarahkan para PKL ke pusat kuliner pasar Minulyo. Pendekatan persuasif tersebut diharapkan efektif menyadarkan para pedagang untuk pindah sehingga pihaknya tidak perlu melakukan penindakan.

Secara keseluruhan jumlah pedagang kaki lima di Pacitan mencapai lebih dari seratus. Hanya yang tercatat mencapai kurang lebih 71 pedagang. Mereka tersebar dibeberapa tempat strategis di Pacitan kota.

Selain pusat kuliner, pasar minulyo juga dirancang menjadi ruang publik yang terbuka, akomodatif juga demokratis.Melalaui upaya revitalisasi, keberadaan pasar Minulyo bukan hanya sebagai penunjang ekonomi, namun juga menjadi pusat berbagai kegiatan. Harapanya, muncul dampak positif dari peningkatan pengunjung pasar. (Riz)

Source : pacitankab.go.id

Pastikan Unas Lancar, Wakil Bupati Prayitno Gelar Sidak


Guna memastikan kelancaran pelaksanaan ujian nasional (Unas) siswa SLTA di Pacitan, wakil bupati (Wabup) Prayitno (Senin,16/4) melakukan sidak disejumlah sekolah. Meski pemantauan hanya dilakukan dari luar ruangan, namun orang nomor dua di Pacitan itu sangat serius mengamati ruang demi ruang. Maklum, sebelum menjabat sebagai wakil bupati, Prayitno adalah seorang pendidik
Wakil bupati Prayitno yang didampingi kepala dinas Pendidikan dan Kepala Kantor Kementerian Agama mengawali sidak di SMKN 3 Pacitan.Setelah berkeliling dan melakukan pengecekan absensi siswa, rombongan melanjutkan pemantauan ke MA Ma\'arif. Dari dua lokasi tersebut wakil Bupati Prayitno mengaku tidak menemukan permasalahan. Tidak ada indikasi pelanggaran baik dari peserta maupun pengawas ujian.Wabup dengan teliti juga memastikan jumlah pengawas dalam satu ruang sekaligus metode pengawasanya.

Melihat kesiapan dan keseriusan siswa dalam mengerjakan soal ujian wakil bupati Prayitno optimis tahun ini akan memperoleh hasil baik. Apalagi kriteria kelulusan tidak murni dari hasil unas saja. Masih ada nilai lain yang menjadi pertimbangan yakni ujian akhir sekolah.

Selain wakil Bupati, pemantauan terhadap pelaksanaan ujian nasional juga dilakukan kapolres Pacitan AKBP Muhammad Agung Budijono. Secara khusus Kapolres ingin memastikan bahwa pelaksanaan ujian aman serta distribusi soal lancar. Terkait kekhawatiran sejumlah kalangan kemungkinan adanya kebocoran soal serta beredarnya jawaban melalui SMS, perwira dengan dua melati dipundak itu berjanji akan menindak tegas . Bahkan kapolres minta agar peserta ujian lebih fokus serta tidak terpengaruh adanya isu jawaban-jawaban yang beredar karena hal itu justru akan merugikan diri sendiri.

Bukan hanya fokus di wilayah kecamatan kota, kegiatan serupa tandas Kapolres Juga dilakukan di jajaran wilayah. Untuk kecamatan akan dipimpin langsung kapolsek masing-masing mulai dari pengamanan soal hingga pengawalan dan pengamanan di sekolah.

Pelaksanaan ujian nasional (Unas) tahun ini diikuti sebanyak 12.939 peserta. Terdiri dari peserta unas tingkat SMA/MA sebanyak 1.868 peserta, SMP/Mts 8.383 serta SMK 2.668. Sesuai data Dinas Pendidikan, dari jumlah itu hanya satu yang terlaporkan tidak mengikuti unas karena siswa bersangkutan tidak dapat melanjutkan sekolah karena alasan keluarga. Padahal sebelumnya nama siswa tersebut sudah tercatat di daftar nominatif peserta ujian.

Kepala Dinas Pendidikan Pacitan Heru Wiwoho mengatakan, berdasar hasil beberapa kali uji coba soal ujian yang cukup memuaskan, pihaknya optimis tahun ini akan ada peningkatan. Baik tingkat kelulusan maupun nilai rata-rata ujian.

Selain dari Dinas Pendidikan kabupaten, pelaksanaan ujian nasional juga mendapatkan pengawasan dari Dinas Pendidikan provinsi serta perguruan tinggi.Ujian nasional tingkat SLTA ini sendiri akan berlangsung selama 4 hari dan 3 hari untuk siswa SMK.(Riz)

Source : Pacitankab.go.id

Menza Cafe Pacitan

Menza Cafe Pacitan merupakan sebuah Waroeng Internet yang memberikan fasilitas internet dengan kecepatan browsing cepat. Terletak di kelurahan Ploso sebelah barat perempatan Alidjah. Menza Cafe selain Warong Internet juga dapat djadikan sebagai lesehan bersama keluarga maupun teman-teman karena tempatnya yang sangat luas. 
Menza Cafe juga menawarkan berbagai menu Makanan dan Minuman hyang sangat menarik diantaranya :


Makanan : 
-Tahu Cocol
-Jamur Kriuk
-Mie Rebus
-Mie Goreng
-Friedfriesh
-Pisang Bakar
-Roti Bakar
-Mie Dug-Dug
-Pizza Mie, dan masih banyak lagi.


Minuman :
-Original Chocolate (cool/hot)
-Original Moccalate
-Milkshake Chocolate
-Jus Melon
-Bubble Gum
-Coffe, dan masih banyak lagi


Dengan harga yang terjangkau anda sudah dapat menikmati berbagai sajian menu di atas. Dengan memilih salah satu menu diatas anda sudah dapat menikmati layanan internet yang di berikan oleh Menza Cafe Pacitan. Buka setiap hari mulai pagi sampai malam . Tempat yang nyaman memberika anda betah dan ketagihan untuk berkunjung ke Menza Cafe Internet.
(Frendi)

Sabtu, 14 April 2012

Cegah Konflik Nelayan, Tiga Kabupaten, Pacitan, Wonogiri Dan Gunungkidul Sepakat Kerjasama



 
Kerjasama tiga kabupaten bertetangga yang tergabung dalam Pawonsari (Pacitan, Wonogiri dan Wonosari kabupaten Gunungkidul) dimaksudkan untuk mengurai potensi serta permasalahan-permasalahan lintas wilayah pesisir. Salah satunya adalah, konflik nelayan dari tiga wilayah bertetangga tersebut
Pelaksana tugas (Plt) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pacitan Pin Rosiana mengungkapkan, jika dilihat jumlah konflik antar nelayan diwilayah perairan Kabupaten Pacitan yang berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri (Jateng), dan Gunung Kidul (Yogyakarta) memang tidak mencolok. Namun, hanya bersifat sporadis hampir sepanjang tahun sejak 2004.

Konflik dengan kerugian terbanyak terjadi sekitar bulan April 2011 lalu, dimana 11 unit rumpon milik nelayan andon (pendatang) yang bersandar di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tamperan, Pacitan dibakar nelayan lain.Akibat aksi pembakaran itu, nelayan pemilik rumpon diperkirakan menderita kerugian hingga Rp 800 juta. Rumah ikan buatan yang dibakar tersebut berada sekitar 200 mil laut.

Pin Rosiana mengungkapkan sebenarnya untuk rumpon yang berada di jarak ratusan mil laut bukan tanggung jawab pihaknya. Hanya saja, karena nelayan yang menjadi korban selama ini berlabuh di PPP Tamperan maka mau tidak mau pihaknya ikut terlibat dalam proses penyelesaiannya.
Justru yang harus diperhatikan adalah pemasangan rumpon nelayan yang selama ini belum mengikuti prosedur dan aturan. Sehingga lokasinya tak dapat diketahui secara pasti.

Lebih lanjut Pin Rosiana mengungkapkan, sesuai aturan, pemasangan rumpon jarak 0-4 mil, harus mendapatkan izin kabupaten. Jarak 4 mil sampai 12 mil, izin ke propinsi. Dan 12 mil sampai 200 mil harus izin ke Pusat.  Sedangkan Wilayah laut Pacitan hanya 4 mil.

Selain selalu berkordinasi dengan dua wilayah lain, DKP juga berupaya meminimalisir konflik nelayan dengan mengoptimalkan peran maupun fungsi Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokwasmas) yang anggotanya adalah para nelayan sendiri.(Riz)

source : pacitankab.go.id

Bupati Indartato Minta Hasil Unas Tahun Ini Meningkat


 
Jelang Ujian Nasional (Unas) tidak lama lagi, seluruh jajaran Dinas pendidikan diminta untuk mengintensifkan kesiapan agar pelaksanaan dan hasil ujian memuaskan. Pernyataan itu dikemukakan bupati Pacitan indartato dihadapan para pejabat lingkup Dinas Pendidikan, saat melantik 8 pejabat eselon IV (Kamis,12/4)
Menurut Bupati, pelaksanaan ujian merupakan tantangan sekaligus evaluasi kerja elama setahun terakhir. Terlebih dari beberapa try out yang dilaksanakan, hasil rata-rata kabupaten Pacitan baru 6,41. Sedikit meningkat dibanding tahun lalu dengan rata-rata 6,31. Meski hasil Unas tahun lalu mampu mencapai angka diatas rata-rata 7,67, namun bupati berharap prestasi tahun ini lebih ditingkatkan.

Tantangan lain yang menjadi pekerjaan rumah adalah meningkatkan mutu pendidikan sehingga hasil ujian nasional tidak terlalu timpang. Saat ini prestasi terbaik masih didominasi Pacitan kota dan sekitarnya. Tahun lalu kecamatan Pacitan kota nilai rata-rata 8,29 disusul rangking kedua kecamatan kebonagung dengan rata-rata 7,95. Peringkat tiga di kecamatan Ngadirojo  dengan nilai rata-rata 7,9. Sedangkan wilayah lain hasilnya agak jauh dibawah.

Bupati Indartato berharap hasil unas nanti ada perbaikan peringkat bukan hanya untuk rata-rata kabupaten, namun juga memperbaiki rangking ditingkat Provinsi. Jika saat ini kabupaten Pacitan berada di peringkat 36 provinsi ditargetkan ada peningkatan minimal satu angka. Untuk itu pelaksanaan uji coba serta berbagai pengayakan soal ujian harus lebih diintensifkan.(Riz) 

source : pacitankab.go.id

Jumat, 13 April 2012

Kata Unik : KAMSEUPAY vs MEYGALSEI

banyak yang menggunakan kata-kata unik dalam berbincang-bincang melalui SMS,Chatt,dll . Dan baru baru ini ada 2 kata baru yang berupa singkatan kata yang unik yaitu :


KAMSEUPAY : Kampungan Sekali,Udik Payah
dan,
MEYGALSEI : Menyebalkan Galau Sekali


Dan kata-kata itu semakin ngetren dengan banyaknya yang menggunakannya.

Materi Psikologi Sastra


PSIKOLOGI SASTRA

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Dengan belajar psikologi, seseorang mampu membaca atau mengkaji sisi-sisi kehidupan manusia dari segi yang bisa diamati.
Dalam psikologi ini dikenal juga tentang psikologi sastra, dimana sastra sendiri merupakan sebuah bidang kebudayaan manusia yang paling tua yang mendahului cabang-cabang kebudayaan lainnya (Mangunwijaya, 1986:3-7).
Sistem kerja psikologi sastra tidak sama seperti psikologi yang lainnya. Psikologi sastra lebih mengarah pada penelitian yang luas yang ditandai dengan penelitian terhadap reponden yang jumlahnya terbatas.

Konsep Psikilogi Sastra
Ada beberapa tokoh psikologi mengungkapkan konsep psikologi sastra sebagai berikut : 

1. Sigmund Freud
Dia menyatakan bahwa dalam diri manusia ada 3 bagian :
ide,
ego dan
super-ego.
                Jika ketiganya bekerja secara wajar dan seimbang maka manusia akan memperlihatkanwatak yang wajar pula, namun jika ketiga unsur tersebut tidak bekerja secara seimbang, dan salah satunya lebih mendominasi, maka akan terjadilah peperangan dalam batin atau jiwa manusia, dengan gejala-gejala resah, gelisah, tertekan dan neurosis yang menghendaki adanya penyaluran.          

2. Mortimer Adler
Adler terkenal dengan sebutan ”inferiority complet” atau perasaan rendah diri. Teori tersebut memungkinkan Adler menyelami teks untuk mencari bentuk-bentuk pengganti kekurangan dalam diri, akan tetapi dalam penerapannya Adler tidak bisa mencapai kepuasan seperti kepuasan yang dicapai oleh Freud. 

3. Carl Gustaw Jung
Dia terkenal dengan teorinya tentang “Nirsadar social” bahwa yang demikian tersebut merupakan bentuk dari gejala sosial bukan individu penyair, penyair hanya mengungkapkan apa yang terjadi dalam fenomena-fenomena sosial yang terjadi kemudian mengungkapkannya dalam bentuk karya sastra.

Psikologi
Secara etimologi kata psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno Psyche dan logos. Kata psyche berarti “jiwa, roh, atau sukma”, sedangkan kata logos berarti “ ilmu jiwa”. Jadi psikologi secara harafiah berarti “ilmu jiwa” atau ilmu yang objek kajiannya adalah jiwa.
Istilah psikologi digunakan pertama kali oleh seorang ahli berkebangsaan Jerman yang bernama Philip Melancchton pada tahun 1530. 

Adapun pendapat dari tokoh-tokoh lain tentang psikologi yakni :

1. Psikologi merupakan suatu ilmu yang menyelidiki serta mempelajari tentang tingkah laku serta aktivitas-aktivitas, dimana tingkah laku serta aktivitas-aktivitas itu sebagai manifestasi hidup kejiwaan. Jadi yang dipelajari bukanlah tingkah lakunya “an Sich” (Bimo Walgito, 1981). 

2. Menurut Siswantoro (2005:26)
Psikologi sebagai ilmu jiwa yang menekankan perhatian studinya pada manusia terutama pada perilaku manusia (Human behavioristik or action). 

3. Berbicara tentang manusia, psikologi jelas terlibat erat karena psikologi mempelajari perilaku. Perilaku manusia tidak terlepas dari aspek kehidupan yang membungkusnya dan mewarnai perilakunya. Hal ini dikatan oleh Teeuw (1991:62-64).

Sastra 
Secara kronologis : tulisan. Dilihat dari maknanya sastra adalah kegiatan yang kreatif sebuah karya sastra. Sastra merujuk A. Teeuw, berasal dari kata Sas (Sanksekerta) yang berarti mengarahkan, mengajar, memberi petunjuk dan instruksi. Dengan akhiran tra berarti alat atau sarana. Jadi, secara leksikal sastra berarti kumpulan alat untuk mengajar, buku pengajaran yang baik. Secara etimologis, sastra diturunkan dari bahasa Latin (Litterature = huruf atau karya tulis). Istilah ini dipakai untuk menyebut tata bahasa dan puisi.
Kaum romantik, sebagaimana dikutip oleh Luxemburg dkk (1988), mengemukakan beberapa ciri sastra antara lain : 
Sastra merupakan sebuah ciptaan, sebuah kreasi, bukan pertama tama sebuah imifasi. Sang seniman menciptakan sebuah dunia baru, meneruskan proses penciptan di dalam semesta alam, bahkan menyempurnakannya.

 Sastra merupakan suatu luapan emosi yang spontan. Dalam puisi terungkapkan nafsu-nafsu kodrat yang bernyala-nyala, hakekat hidup dan alam.

 Menurut Jackobson sastra merupakan suatu yang bersifat otonom. Tidak mengacu pada sesuatu yang lain. Sastra tidak bersifat komunikatif. Sang penyair hanya mencari keselarasannya di dalam karyanya sendiri.

 Menurut Coleridge sastra merupakan suatu yang otonom yang bercirikan suatu koherensi. Pengertian koherensi itu mengacu pada keselarasan yang mendalam antara bentuk atau ungkapan tertentu. 

Psikologi Sastra 
Psikologi sastra meliputi bidang penelitian yang luas. Psikologi sastra adalah kajian sastra yang memandang karya sebagai aktivitas kejiwaan.
Istilah psikologi sastra mengandung empat kemungkinan pengertian :
1. Studi psikologi pengarang sebagai tipe atau sebagai pribadi
2. Studi proses kreatif
3. Studi tipe dan hukum-hukum psikologi yang diterapkan pada karya sastra.
4. Studi dampak sastra terhadap pembaca (psikologi pembaca).
Dari keempat pengertian di atas yang paling berkaitan dengan bidang sastra adalah pengertian ke-3, sedangkan pengertian nomor (1) dan (2) merupakan bagian dari psikologi seni. Studi tentang psikologi pengarang dan proses kreatif sering dipakai dalam pengajaran sastra, namun dalam penilaia sastra sebaiknya asal-usul dan proses penciptaan sastra tidak menjadi patokan untuk memberi penilaian. 

Kaitan antara Psikologi dan Sastra 
Menurut Robert Downs (1961:1949, dalam Abdul Rahman, (2003:1), bahwa psikologi itu sendiri bekerja pada suatu wilayah yang gelap, mistik dan yang paling peka terhadap bukti-bukti ilmiah.
Psikologi dalam karya sastra mempunyai kaitan yang tercakup dalam dua aspek yaitu : Unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Dalam aspek ekstrinsik berbicara tentang hal-hal yang berkaitan dengan faktor-faktor kepengarangan dan proses kreativitasnya. Sementara unsur intrinsik membicarakan tentang unsur-unsur intrinsik yang terkandung dalam karya sastra seperti unsur tema, perwatakan dan plot.

Psikososiosastra
Paradigma psikosastra adalah pola dasar penelitian. Pola penelitian psikososiosastra merupakan ilmu yang tidak berdiri sendiri. Istilah psikososiosastra memang masih sangat terdengar asing. Konsep ini sebenarnya untuk mewadahi penelitian psikososiosastra yang amat terpaksa mengaitkan dengan sosiologi sastra. Artinya, psikososiosastra pada gilirannya tidak bisa berdiri sendiri. Psikososiosastra adalah suatu interdisiplin sastra dan psikologi, namun memerlukan ilmu lain pula, yaitu sosiologi sastra dan bahkan tidak tertutup kemungkinan ilmu lain. Jika sosiologi sastra memandang karya sastra sebagai hasil interaksi pengarang dengan masyarakat sebagai kesadaran kolektif psikososiosastra memandang sastra sebagai rekaman keistimewaan individu sebagai kesadaran personal.
Penelitian psikologisastra yang bergabung dengan sosiologi sastra, dapat disebut psikososiosastra. Interdisiplin antara psikologi sosiologi dan sastra dapat dibenarkan karena ketiga bidang ini sama-sama memperhatikan fenomena manusia.

Berbagai Psikologi Sastra yang Digunakan dalam Kajian Psikologi 
Adapun berbagai psikologi yang digunakan dalam kajian psikologi antara lain :
Pikologi Pengarang
a. Memori psikologi pengarang
b. Tipologi psikis pengarang
c. Psikobudaya pengarang

Psikologi Pembaca
a. Daya psikis keras dan lunak
b. Resepsi dan kebebasan tafsir psikologis
c. Tipologi psikis pembaca

Psikoanalisis Sastra
Salah satu cabang psikologi yang berkaitan erat dengan telaah sastra adalah psikoanalisis. Psikoanalisis mengemukakan teori tentang adanya dorongan bawah sadar yang mempengaruhi tingkah laku manusia. Pelopor psikoanalisis adalah Sigmund Freud.
Prinsip-prinsip psikoanalisis adalah sebagai berikut :
1. Lapisan kejiwaan yang paling dalam (renda) adalah lapisan bawah sadar (Libido) atau daya hidup, yang berbentuk dorongan seksual dan persaan-perasaan yang lain yang mendorong kesenangan dan kegairaan.
2. Pengalaman-pengalaman sewaktu bayi dalam kanak-kanak, banyak mempengaruhi sikap hidup dimasa dewasa, yang paling menonjol adalah ikatan kasih antara anak perempuan dan ayahnya dan anak laki-laki dengan ibunya.
3. Semua buah pikirn, mungki tidak berarti, masih tetap bila dihubungkan daerah bawah sadar.
4. Konflik emosi pada dasarnya adalah konflik antara perasaan bawah sadar dengan keinginan-keinginan dari luar. 

Contoh Surat Pernyataan


SURAT PERNYATAAN



Yang bertanda tangan dibawah ini :

                Nama                    : FRENDI SETIAWAN PRADIKDO
                TTL                        : PACITAN, 15 JUNI 1993
                Jabatan                 : GURU YAYASAN
                Unit Kerja              : Madrasah Diniyah Tarbiyatul Athfal
                                                Desa Padi Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan

                Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa saya sanggup sebagai Mahasiswa UPBJJ-UT MALANG di Pacitan.

                Demikian surat pernyataan ini kami buat dengan sebenar-benarnya agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.




Mengetahui
Kepala
Madrasah Diniyah Tarbiyatul Athfal




ANAS JAHIDIN FATHONI

Padi, 13 April 2012


Yang bersangkutan




FRENDI SETIAWAN PRADIKDO

Bahasan RETORIKA MODERN


BAB I
PENDAHULUAN


A.               LatarBelakang
Retorika modern adalah gabungan yang serasi antara pengetahuan, fikiran , kesenian dan kesanggupan berbicara. Dalam bahasa percakapan atau bahasa populer, retorika berarti pada tempat yang tepat, pada waktu yang tepat, atas cara yang lebih efektif, mengucapkan kata – kata yang tepat, benar dan mengesankan . ini berarti orang harus dapat berbicara jelas, singkat dan efektif

B.            Rumusan Masalah
1.   Apa Pengertian Retorika Modern?
              2.  Siapa Tokoh pada Retorika Modern ?
3.   Apa prinsip-prinsip dasar Retorika Modern ?

C.          Tujuan Pembahasan
1.    Mengetahui pengertian dari Retorika Modern
2.    Mengetahui tokoh – tokoh dari Retorika Modern
3.    Mengetahui Prinsip – prinsip dasar Retorika



BAB II
PEMBAHASAN

A.   Pengertian Retorika Modern
Retorika modern diartikan sebagai seni berbicara atau kemampuan untuk
berbicara dan berkhotbah (Hendrikus, 1991); sehingga efektivitas penyampaian
pesan dalam retorika sangat dipengaruhi oleh teknik atau keterampilan berbicara
komunikator.
Abad Pertengahan berlangsung selama seribu tahun (400-1400). Di Eropa, selama periode panjang itu, warisan peradaban Yunani diabai­kan. Pertemuan orang Eropa dengan Islam - yang menyimpan dan mengembangkan khazanah Yunani - dalam Perang Salib menimbulkan Renaissance. Salah seorang pemikir Renaissance yang menarik kembali minat orang pada retorika adalah Peter Ramus. Ia membagi retorika pada dua bagian. Inventio dan dispositio dimasukkannya sebagai bagian logika. Sedangkan retorika hanyalah berkenaan dengan elocutio dan pronuntiatio saja. Taksonomi Ramus berlangsung selama beberapa generasi.
Renaissance mengantarkan kita kepada retorika modern. Yang membangun jembatan, menghubungkan Renaissance dengan retorika modern adalah Roger Bacon (1214-1219). Ia bukan saja memperkenalkan metode eksperimental, tetapi juga pentingnya pengetahuan tentang proses psikologis dalam studi retorika. Ia menyatakan, "... kewajiban retorika ialah menggunakan rasio dan imajinasi untuk menggerakkan kemauan secara lebih baik". Rasio, imajinasi, kemauan adalah fakultas-­fakultas psikologis yang kelak menjadi kajian utama ahli retorika modern.
Aliran pertama retorika dalam masa modern, yang menekankan proses psikologis, dikenal sebagai aliran epistemologis. Epistemologi membahas "teori pengetahuan"; asal-usul, sifat, metode, dan batas-batas pengetahuan manusia. Para pemikir epistemologis berusaha mengkaji retorika klasik dalam sorotan perkembangan psikologi kognitif (yakni, yang membahas proses mental).
George Campbell (1719-1796), dalam bukunya The Philosophy of Rhetoric, menelaah tulisan Aristoteles, Cicero, dan Quintillianus dengan pendekatan psikologi fakultas (bukan fakultas psikologi). Psikologi fakultas berusaha menjelaskan sebab-musabab perilaku manusia pada empat fakultas - atau kemampuan jiwa manusia: pemahaman, memori, imajinasi, perasaan, dan kemauan. Retorika, menurut definisi Campbell, haruslah diarahkan kepada upaya "mencerahkan pemahaman, menyenangkan imajinasi, menggerakkan perasaan, dan mempengaruhi kemauan".
Richard Whately mengembangkan retorika yang dirintis Campbell. Ia mendasarkan teori retorikanya juga pada psikologi fakultas. Hanya saja ia menekankan argumentasi sebagai fokus retorika. Retorika harus mengajarkan bagaimana mencari argumentasi yang tepat dan meng­organisasikannya secara baik. Baik Whately maupun Campbell me­nekankan pentingnya menelaah proses berpikir khalayak. Karena itu, retorika yang berorientasi pada khalayak (audience-centered) berutang budi pada kaum epistemologis - aliran pertama retorika modern.
Aliran retorika modern kedua dikenal sebagai gerakan belles lettres (Bahasa Prancis: tulisan yang indah). Retorika belletris sangat meng­utamakan keindahan bahasa, segi-segi estetis pesan, kadang-kadang dengan mengabaikan segi informatifnya. Hugh Blair (1718-1800) me­nulis Lectures on Rhetoric and Belles Lettres. Di sini ia menjelaskan hu­bungan antara retorika, sastra, dan kritik. Ia memperkenalkan fakultas citarasa (taste), yaitu kemampuan untuk memperoleh kenikmatan dari pertemuan dengan apa pun yang indah. Karena memiliki fakultas cita­rasa, Anda senang mendengarkan musik yang indah, membaca tulisan yang indah, melihat pemandangan yang indah, atau mencamkan pidato yang indah. Citarasa, kata Blair, mencapai kesempurnaan ketika kenikmatan inderawi dipadukan dengan rasio - ketika rasio dapat menjelaskan sumber-sumber kenikmatan.
Aliran pertama (epistemologi) dan kedua (belles lettres) terutama memusatkan perhatian mereka pada persiapan pidato - pada penyu­sunan pesan dan penggunaan bahasa. Aliran ketiga - disebut gerakan elokusionis - justru menekankan teknik penyampaian pidato. Gilbert Austin, misalnya memberikan petunjuk praktis penyampaian pidato, "Pembicara tidak boleh melihat melantur. Ia harus mengarahkan mata­nya langsung kepada pendengar, dan menjaga ketenangannya. Ia tidak boleh segera melepaskan seluruh suaranya, tetapi mulailah dengan nada yang paling rendah, dan mengeluarkan suaranya sedikit saja; jika ia ingin mendiamkan gumaman orang dan mencengkeram perhatian mereka". James Burgh, misal yang lain, menjelaskan 71 emosi dan cara mengungkapkannya.
Dalam perkembangan, gerakan elokusionis dikritik karena per­hatian - dan kesetiaan - yang berlebihan pada teknik. Ketika mengikuti kaum elokusionis, pembicara tidak lagi berbicara dan bergerak secara spontan. Gerakannya menjadi artifisial. Walaupun begitu, kaum elokusionis telah berjaya dalam melakukan penelitian empiris sebelum merumuskan "resep-resep" penyampaian pidato. Retorika kini tidak lagi ilmu berdasarkan semata-mata "otak-atik otak" atau hasil perenungan rasional saja. Retorika, seperti disiplin yang lain, dirumuskan dari hasil penelitian empiris.
B.       Tokoh-Tokoh Retorika Modern
Pada abad kedua puluh, retorika mengambil manfaat dari perkem­bangan ilmu pengetahuan modern - khususnya ilmu-ilmu perilaku seperti psikologi dan sosiologi. Istilah retorika pun mulai digeser oleh speech, speech communication, atau oral communication, atau public speak­ing. Di bawah ini diperkenalkan sebagian dari tokoh-tokoh retorika mutakhir :
1. James A Winans
Ia adalah perintis penggunaan psikologi modern dalam pidatonya. Bukunya, Public Speaking, terbit tahun 1917 mempergunakan teori psikologi dari William James dan E.B. Tichener. Sesuai dengan teori James bahwa tindakan ditentukan oleh perhatian, Winans, men­definisikan persuasi sebagai "proses menumbuhkan perhatian yang memadai baik dan tidak terbagi terhadap proposisi-propo­sisi". Ia menerangkan pentingnya membangkitkan emosi melalui motif-motif psikologis seperti kepentingan pribadi, kewajiban sosial dan kewajiban agama. Cara berpidato yang bersifat percakapan (conversation) dan teknik-teknik penyampaian pidato merupakan pembahasan yang amat berharga. Winans adalah pendiri Speech Communication Association of America (1950).
2. Charles Henry Woolbert
Ia pun termasuk pendiri the Speech Communication Association of America. Kali ini psikologi yang amat mempengaruhinya adalah behaviorisme dari John B. Watson. Tidak heran kalau Woolbert memandang "Speech Communication" sebagai ilmu tingkah laku. Baginya, proses penyusunan pidato adalah kegiatan seluruh orga­nisme. Pidato merupakan ungkapan kepribadian. Logika adalah da­sar utama persuasi. Dalam penyusunan persiapan pidato, menurut Woolbert harus diperhatikan hal-hal berikut: (1) teliti tujuannya, (2) ketahui khalayak dan situasinya, (3) tentukan proposisi yang cocok dengan khalayak dan situasi tersebut, (4) pilih kalimat-ka­limat yang dipertalikan secara logis. Bukunya yang terkenal adalah The Fundamental of Speech.
3. William Noorwood Brigance
Berbeda dengan Woolbert yang menitikberatkan logika, Brigance menekankan faktor keinginan (desire) sebagai dasar persuasi. "Keyakinan", ujar Brigance, "jarang merupakan hasil pemikiran. Ki­ta cenderung mempercayai apa yang membangkitkan keinginan kita, ketakutan kita dan emosi kita". Persuasi meliputi empat unsur: (1) rebut perhatian pendengar, (2) usahakan pendengar untuk mempercayai kemampuan dan karakter Anda, (3) dasarkanlah pemikiran pada keinginan, dan (4) kembangkan setiap gagasan sesuai dengan sikap pendengar.
4. Alan H. Monroe
Bukunya, Principles and Types of Speech, banyak kita pergunakan dalam buku ini. Dimulai pada pertengahan tahun 20-an Monroe beserta stafnya meneliti proses motivasi (motivating process). Jasa, Monroe yang terbesar adalah cara organisasi pesan. Menurut Monroe, pesan harus disusun berdasarkan proses berpikir manusia yang disebutnya motivated sequence.
Beberapa sarjana retorika modern lainnya yang patut kita sebut antara lain A.E. Philips (Effective Speaking, 1908), Brembeck dan Howell (Per­suasion: A Means of Social Control, 1952), R.T. Oliver (Psychology of Per­suasive Speech, 1942). Di Jerman, selain tokoh "notorious" Hitler, dengan bukunya Mein Kampf, maka Naumann (Die Kunst der Rede, 1941), Dessoir (Die Rede als Kunst, 1984) dan Damachke (Volkstumliche Redekunst, 1918) adalah pelopor retorika modern juga.
Dewasa ini retorika sebagai public speaking, oral communication, atau speech communication -diajarkan dan diteliti secara ilmiah di lingkungan akademis. Pada waktu mendatang, ilmu ini tampaknya akan diberikan juga pada mahasiswa-mahasiswa di luar ilmu sosial. Dr. Charles Hurst mengadakan penelitian tentang pengaruh speech courses terhadap pres­tasi akademis mahasiswa. Hasilnya membuktikan bahwa pengaruh itu cukup berarti. Mahasiswa yang memperoleh pelajaran speech (speech group) mendapat skor yang lebih tinggi dalam tes belajar dan berpikir, lebih terampil dalam studi dan lebih baik dalam hasil akademisnya dibanding dengan mahasiswa yang tidak memperoleh ajaran itu. Hurst menyimpulkan:
Data penelitian ini menunjukkan dengan jelas bahwa kuliah speech tingkat dasar adalah agen synthesa, yang memberikan dasar skematis bagi mahasiswa untuk berpikir lebih teratur dan memperoleh penguasaan yang lebih baik terhadap aneka fenomena yang membentuk kepribadian.
Penelitian ini menjadi penting bagi kita, bukan karena dilengkapi dengan data statistik yang meyakinkan atau karena berhasil memberikan gelar doktor bagi Hurst, tetapi karena erat kaitannya dengan prospek retorika di masa depan.
A.        Prinsip-Prinsip Dasar Retorika Modern
Prinsip-prinsip dasar retorika modern/ retorika komposisi:
1.    Penguasaan secara aktif sejumlah besar kosa kata bahasa yang dikuasainya. Semakin besar jumlah kosa kata yang dikuasai secara aktif, semakin mampu memilih kata-kata yang tepat untuk menyampaikan pikiran.
2.    Penguasaan secara aktif kaidah-kaidah ketatabahasaan yang memungkinkan penulis mempergunakan bermacam-macam bentuk kata dengan nuansa dan konotasi yang berbeda-beda. Kaidah-kaidah ini meliputi bidang fonologi, morfologi, dan sintaksis.
3.    Mengenal dan menguasai bermacam-macam gaya bahasa, dan mampu menciptakan gaya yang hidup dan baru untuk lebih memudahkan penyampaian pikiran penulis.
4.    Memiliki kemampuan penalaran yang baik, sehingga pikiran penulis dapat disajikan dalam suatu urutan yang teratur dan logis.
5.    Mengenal ketentuan-ketentuan teknis penyusunan komposisi tertulis, sehingga mudah dibaca dan dipahami, disamping bentuknya dapat menarik pembaca. Ketentuan teknis disini dimaksudkan dengan: masalah pengetikan/ pencetakan, cara penyusunan bibliografi, cara mengutip, dan sebagainya.
6.    Dengan demikian pencorakan komposisi dalam retorika modern akan meliputi bentuk karangan yang disebut: eksposisi, argumentasi, deskripsi, dan narasi.
7.    Eksposisi adalah suatu bentuk retorika yang tujuannya adalah memperluas pengetahuan pembaca, agar pembaca tahu mengenai apa yang diuraikan.
8.    Argumentasi merupakan teknik untuk berusaha mengubah dan mempengaruhi sikap pembaca.
9.    Deskripsi menggambarkan obyek uraian sedemikian rupa sehingga barang atau hal tersebut seolah-olah berada di depan mata pembaca.
          10.    Narasi merupakan teknik retorika untuk mengisahkan kejadian –kejadian yang ingin disampaikan penulis sedemikian rupa, sehingga pembaca merasakan seolah-olah ia sendiri yang mengalami peristiwa tersebut.