Selamat Datang di EXPOSE PACITAN dan Perbaharui Informasi Terbaru Untuk Anda di Sini, Terima Kasih Telah Berkunjung Semoga Bermanfaat

Rabu, 31 Oktober 2012

Dukung Miss Universe 2012-INDONESIA

Maria Selena

Ajang Kecantikan merupakan salah satu ajang terbesar di dunia dalam pencarian/penobatan wanita tercantik tingkat dunia. Ajang itu diikuti di lebih dari 80 negara. Salah satu ajang Kecantikan tersebut adalah Miss Universe yang dilaksanakan setiap setahun sekali.

Kriteria untuk menjadi pemenang bukan hanya dari parasnya yang cantik melainkan yang juga menjadi pertimbangan besar adalah kecerdasannya.Jadi Kulit putih,hitam,atau yang lainnya bukanlah penghalang untuk memenangkan Miss Universe ini. terbukti dengan menangnya Leila Lopez dari daratan Afrika yang mampu mengalahkan puluhan finalis utamanya kulit putih.

Miss Universe pada tahun ini 2012, akan segera digelar tak terkecuali ikut andil adalah INDONESIA sendiri dengan mengirimkan wakil yaitu Maria Selena kelahiran Semarang, Jawa Tengah. Untuk itu persiapan mental ataupun fisik harus terus dilatih Selena untuk bisa mendapatkan posisi yang menguntungkan yaitu masuk 15 besar seperti Artika Sari Devi pada Miss Universe 2005 beberapa tahun silam atau bahkan pada posisi yang lebih tinggi lagi, 5 besar ataupun The Winner.

Bagi yang ingin mendukung Maria selena melalui Vote, dapat diikuti di


Pantai Ngiroboyo, Paduan Wisata Dan Olah Raga Air

 
Sebagai daerah pesisir, kabupaten Pacitan banyak memiliki kawasan dengan panorama indah. Hanya saja, tidak semua wilayah pesisir tersebut telah terkelola. Selain karena keterbatasan infrastruktur, potensi wisata tersebut belum banyak dikenal
Pantai ngiroboyo misalnya. eksotika pantai diwilayah dusun Sambi desa Sendang Kecamatan Donorojo itu tidak hanya cocok untuk wisata, namun juga olah raga dayung. Pasalnya muara sungai Ngiroboyo yang membentang luas memberikan nuansa berbeda bagi penyuka tantangan.

Sadar akan potensi tersebut, pemerintah desa bersama masyarakat setempat Selasa (30/10) menggelar perlombaan dayung bebas di muara sungai Ngiroboyo. Cara tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mengenalkan pantai dan sungai Ngiroboyo sebagai kawasan wisata sekaligus sarana olah raga air. Menurut Kepala Desa Sendang Winarto, sungai Ngiroboyo  sendiri cocok untuk olah raga dayung karena kedalaman dan luas muara sungai sangat mendukung. Apalagi pengunjung juga dimanjakan dengan keindahan pantai dengan ombak landai.

Diakui Winarto, untuk akses menuju pantai Ngiroboyo memang cukup sulit. Selain turunan dan kelokan tajam, kondisi jalan juga belum semua baik atau masih jalan makadam. Namun demikian, masyarakat sangat berharap pemerintah dapat membantu perbaikan infratsruktur tersebut sehingga pengunjung dapat mudah mencapai lokasi. Lestari, salah seorang warga desa Sendang sangat berharap kawasan Ngiroboyo terkenal dan menjadi obyek wisata. Dengan semakin banyaknya peminat yang datang, maka warga yang selama ini hanya menggantungkan dari bertani dan mengolah nira menjadi gula kelapa, dapat mendapatkan keuntungan lain.

Tersedianya sumber daya alam serta dukungan masyarakat yang begitu kuat untuk menjadikan kawasan pantai Ngirboyo sebagai lokasi wisata dan olah raga air, mendapat dukungan bupati Pacitan Indartato. Saat tilik warga di Kecamatan Donorojo, bupati berkesempatan menghadiri lomba dayung di muara sungai Ngiroboyo. Bahkan, orang nomor satu di Pacitan itu sangat  mengapresiasi dan berharap, kegiatan tersebut menjadi agenda tahunan. Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab juga akan segera memperbaiki infrastruktur jalan hingga akhir 2013.

Bukan hanya kepada pihak terkait, bupati Indartato berharap partisipasi masyarakat untuk ditingkatkan. Begitu juga peran swasta dan mitra pemerintah. Lomba dayung bertajuk Ngiroboyo festifal ini diikuti oleh beberapa kelompok dan instansi baik pemerintah maupun swasta. Dalam kesempatan itu bupati Indartato dan rombongan, mencoba menyusuri sungai Ngiroboyo dari desa Sendang Kecamatan Donorojo, menuju hilir desa Dersono kecamatan Pringkuku.(Riz) 



Sabtu, 27 Oktober 2012

Bulan Bahasa Indonesia ke 84 di STKIP PGRI PACITAN 2012

Bulan bahasa Indonesia merupakan suatu moment yang sangat penting bagi jurusan PBSI atau Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia seluruh Indonesia, hal ini diadakan pula di Perguruan Tinggi di Pacitan sebagai peringatan setiap tahunnya.

Tepatnya Sabtu (27/10/2012) malam berlangsung Peringatan Bulan Bahasa yang ke 84 di Halaman tengah STKIP PGRI PACITAN dengan berbagai macam penampilan ditampilkan di dalamnya,diantaranya Musikalisasi Puisi, Drama, dll.

Diikuti oleh semua tingkat PBSI dari tingkat 1 sampai tingkat 7. Dengan adanya peringatan ini diharapkan dapat menambah kecintaan mahasiswa akan pentingnya Bhasa Indonesia. Apalagi  Bahasa Indonesia akan diusahakan menjadi bahasa Internasional.
Berbanggalah kita sebagai bangsa Indonesia serta jurusan PBSI.

Pemkab Pacitan Buka SMS Online Kritik Saran

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan meluncurkan inovasi baru guna lebih mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Terobosan jitu tersebut berupa layanan SMS online. Pusat pengaduan tersebut berguna menampung saran kritik dan segala permasalahan di masyarakat
Seperti dikatakan Bupati Pacitan Indartato, melalui SMS online, masyarakat dapat menyampaikan berbagai hal terkait proses pembangunan atau dinamisasi sosial di masyarakat. Semua pengaduan tersebut nantinya akan dinventarisir oleh Bagian Pengelola Data Elektronik (PDE) dan disampaikan kepada lembaga terkait untuk ditindak lanjuti. Tranparansi publik ini sendiri akan menjadi pijakan pemerintah memperbaiki kinerja sekaligus mempercepat proses pembangunan.

Bupati menegaskan ada beberapa hal yang ingin dilakukan jajaran birokrasi melalui gebrakan tersebut. Seperti sistem pemerintahan yang akuntable pada masyarakat. Sebab, pemerintahan ada karena rakyat. Sehingga semua kinerja harus dipertanggungjawabkan.

Lebih lanjut bupati Indartato menegaskan, Keterbukaan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan menjadi kewajiban. Ini karena, dalam penyelenggaraan pemerintahan belum tentu semuanya baik. Sehingga kritik dan saran dari masyarakat sangat dibutuhkan. BUpati Indartato mennyatakan, masyarakat yang akan menyampaikan berbagai hal dapat melalui nomor 0812 3013 0001. 

Masukan melalui pesan singkat dari masyarakat selanjutnya akan diolah oleh pejabat-pejabat terkait. Seperti staf ahli maupun asisten bupati. Hasil kajian berdasarkan masukan kemudian diteruskan ke dinas maupun istansi terkait. Selain itu, hasil kajian juga dilaporkan kepada sekda (sekretaris daerah), dan Bupati.(Riz)


Rabu, 24 Oktober 2012

Pelaksanaan UTS di SDN Padi 2

Pacitan- Ulangan Tengah Semester atau UTS telah dilaksanakan di tingkat SD Khususnya di Kec. Tulakan,Pacitan,JATIM. Tidak terkecuali SDN Padi II di Dsn. Watulumbung Ds.Padi,Tulakan yang mengadakan sejak Senin(22/10/2012) sampai kamis(25/10/2012). Berbagai macam mata pelajaran diujikan selama 4 hari berturut-turut.

Kelas 1 sampai 6 di tuntut untuk selalu belajar oleh para Guru Pengajar supaya nilai yang didapatkan pun memuaskan dan baik diatas standart. Karena jika nilainya kurang akan mempengaruhi hasil jumlah di Ujian Semester 2 nanti.
Dan saat foto ini diambil tepatnya hari Rabu(24/10/2012).
sebagian besar Guru telah mengoreksi hasil UTS para siswa yang telah dilaksanakan pada hari sebelumnya. Mulai dari Guru Agama,Bahasa Inggris,Guru Kelas 1 dan 3.
Semua Guru SDN PADI 2 mengharapkan nilai siswa dari hari kehari semakin naik dan mendapatkan nilai yang tinggi

Mataraman di Kab. Pacitan 2012


Sabtu, 20 Oktober 2012

PACITAN PHOTOGRAPHY SHOW (KLIC PACITAN 2012)

1 Tahun bersama KLiC ( Komunitas Lensa Indie Pacitan ) Penghoby-Pemakai-Pekerja Fotografer.

Ikuti  

PACITAN PHOTOGRAPHY SHOW
 
Peserta UMUM, Foto ( Karya bebas, tidak berbau SARA )
Tempat Pameran : TRIBUN ALUN-ALUN PACITAN
Pelaksanaan : 14 - 15 November 2012

Ketentuan foto : Ukuran minimal 10R (20x25) bepigura, jumlah foto TIDAK DIBATASI, 
Biaya per peserta Rp 20.000,
Fasilitas, MSF (Mini Seminar Fotografi), Hunting On The Spot, Piagam Penghargaan.
 
Batas pengumpulan Karya / foto : 7 November 2012, Pendaftaran bisa dilakukan di :
CP:
Pacitan Kota, Pacitan Barat : HENDRY SASMITHA 081359833112 Depan KLINIK Pelangi Husada / dekat bangjo samping warung Makan.
Pacitan Timur : EKO RUDIANTO, 081803401743 Kalikuning Tulakan,
Pacitan Utara : BAYU ROBBI 085259576777 HALMAHERA studio Tegalombo.

*APAPUN KAMERA (HP, POKET, ANALOG, DIGITAL, DSLR ) ANDA, JANGAN MALU UNTUK BERKARYA DAN BERBAGI*
 
 
 
sumber :  http://www.facebook.com/photo.php?fbid=516962618314774&set=o.292923634082306&type=1&theater

Rabu, 17 Oktober 2012

My Page




Ikuti berbagai informasi berita maupun video di Page saya,diantaranya :



YOUTUBE : http://www.youtube.com/frendifriend

4SHARED  : http://www.4shared.com/account/dir/XPapEgsN/_online.html

TWITTER : @frendifriend

FACEBOOK : http://www.facebook.com/frendis.tione

FACEBOOK PAGE/GROUP : http://www.facebook.com/PacitanUpdate (PACITAN UPDATE)

FACEBOOK PAGE/GROUP : http://www.facebook.com/pages/Obrol-Satelit/272660312761289 (OBROL SATELIT)

FACEBOOK PAGE/GROUP : http://www.facebook.com/groups/143174595792907/ ( OVJ)

FACEBOOK PAGE/GROUP : http://www.facebook.com/groups/427895140603481/ (PACITAN KOTA 1001 GOA)


FACEBOOK PAGE/GROUP : http://www.facebook.com/groups/173545342770641/ (GELANGGANG JUAL BELI )


BLOG : http://www.frendi-setiawan.blogspot.com
BLOG : http://www.frendi-setiawankids.blogspot.com
BLOG : http://www.frendi-setiawanentertain.blogspot.com

WIDESHOT METROTV : http://www.metrotvnews.com/wideshot/members/frendi%20setiawan%20p

EMAIL : frendifriend@yahoo.co.id

Antisipasi Imigran Gelap, Pemkab Pacitan Wacanakan Pendirian Kantor Imigrasi


 
Semakin dikenalnya kabupaten Pacitan sebagai daerah tujuan wisata, menjadikan kota Seribu Satu Goa ini banyak dikunjungi orang asing. Bahkan tidak hanya itu, kawasan Pacitan yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia, menjadi salah satu titik pilihan para imigran gelap
Seperti ditegaskan Kepala Kantor Imigrasi kelas II Madiun Hermansyah Siregar Selasa (16/10) saat sosialisasi UU nomor 6 tahun 2011 dan Rapat Koordinasi Tim Pengawas Orang Asing di Pacitan,  selama kurun waktu 2010 hinga 2012 sedikitnya telah terjadi 4 kali upaya penyelundupan imigran gelap asal negara timur tengah. Dari empat kali upaya ilegal tersebut, tiga diantaranya digagalkan di Pacitan sedangkan satu lagi ditangkap di kabupaten Ponorogo saat menuju Pacitan.

Mempertimbangkan fakta tersebut, Hermansyah Siregar memandang perlu adanya koordinasi yang intensif antar lintas sektoral. Salah satunya dengan  mengaktifkan Tim Pengawas Orang Asing (Pora). Dengan upaya tersebut, setiap kehadiran dan kegiatan orang asing disuatu wilayah dapat diketahui. Bahkan jika dirasakan perlu, pemkab dapat mengusulkan kepada Kementerian Hukum dan HAM untuk didirikan kantor imigrasi.

Menurut Bupati Pacitan Indartato, kehadiran orang asing tentu tidak semuanya ditanggapi negatif.Namun, ada sisi lain yang  menguntungkan. Terutama, berkaitan dengan sektor pariwisata. Hanya saja, upaya preventif juga harus dikedepankan agar tindakan ilegal terkait keberadaan orang asing dapat dicegah. Terkait kebutuhan kantor imigrasi di Kabupaten Pacitan, bupati memandang perlu.Hal itu didasari atas kondisi terkini dilapangan serta adanya potensi kerawanan.

Meski kewaspadaan terhadap keberadaan orang asing perlu, namun tandas bupati, kewenangan tim Pora di daerah hanya sebatas mengetahui dan mendata. Tindakan lebih jauh menjadi tugas dan wewenang pihak imigrasi. Acara sosialisasi undang-undang keimigrasian di Pacitan diikuti oleh sejumlah instansi terkait serta unsur Muspida dan Muspika. Hadir juga kepala wilayah pesisir serta tokoh masyarakat yang tergabung dalam kelompok pengawas masyarakat (Pokwasmas).(riz)



Kamis, 11 Oktober 2012

Program Grindulu Mapan Raih Penghargaan Innovation Government Award 2012

Inovasi program Pemerintah Kabupaten Pacitan dalam mendukung upaya menyejahterakan masyarakat melalui pemberian pelayanan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan daya saing daerah mendapat penghargaan tingkat nasional. Anugerah yang dinamakan Innovative Government Award 2012, diserahkan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi kepada Bupati Pacitan Indartato Senin 8 Oktober di Jakarta
Kabupaten Pacitan termasuk satu diantara 30 Kabupaten/Kota di tanah air yang berhasil memboyong penghargaan bergengsi tersebut. Kota 1001 Goa masuk nominasi terpilih melalui Program Gerakan Terpadu Menyejahterakan Masyarakat Pacitan (grindulu mapan) yang dicanangkan pada era pemerintahan Bupati Indartato dan Wakil Bupati Prayitno.

Menurut Bupati Indartato, konsep Grindulu Mapan diilhami kenyataan masih banyaknya penduduk miskin yang belum terjaring dalam pendataan yang dilakukan pemerintah pada tahun 2008. Warga kurang beruntung yang secara ekonomi tidak memiliki potensi untuk diberdayakan tersebut merupakan sasaran utama Grindulu Mapan.

Pemerintah daerah berupaya mengangkat derajat ekonomi mereka dengan mengucurkan bantuan untuk hidup sehari-hari. Harapannya, mereka dapat hidup lebih layak meskipun ditengah keterbatasan.

Terobosan Program Grindulu Mapan dimulai dengan aspek paling mendasar. Yakni kriteria penduduk miskin. Tentu saja kebijakan yang diterapkan tetap mengacu ketentuan dari pemerintah yang lebih atas. Berbagai indikator yang menjadi acuan menentukan kemiskinan selanjutnya dituangkan dalam peraturan bupati.

Kebawah, sosialisasi juga gencar dilakukan mulai tingkat kecamatan hingga RT. Harapannya, semua tingkat pemerintahan akan satu bahasa dalam menentukan kriteria penduduk miskin.

Program Innovative Government Award merupakan penghargaan tahunan yang diberikan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Tujuannya, untuk memotivasi Pemerintah Daerah agar senantiasa mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah sesuai dengan karakteristik masalah dan spesifikasi kebutuhan masyarakat.

Program Innovative Government Award mengedepankan 4 nilai strategis. Antara lain: memperkuat kemandirian daerah, membangun citra positif pemerintah daerah, mengharuskan pemerintah daerah untuk terus belajar dan mendorong peningkatan kinerja pemerintah daerah.(Pur/Riz)



sumber : http://pacitankab.go.id/berita/berita.php?id=960

Selesai Di Rehab, Gedung Sekolah Bantuan Pemerintah Jepang Diserah Terimakan

Pemerintah Jepang nampaknya semakin serius dalam membantu pemerintah Indonesia, untuk meningkatkan Mutu pendidikan. Terbukti berbagai bantuan terus dikucurkan untuk pembangunan gedung-gedung sekolah. Salah satu sarana pendidikan yang baru saj a diresmikan adalah MTs Muhammadiyah 05 di Kecamatan Tulakan
Serah terima gedung sekolah dilakukan Konjen Jepang Noboru Nomura kepada pihak lembaga. Noboru Nomura berharap keberadaan infrastruktur ini dapat memacu prestasi pendidikan di Pacitan. DIa juga sangat mengapresiasi upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan warga.

Wakil Pemerintah jepang yang berkedudukan di propinsi ini berharap, pendidikan di Indonesia, utamanya di tanah Kelahiran SBY terus ditingkatkan. Karena telah terbukti, kota seribu satu goa ini mampu melahirkan seorang Presiden. Keberadaan infrastruktur tandas Noboru sebenarnya dapat memacu meningkatkan mutu pendidikan, mamun semangat untuk terus maju, yang lebih penting.

Terpisah Bupati Indartato dalam sambutan peresmian MTS Muhammadiyah 05 kalikuning, mengapresiasi upaya yang dilakukan MTS yang memiliki 285 siswa tersebut. Bupati pacitan berharap, kerjasama dengan pemerintah jepang ini untuk terus berlanjut. Dilain pihak Pemerintah akan terus berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Pacitan agar lebih baik.

Perlu diketahui MTS Muhamadiyah 05 kalikuning, mendapat kucuran dana pembangunan gedung sekolah dari pemerintah jepang dengan nominal Rp. 811.412.00 atau yang terbesar di Pacitan , setelah bantuan untuk beberapa sekolah lain. Sejumlah dana tersebut digunakan untuk membangun 7 ruang kelas baru beserta isinya.

Dana yang direalisasikan tahun 2012 untuk MTS yang berdiri tahun 1971 ini, tidak didapat dengan mudah begitu saja. Namun telah melalui proses yang sangat panjang. Pihak sekolah harus berulang-ulang mengajukan usulan, dan memresentasikan kepada penghibah yang akhirnya disepakati untuk mendapatkan hibah tersebut.(Wan/Riz)



sumber : http://pacitankab.go.id/berita/berita.php?id=959

Jumat, 05 Oktober 2012

Malam di Kota Pacitan sekitar Aloon-aloon dan Masjid Agung 2012

Foto diambil, Jumat 05 Okt 2012

 Lampu Hias Taman Aloon-Aloon Pacitan

 Perempatan dekat Gazibu Pacitan

 Suasana malam di jalan depan aloon-aloon dan Gazibu

 Lampu Hias Hijau Baru di pinggir-pinggir jalan sekitar Aloon-aloon

  Lampu Hias Hijau Baru di pinggir-pinggir jalan sekitar Aloon-aloon

 Malam di Masjid Agung Pacitan

 Masjid Agung tampak dari depan




 Lampu Hias Hijau Baru di pinggir-pinggir jalan sekitar Aloon-aloon

Tiket KRL Gratis di Stasiun Bogor dan Cilebut Pukul 06.00-07.15 WIB

 Jakarta Sebagai kompensasi keterlambatan kereta karena gerbong yang anjlok semalam, PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) memberikan tiket KRL gratis. Tiket gratis bisa diperoleh mulai pukul 06.00 WIB di Stasiun Bogor dan Cilebut.



"Sebagai tanggungjawab bentuk kompensasi musibah kemarin, pagi ini PT KCJ memberikan tiket gratis khusus KRL CL di Stasiun Bogor dan Stasiun Cilebut mulai Pukul 06.00-07.15 WIB," demikian pernyataan PT KCJ, melalui akun twitter resminya @CommuterLine, Jumat (5/10/2012), pukul 05.30 WIB.

Evakuasi gerbong KRL yang anjlok di Stasiun Cilebut dinyatakan selesai. Rangkaian gerbong terakhir yang anjlok berhasil dievakuasi dan dibawa ke stasiun Depok.

Pihak Stasiun Cilebut pun memastikan jadwal perjalanan kereta akan kembali normal pagi hari ini. Perbaikan kecil yang dilakukan ditegaskan tak menganggu perjalanan KRL Jakarta-Bogor.

"Kita pastikan normal untuk besok, evakuasi sudah beres tinggal perbaikan kecil saja," kata Kepala Stasiun Cilebut, Nur samsu, ketika ditanyai detikcom, Kamis (4/10/2012), tengah malam.


Hindari Konflik Perbatasan, Warga Manfaatkan Sumber Air Bersama


 
Kemarau panjang bagi sebagian masyarakat di kabupaten Pacitan, tidak hanya soal air bersih. Namun, keberadaan sumber air di wilayah rawan kekeringan juga berpotensi memicu konflik
Kasatpol PP Pacitan Widi Sumardji menuturkan, kondisi seperti ini  rawan terjadi pada sumber-sumber air di wilayah perbatasan. Salah satunya wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah).  Diwilayah tersebut, sumber air  yang ada masuk wilayah Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, Jateng. Namun, karena menjadi satu-satunya sumber air yang masih mengalir, tak jarang warga dari wilayah Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan mengambil air di sumber itu. Sehingga membuat posisinya cukup penting.

Menurut Widi, Jika tidak segera dilakukan pendekatan secara persuasif, bukan tidak mungkin lambat laun hal tersebut dapat memicu konflik dengan warga lokal. Untuk itu Satpol PP Kabupaten Pacitan telah melakukan kordinasi dengan Pol PP kabupaten tetangga guna tindakan pencegahan Hasilnya, disepakati sumber air tersebut dapat digunakan oleh warga di dua daerah bertetangga itu.

Bagi kawasan Pacitan barat, berkurangnya  catu air bersih saat kemarau datang menjadi fenomena tiap tahun. Meskinem, warga Donorojo mengaku saat puncak kemarau, warga biasa menempuh perjalanan jauh bahkan dengan medan sulit untuk mendapatkan air bersih. Kendala itu sedikit terjawab, dengan pembagian air bersih yang dilakukan pemerintah daerah sejak beberapa tahun terakhir.

Seperti diketahui, wilayah Kecamatan Donorojo merupakan salah satu wilayah langganan kekeringan di kawasan Pacitan barat. Saat musim kemarau seperti sekarang ini warga biasanya hanya mengandalkan pasokan air dari bantuan pemerintah daerah atau membeli per tangki dengan harga mencapai ratusan ribu rupiah. Selain Kecamatan Donorojo, dua kecamatan lain diperbatasan dengan Jateng juga mengalami kondisi serupa. Yakni Kecamatan Punung dan Pringkuku.(Riz)

Rabu, 03 Oktober 2012

Jelang Idul Adha, Harga Ternak Mulai Melonjak


 
Meski hari raya idul adha masih sekitar sebulan lagi, namun harga hewan kurban di Pasaran Pacitan telah merangkak naik. Kenaikan itu diperkirakan akan semakin melambung sampai mendekati hari H idul qurban
Di pasar hewan kabupaten pacitan, baik sapi maupun kambing serta domba jumlah kenaikanya lumayan besar. Berkisar antara 10 hingga 15 persen. Pujianto salah satu pembeli dari kecamatan Kebonagung mengaku, kenaikan harga tersebut terjadi, selain karena harga jual pakan yang naik, juga karena faktor meningkatnya permintaan jelang hari raya.

Pujianto menuturkan, jika sebelumnya seekor sapi dijual dengan harga 5 juta rupiah/ kini naik menjadi 6-6,5 juta rupiah. Akibatnya banyak pembeli maupun pedagang terpaksa mengurangi jumlah pembelian ternak untuk menyesuaikan harga. Pujianti sendiri hanya dapat membeli satu lembu dari dua lembu yang rencananya akan dibeli. Sisanya dibelikan kambing untuk keperluan kurban.

Khusus untuk harga kambing maupun domba kenaikanya tak sebesar sapi. Satu ekor kambing atau domba dewasa diharga antara 900 hingga 1 juta rupiah. Kenaikanya sendiri berkisar antara 200-500 ribu rupiah per ekor.

Kecenderungan kenaikan harga ternak biasa terjadi saat menjelang hari raya idul adha. Slamet petugas loket pasar hewan Pacitan mengatakan, selain karena kebutuhan masyarakat yang meningkat hal itu juga dipengaruhi oleh banyaknya permintaan dari luar kota.

Selain warga dan pedagang dari kabupaten pacitan, pasar hewan yang berada di desa  semanten ini juga menjadi jujukan pedagang dari luar daerah. seperti kabupaten ponorogo dan wonogiri, jawa tengah hingga Jakarta.(Riz)

KUB Kali Uluh III Kecamatan Kebonagung Masuk Penilaian Nasional


 
Kelompok nelayan Kali Uluh 3 kabupaten Pacitan mampu menorehkan prestasi dengan mewakili Jawa Timur dalam lomba bidang perikanan Adi Bhakti Mina Bahari tingkat Nasional. Kelompok nelayan dari Desa Klesem Kecamatan Kebonagung tersebut merupakan kelas pemula yang berhasil mengoptimalkan kegiatan kelompok, baik dalam pembenahan organisasi, peningkatan SDM maupun inovasi tekhnologi serta pengembangan usaha
Menurut Ketua Tim Penilai dari kementerian kelautan Perikanan Bidang Perikanan Tangkap, Eko Heroning Selasa (2/10), KUB 3 Kali Uluh merupakan satu diantara 24 KUB se INdonesia yang masuk nominasi penilaian tingkat nasional. Meski masih ada yang perlu pembenahan, namun sebagai kelas pemula kelompok nelayan ini sudah menunjukkan perkembangan yang baik. Terutama dalam hal administrasi kelompok.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Pacitan Mulyono saat membacakan sambutan Bupati Pacitan indartato mengatakan, pemerintah kabupaten Pacitan terus berupaya memberikan pembinaan terhadap para nelayan untuk memberikan motivasi agar mampu swadaya memenuhi keb
utuhan bersama. Bentuknya berupa pelatihan dan permodalan yang terjangkau bagi masyarakat. 

Hanya saja memang diakui Bupati masih banyak persoalan yang membutuhkan penanganan dalam membangun bidang kelautan dan perikanan. Diantaranya, orientasi Mataraman dalam pembangunan wilayah, aktifitas nelayan yang terbatas satu hari berlayar, terbatasnya infrastruktur utamanya jalan serta semakin menurunya sumber daya ikan serta banyak lagi lainya.

Nelayan di Kabupaten Pacitan sendiri saat ini terdata sebanyak 3.840 orang, 1.026 diantaranya nelayan andon. Adapun njumlah armada kapal sebanyak 1.472 unit dengan ukuran  kebanyakan sebatas 10 GT. Dengan potensi tersebut, produksi perikanan tangkap kabupaten Pacitan tahun 2011 mencapai 6.317 ton dengan komoditi utama tuna dan cakalang. (Rif/Riz)


source : 
http://pacitankab.go.id/berita/berita.php?id=953

Senin, 01 Oktober 2012

Dilepas Bupati, 150 CJH Pacitan Berangkat ke Tanah Suci


 
150 calon jamaah haji kabupaten Pacitan Sabtu (28/9) malam, bertolak dari Pacitan untuk selanjutnya berangkat ke tanah suci melalui embarkasi Surabaya. Para tamu Allah Pacitan tergabung dalam kloter 26 bersama dengan CJH dari Kabupaten Madiun, JOmbang dan Sebagian KOta Surabaya
Rombongan berangkat dari Pacitan jam 21.30 dilepas bupati Pacitan Indartato dari pendopo kabupaten. Suasana haru begitu terasa saat rombongan diangkut bus menuju asrama haji Sukolilo surabaya paling lambat tiba jam 06.00 w i b. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, upacara pemberangkatan CJH ini hanya dapat diikuti sebagian keluarga yang telah memiliki tanda khusus. Sedangkan yang lain harus rela berada di luar komplek pendopo.

Dalam pesanya Bupati Pacitan Indartato berharap CJH Pacitan menjaga kondisi kesehatanya dan berharap dapat menjalankan ibadah wajib dan sunah dengan tenang, sehingga nanti mendapat predikat haji yang mabrur.

Sebelum diberangkatkan ke tanah suci, calon jamaah haji telah melalui berbagai tahapan. Mulai administratif hingga tes kesehatan. Khusus di kesehatan, mereka telah melakukan cek yang dibuktikan dengan surat keterangan dari Puskesmas. Tidak itu saja, pemeriksaan ulang juga dilakukan di RSD Pacitan. Mereka juga mendapat dua kali vaksinasi, yakni meningitis dan influnza seperti yang disyaratkan pemerintah Arab Saudi. (Riz) 


source : www.pacitankab.go.id