Selamat Datang di EXPOSE PACITAN dan Perbaharui Informasi Terbaru Untuk Anda di Sini, Terima Kasih Telah Berkunjung Semoga Bermanfaat

Rabu, 11 Juli 2012

Pernah Jadi Calon Bupati Pacitan, Jupe Merasa Bersyukur

Kapanlagi.com - Artis seksi Julia Perez merasa bersyukur dan terhormat karena dirinya pernah dicalonkan menjadi salah satu caon Bupati di Pacitan. Pasalnya, dengan pencalonan tersebut,Jupe semakin dikenal oleh orang banyak.

"Suatu kehormatan pernah dicalonkan jadi Bupati. Itu sejarah dalam hidup saya. Meski tidak jadi, saya tetap senang. Subhanallah saya ke Arab ke mana-mana tetap ditanya, Jupe Pacitan toh? Merasa ada yang berbeda dari hidup Jupe," ujar Jupe saat ditemui di sela-sela kampanye Alex Noerdin - Nono Sampono di Lapangan D, Senayan, Jakarta, Sabtu (07/07).

Tak cukup sampai di situ, diakui oleh Jupe jika dirinya juga pernah dicalonkan menjadi Walikota Tangerang Selatan. Namun, Jupe saat itu menolak karena memiliki masalah dalam pencitraan.

"Saya pernah ditawari jadi Walikota Tangerang, tapi saya belum tertarik. Saya punya masalah dengan pencitraan. Dan itu sangat sulit buat saya. Waktu saya dicalonknan saya bersykur. Yang penting rakyat ini maju lah. Yang penting rakyat Indonesia maju ke depannya. Saya belum menjadi Gubernur, saya mau jadi Presiden saja," kata Jupe.

Bagi Jupe, menjadi seorang pemimpin itu harus bisa menjalankan amanah bagi rakyatnya. "Penting banget jadi pemimpin daerah itu harus tegas. Saya sudah terbiasa hidup penuh perjuangan. Yang penting sekolah gratis, kesehatan gratis. Biaya bagi usia lanjut butuh perawatan. Kami membutuhkan pemimpin yang itu dulu saja. Bagaimana Jakarta lebih baik lagi," pungkasnya.

Jelang Bulan Ramadan Harga-Harga Mulai Merangkak Naik



 
Meski Ramadhan masih beberapa hari lagi, namun beberapa komoditas tertentu di pasaran Pacitan mulai merangkak naik.Telor misalnya, harga per kilogramnya sempat meroket hingga kisaran Rp.2000 hingga Rp.2500. Bahkan, harga telor ini sudah mulai kelihatan naik sejak awal bulan lalu. Dari kisaran harga biasa , Rp.13.000 naik menjadi Rp.16 ribu dan terakhir melonjak hingga Rp.18.500
Begitu juga dengan daging. Hampir semua jenis daging dipasaran mengalami kenaikan. Seperti daging sapi dari Rp.70.000 naik menjadi Rp.75.000. Daging kambing sebelum naik sebesar Rp.50.000 kini berubah menjadi Rp.65.000. Pun demikian dengan daging ayam kampung. Dari harga Rp.55.000 menjadi Rp.60.000. Kenaikan biasa hanya terjadi pada daging ayam ras, dari Rp.24.000 menjadi Rp.25.000. 

Sukatmi salah seorang pedagang di pasar Munulyo Pacitan mengaku, kenaikan seperti ini biasa terjadi saat menjelang puasa. Selain untuk persiapan kebutuhan selama ramadhan, berbagai komoditas tertentu banyak dicari pembeli untuk bahan-bahan membuat kue lebaran.

Komoditas lain yang juga mengalami kenaikan adalah beras, minyak goreng, sebagian jenis bumbu-bumbuan dan sayur mayur serta terigu.Berbeda dengan telor dan daging, barang-barang tersebut relatif masih bisa dijangkau karena kenaikanya tidak drastis.

Meski kenaikan harga kebutuhan mengikuti permintaan pasar, namun para pedagang berharap, lonjakan tersebut tidak sampai berlebihan. Apalagi sampai berujung pada kelangkaan barang-barang. Jika hal itu terjadi, maka yang harus menanggung beban adalah masyarakat.

Sabtu, 07 Juli 2012

Alun-Alun Kabupaten Pacitan 2012

Tanah luas dan lapang di sentral setiap kota yang biasa disebut Alun-alun merupakan salah satu tempat digunakannya suatu kegiatan pemerintahan,hiburan ataupun yang lainnya. Namun untuk saat ini yang paling dominan alun-alun Kota digunakan untuk acara hiburan maupun kebudayaan. Hal ini yang membuat Alun-alun semakin multifungsi serta menjadi salah satu tujuan orang/wisatawan mengunjungi suatu kota.


Gambar ini (diambil 7 Juli 2012)
merupakan sisi luar dari Alun-alun Kabupaten Pacitan,Jawa Timur yang selalu berbenah diri untuk menjadikannya lebih bagus dan indah serta menjadi daya tarik yang semakin kuat untuk para pengunjung,utamanya wisatawan dari luar Pacitan selain tempat-tempat wisata yang sudah tenar di Pacitan. seperti halnya Pantai maupun Goa.


Saat ini Alun-alun Pacitan semakin dipercantik dengan adanya taman yang terletak di sebelah Timur lapangan alun-alun dan langsung berbatasan langsung dengan lapangan, disebelah utara ada kantor Bupati Pacitan(pendopo), sebelah barat POLRES Pacitan dan Masjid Agung ,serta sebelah selatan berbatasan langsung dengan jalan raya.


Taman semakin diperindah lagi dengan tempat duduk buatan yang dapat dibuat tongkrongan, biasanya ramai pada sore hari karena alun-alun digunakan untuk Olahraga sore diantaranya basket,volly,dan masih banyak lagi. selain itu pula disediakan wahana permainan ditengah-tengah taman diataranya ayunan, ataupun seluncuran mini untuk anak-anak.


Sehingga, Alun-alun Pacitan tidak lagi seperti anggapan bahwa jika alun-alun itu adalah tempat yang panas. Namun di Pacitan alun-alun disulap menjadi tempat yang sejuk di area taman. dan wisatawan pun bisa leluasa dan bersantai berlama-lama di Alun-alun Pacitan karena kesejukan tempatnya.


dan berikut beberapa gambar alun-alun Pacitan yang diambil pada tanggal 7 Juli 2012




















Selamat brlibur ke Pacitan...
Wonderful Pacitan, Wonderful Indonesia...



Siap-siap Jelang Kiamat Internet 9 juli 2012


TEMPO.CO , Jakarta -Ancaman kiamat Internet tinggal hitungan hari. Tepatnya 9 Juli 2012, sekitar 500 ribu peranti keras yang terinfeksi bisa mati total karena serangan malware DNS. DNS atau Domain Name System adalah layanan Internet yang mengubah nama domain seperti www.tempo.co menjadi kode angka, sehingga antarkomputer bisa saling berkomunikasi.
Tapi, sejumlah penjahat telah menginfeksi dunia cyber dengan malware bernama DNSChanger. Virus ini memungkinkan penjahat dunia maya bisa mengendalikan server DNS. Akibatnya pencoleng jagat cyber ini bisa mengacaukan akses Internet pemilik komputer dan membahayakan interaksi antarkomputer yang telah terinfeksi.
Namun tenang ada cara untuk mengecek penyebaran serangan ini. Pertama bukalah situs www.dns-ok.us. Laman ini akan menunjukkan apakah komputer terjangkit malware. Jika tertulis DNS Resolution = Green, berarti komputer aman. Tapi jika DNS Resolution berwarna merah, hati-hati itu indikator awal terinfeksi.
Tak hanya situs www.dns-ok.us, Google pun membuat sebuah aplikasi yang memperingatkan ancaman ini. Mesin pencari raksasa ini akan menampilkan peringatan bagi komputer yang terindikasi kena malware jika membuka google.com. Dalam peringatan tersebut, Google juga menambahkan tautan untuk menghapus serangan malware.
Google memprediksi sekitar 500 ribu lebih komputer sudah terinfeksi DNSChanger Trojan. Sejumlah ahli keamanan komputer sebenarnya sudah memenangkan gugatan tentang akses pengendalian infrastruktur yang dikelola para peretas trojan itu. Sayangnya kemenangan mereka tahun lalu itu tidak diikuti dengan izin mematikan infrastruktur menjelang kiamat Internet, 9 Juli 2012.
Pada Maret 2012, FBI telah mendapatkan izin dari pengadilan untuk membiarkan server membersihkan DNS mereka sendiri. Solusi ini bersifat sementara karena mengizinkan korban untuk membersihkan DNS mereka dan mengembalikan ke pengaturan normal DNS. Tapi hanya sampai 9 Juli 2012, komputer yang masih terinfeksi DNSChanger tetap akan menerima kiamat Internet.


Dan berikut tampilan saat saya mencoba di Laptop pribadi :


DNS Changer Check-Up




DNS Resolution = GREEN 

Your computer appears to be looking up IP addresses correctly!

Had your computer been infected with DNS changer malware you would have seen a red background.  Please note, however, that if your ISP is redirecting DNS traffic for its customers you would have reached this site even though you are infected. For additional information regarding the DNS changer malware, please visit the FBI's website at:
http://www.fbi.gov/news/stories/2011/november/malware_110911

Kamis, 05 Juli 2012

Warga SUKOHARJO Ditelan Ombak Pantai Pacitan 2012


SUKOHARJO—Satu dari delapan pemuda warga Duwet, Baki, Sukoharjo, Jateng bernama Mahendra Dian Hari Nugroho, 15, hilang di Pantai Klayar, Pacitan, Jatim setelah tersapu ombak air laut. Hingga Kamis (5/7/2012) siang, keberadaan remaja yang baru lulus SMPN 1 Gatak, Sukoharjo itu belum diketahui.
“Sekarang ini tim SAR Pantai Klayar masih mencari keberadaan anak saya. Saya berharap anak saya bisa segera ditemukan agar tidak mengganjal,” papar ayah korban, Sumarlan, 53, ketika ditemui di kediamannya, Duwet RT 002/RW 006, Baki, Kamis.
Menurut dia pada musibah tersebut, Tri Maryanto, 22, putra kakaknya juga ikut tergulung ombak air laut. Namun nasib Tri lebih baik karena bisa kembali menepi ke pantai kendati kakinya harus dirawat intensif di Rumah Sakit Karima Utama, Kartasura.
Sumarlan menjelaskan putranya yang baru saja lulus SMPN 1 Gatak dan diterima di SMAN 1 Kartasura itu berangkat dari rumah bareng rombongan pada Rabu (4/7) kira-kira pukul 08.00 WIB. Sebenarnya ketika itu Sumarlan dan istrinya Ny Sri Harjani sudah mengingatkan korban agar tak ikut.
Namun karena keinginan Mahendra ikut tamasya ke Pacitan kuat, orangtua korban tak bisa melarang.
“Sekarang istri saya masih di dalam rumah masih memikirkan nasib Mahendra. Karena ketika akan berangkat kemarin dia sudah kami peringatkan. Ketika itu dia saya ingatkan dan lebih baik di rumah membantu menjemur gabah,” papar Sumarlan.
Namun ketika itu korban memilih ikut, karena merasa sudah mendapat sekolah yang dituju. Sehingga untuk mengisi kekosongan waktu, dia memilih tamasya ke Pacitan.

Gara-Gara Olga, KPI Minta Pesbukers Dihentikan Sementara



Terkait candaan-candaan Olga Syahputra yang dinilai berlebihan beberapa waktu lalu, akhirnya Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI memberhentikan sementara program tawa yang digawangi oleh Olga tersebut.
Menurut Ezki Suryatno selalu Komisioner KPI, pihaknya telah secara resmi meminta untuk memberhentikan sementara program yang tayang di ANTV tersebut mulai tanggal 9-15 Juli ini.
"Memang keputusan KPI pusat dari rapat pleno. Dihentikan sementara tanggal 9 sampai 15 Juli," ucapnya saat di hubungi wartawan, Rabu (4/7).
Ditambahkan olehnya, surat pemberhentian tersebut dilayangkan kepada pihak ANTV pada hari Rabu (4/7) pagi. Namun KPI masih menunggu hak jawab dari pihak ANTV.
"Sudah tadi pagi (dilayangkan suratnya). Ya kita memberikan mereka untuk melakukan hak jawab. Itu saja," tukas Ezky yang mengaku salah satu penyebabnya adalah kasus 'Assalamu'alaikum'nya Olga.
Saat itu seorang penelepon menghubungi studio dan diterima oleh rekannya Julia Perez yang saat menyapa penelepon dengan ucapan salam. "Assalammu'alaikum," kata Jupe saat itu.
Namun Olga dengan maksud memancing tawa menimpali salam yang diucapkan Julia Perez dengan mengatakan, "Lu Assalammu'alaikum terus ah, kayak pengemis lu."
Para pengadu di situs KPI tersebut, menilai ada unsur pelecehan yang dilakukan oleh Olga dan meminta KPI untuk bertindak tegas. 
Tidak hanya sekali, lawakan Olga Syahputra berbuntut persoalan. Bahkan dirinya sempat dipanggil oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) setelah sebelumnya diprotes para penonton televisi dan juga Lembaga Swadaya Masyarakat pendamping korban pemerkosaan.
Saat ini guyonan Olga kembali dipermasalahkan. Dia dinilai mencela salah seorang penonton di Studio Dahsyat dengan kata-kata yang tidak patut diucapkan. Celaan itu bernada merendahkan seorang penonton yang diminta berdiri di depannya.
"Kalau dia (Gisel) mah lahir dari rahim ibunya, kalau lo dikebutin kayak bangs*t," ucap Olga seraya tertawa.
Pada Senin (25/6), Yahoo! OMG membuat sebuah jajak pendapat, "Sekian kali bercanda melebihi batas, apakah Olga masih bisa dimaafkan?". Hasilnya cukup mengejutkan.
Sampai tulisan ini diturunkan, dari 18.424 pembaca Yahoo! yang sudah mengikuti jajak pendapat ini, sekitar 15 ribu orang atau 83 persen dari mereka menyatakan TIDAK BISA MEMAAFKAN Olga Syahputra. Sementara sisanya, atau 17 persen di antara mereka MASIH MEMAAFKAN pelantun lagu "Hancur Hatiku" itu.

Seorang pembawa Yahoo!, Dedi, berkomentar bahwa jenis lawakan Olga termasuk konyol dan tidak mendidik. Pernyataannya itu didukung 144 jempol atas. Hanya dua jempol bawah yang tidak mendukung komentarnya tersebut.

Lain halnya dengan pembaca Yahoo! yang lain, Roy S. Dia menyatakan bahwa bukan Olga yang tidak bermutu. Justru para pemilik acara televisi itulah yang tidak memiliki pendidikan. Komentarnya ini didukung 55 jempol atas, dan ditolak 8 jempol bawah.




Pembangunan Jalan di Pacitan Tahun 2012

Pacitan, Jawa Timur dikenal sebagai kota yang mempunyai medan yang curam dan bertebing-tebing serta mempunyai akses jalan yang sempit dan berliku-liku serta rusak. Banyak wisatawan yang berkunjung ke Pacitan mengeluh akan akses jalannya terutama yang baru pertama kali menginjak bumi kelahiran Presiden RI ini.


Namun dengan banyaknya kritik masuk, tampaknya Pemerintah Kabupaten Pacitan mendengarnya, pasalnya saat ini mulai digenjot pembangunan dan pembenahan infrastruktur khusunya jalan.


Saat ini Pacitan menggarap jalan di jalan Pacitan-Tulakan(7/2012) yang merupakan akses jalan menuju Lorok dan Kabupaten Trenggalek, difokuskan pada pengaspalan ulang dan pelebaran jalan. tebing tebing tinggi di rabat dengan alat-alat besar, sehingga untuk pengguna jalan diharapkan berhati-hati dalam melewatinya.


Sebelumnya Pemerintah getol-getolnya memperbaiki jalan di jalur Tulakan-Ngadirojo(Lorok), sehingga saat ini jalur Tulakan-Lorok sudah bagus. dan ditunjang lagi dengan Jalur Pacitan-Tulakan yang sedang berlangsung diperbaiki. Serta ditunjang lagi dengan Jalur Lintas Selatan yang berlangsung dikerjakan pula.


Dengan pembenahan jalan di Pacitan ini diharapkan dapat meningkatkan sektor ekonomi Pacitan karena dengan jalan yang mudah dapat mempermudah pula mendistribusian suatu produk perusahaan, serta selain itu dapat menambah wisatawan berkunjung ke Pacitan karena nyaman dengan jalan yang bagus dan lebar walaupun berliku.


wonderful pacitan-Wonderful Indonesia

Gelontor Rp.3,5 M Untuk Program Pengembangan Infrastruktur Perdesaan


 
Pemerintah menggelontor anggaran senilai lebih dari Rp.3,5 milyar guna pengembangan infrastruktur desa. Dana tersebut merupakan alokasi Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) tahun 2012 yang diperuntukkan bagi 15 desa
Dikatakan Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan Edi Junan Ahmadi, untuk masing-masing desa akan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp.250 juta. Dana tersebut nantinya akan diperuntukkan bagi pengembangan infrastruktur pendukung perekonomian. Semisal, Jalan desa, irigasi, sarana air bersih dan sebagainya.

Karena bersifat stimulan, maka diharpakan  bantuan tersebut akan memunculkan inisiatif atau swadaya dari masyarakat. Sehingga, dapat lebih berkembang. Peran dari masyarakat ini sangat dibutuhkan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan pekerjaan, pengawasan hingga perawatan. Dengan model ini pula diharapkan sarana prasarana yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik.

Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) sudah berjalan sejak tahun 2005. Di Kabupaten Pacitan sendiri dari 171 desa/kelurahan, 48 diantaranya belum pernah menerima manfaat program tersebut. Ini karena, lebih disebabkan, desa/kelurahan dimaksud tidak masuk kriteria program. Salah satunya, angka kemiskinan, yang masih dibawah 25 persen.

Dari berbagai macam bidang pekerjaan program, sebagian besar telah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pengembangan infrastruktur jalan. Bagi desa/kelurahan yang telah mendapatkan alokasi anggaran, harus menunggu 3 tahun lagi untuk mengajukan kembali. Itupun, jika dalam evaluasi, kondisinya masuk kriteria yang ditentukan.

source : pacitankab.go.id

Minggu, 01 Juli 2012

Pacitan Ku - Pacitan Indah

Kabupaten Pacitan, Sebuah daerah yang terletaj di sebelah selatan yang berbatasan sebelah barat dengan Kab. Wonogiri (Jawa Tengah), Utara Kab. Ponorogo, timur dengan Kab. Trenggalek dan selatan bebatasan langsung dengan laut selatan.


Letak yang sangat stategis ini membuat Pacitan semakin lama semakin banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung. karen mempunyai banyak tempat-tempat wisata yang sangat indah dan menarik untuk dikunjungi. 


Diantaranya dari wisata Pantai ada Pantai teleng Ria, Srau, Klayar, dll. Dari wisata Gua ada Gua Tabuhan, Gua Gong yang termasuk Gua terindah se-Asia Tenggara.


Khususnya Pantai Teleng Ria, sekarang fasilitas yang ditawarkan semakin beragam. Dan baru-baru ini Pantai Teleng Ria memfasilitasi dengan tambahan wahana yaitu "Kampoeng Aeir Water Park" yang dapat memanjakan pengunjung dengan fasilitas renang serta papan luncur,dll.


Wonderful Pacitan, Wonderful Indonesia,,,,,

Atlet Angkat Besi Pacitan Unjuk Gigi di Jakarta


 
Kabupaten Pacitan dipastikan memberangkatkan 4 atlet muda dalam invitasi nasional angkat  besi di Jakarta, 25 sampai 26 Juni 2012. Mereka adalah Gusti Rahayu dan Joko Siswanto dari kelas 50 kilogram, Heri Hardianto kelas 69 kilogram serta atlet putri Safira di kelas 40 kilogram.
Ketua Persatuan Angkat Besi (PABSI) Kabupaten Pacitan, Anang Setiaji usai memberangkatkan para atlet di Klub Bina Satria Kecamatan Punung, Kamis (21/6/2012) mengatakan selama ini cabang angkat besi telah mendulang prestasi menggembirakan. Dalam Pekan Olah Raga Provinsi Jawa Timur tahun lalu misalnya, Pacitan berhasil menggondol 4 medali emas, 3 perak dan 8 perunggu.

Prestasi tersebut, tentunya menjadi modal dasar untuk terus mendulang sukses pada even di tingkat lebih tinggi. Bahkan, dalam Kejuaraan Nasional Remaja tahun depan, pihak PABSI meproyeksikan raihan juara pertama melalui atlet perempuan, Safira. Remaja yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP itu terus menjalani latihan intensif 5 hari sepekan.

Dibalik tingginya semangat para atlit junior menggembleng kemampuan, fasilitas yang masih ada sangat terbatas. Selain sarana latihan yang usianya relatif tua, para atlit juga belum mendapatkan suplemen memadai. Padahal, konsumsi gizi yang cukup berpengaruh positif bagi perkembangan fisik mereka.

Oleh karena itu, Anang Setiaji pun berjani akan terus mengupayakan bantuan baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi. Dari sisi pendanaan, anggarannya sudah masuk di pos APBD Kabupaten. Sedangkan untuk kebutuhan pembenahan sarana prasarana, PABSI sedang mengupayakan bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dalam beberapa event tingkat regional, angkat besi merupakan salah satu cabang olah yang berhasil mempersembahkan medali emas terbanyak selain sepak takraw dan catur. 

source : pacitankab.go.id