Selamat Datang di EXPOSE PACITAN dan Perbaharui Informasi Terbaru Untuk Anda di Sini, Terima Kasih Telah Berkunjung Semoga Bermanfaat

Sabtu, 29 Desember 2012

Pemerintah Pacitan Gelontor Milyaran Rupiah Untuk Kembangkan Potensi Kelautan

 
Pemerintah terus berupaya membangun sektor kelautan agar potensi bahari tersebut mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.Selain dengan memberikan ketrampilan bidang perikanan kepada masyarakat nelayan, pembangunan infrastruktur terus dilakukan
Menurut bupati Pacitan Indartato, potensi laut pacitan sangat besar. Apalagi dari 12 kecamatan di kota seribu satu goa ini lebih dari separuhnya adalah kawasan pesisir. Hal itu disampaikan bupati saat peringaan hari Nusantara di Pelabuhan Perikanan Tangkap (PPI) Tamperan Jum\'at (28/12).

Guna meningkatkan produksi, pemerintah tahun ini menggelontor bantuan pembangunan bidang perikanan yang jumlahnya mencapai milyaran rupiah. Seperti, bantuan kapal tangkap ikan kapasitas 30 GT kepada 5 kelompok nelayan Pacitan. Dengan kapal besar ini bupati Indartato berharap nelayan pacitan berkembang modern melaut dengan kapal besar. Sehingga dapat bersaing dengan nelayan pendatang (Andon).

Dikaui Indartato, kabupaten Pacitan sampai saat ini belum memiliki tempat penampungan ikan sementara yang memadai. Sehingga jika produksi melimpah cukup menjadi kendala. Untuk itu kedepan Pemkab akan berupaya membangun fasilitas tersebut baik melalui permohonan ke pemerintah pusat maupun kerjasama dengan swasta.

Selain membangun perikanan modern, pemerintah daerah juga gencar membangun infratsruktur pendukung bagi nelayan tradisional. Menurut Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Pacitan Fatkhurodzi, banyak jalur-jalur sirip yang telah dibuka untuk jalur sandar nelayan. Begitu juga dengan sarana labuhnya. Dengan infrasruktur memadai, aktifitas nelayan akan lancar sehingga pendapatan juga meningkat.

Dalam kesempatan itu pula bupati menyerahkan bantuan lain berupa pengembangan usaha mina pedesaan (PUMP) untuk 20 kelompok senilai Rp.2 milyar, bidang budidaya untuk 23 kelompok senilai Rp.1,4 milyar serta bantuan P2HP untuk 12 kelompok senilai lebih dari Rp.500 juta.(Riz)


sumber : http://pacitankab.go.id/berita/berita.php?id=996

Jumat, 28 Desember 2012

Santri Ponpes Hilang Tergulung Ombak Pantai Pancer

Pacitan - Seorang remaja hilang ditelan ombak Pantai Pancer, Pacitan, Kamis (27/12/2012) pagi. Miswari (15) warga Karangasem, Paciran, Lamongan tenggelam saat berenang bersama 7 rekannya. Santri Ponpes Iskarima, Karangpandan, Karanganyar, Jateng itu hingga saat ini masih dalam pencarian.



Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, korban merupakan anggota rombongan yang mengadakan kemah di ujung timur Teluk Pacitan. Rombongan sejumlah 79 orang tiba Rabu (26/12/2012) sekitar pukul 13.00 WIB. Jumlah itu terdiri dari 74 orang santri dan 5 ustadz.

"Karena sudah bebas (tidak ada jadwal) pagi ini kami berenang di pantai," kata Muadz (15) seorang korban selamat kepada detiksurabaya.com di lokasi.

Awalnya jumlah santri yang berenang sebanyak 7 orang. Baru beberapa menit berada di air, tiba-tiba datang ombak besar yang membuat mereka tercerai berai. Tidak itu saja gelombang juga menenggelamkan beberapa dari mereka.

Mengetahui rekannya tergulung ombak, rekan mereka yang lain yang berada daratan berusaha menolong. Namun lantaran kuatnya hempasan air, mereka pun tak kuasa menyelamatkan tubuh para korban.

Akibat kejadian tersebut, korban Miswari dinyatakan hilang. Sedangkan seorang korban selamat atas nama Fatih (12) warga Ciamis, Jawa Barat dilarikan ke RSUD setempat dalam kondisi kritis.


SUMBER :http://surabaya.detik.com/read/2012/12/27/091401/2127549/475/santri-ponpes-hilang-tergulung-ombak-pantai-pancer?y990101mainnews

Selasa, 25 Desember 2012

Seorang Nelayan Tewas Tersambar Petir

 Indramayu: Sebuah perahu tradisional tersambar petir saat mencari ikan di perairan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (25/12). Satu dari lima nelayan yang berlayar pada saat itu tewas.

"Korban tewas bernama Nuryana. Ia berangkat melaut Senin malam bersama nelayan lain, yaitu Dulwahab, Wartin, Rudi, Sugianto dan Dedi," ucap Dedy Aryanto, Manajer Pelelangan Ikan Glayem.

Di tengah pencarian ikan, para nelayan terjebak hujan deras disertai petir di perairan Juntinyuat. 

Dedi, salah satu korban selamat, menceritakan pengalaman mencekamnya. Petir tiba-tiba menyambar perahu saat ia dan empat rekannya menebar jaring. 

"Korban Nuryana tewas akibat luka yang cukup parah," tambah Dedy.(Ant/wtr6)


sumber : http://www.metrotvnews.com/read/news/2012/12/25/118822/Seorang-Nelayan-Tewas-Tersambar-Petir/6


Kata-Kata Mutiara ( Campuran )


  1. Kesadaranmu benar-benar kutunggu sampai kau benar-benar tahu```
    Semua terlakukan sesuai dengan arah jalan yang telah berjalan```
  2. Kesetiaan dan Kepercayaan bagaikan puncak himalaya yang suxar digapai namun sangat berharga tuk dicapai.hadang rintang dijalan menjadi penyedap dalam setiap pengorbanan .penggapaian yang melelahkan menghasilkan kebahagian yang sesungguhnya```
  3. setiap langkah yang kita arungi mencoba menjadi kompas harus kemanakah kita berjalan```banyak arah dalam kehidupan namun kejelian dan kekuatan diri penunjuk jalan yang benar```
  4. terkadang kau bercerita sekaligus tak secara langsung sebuah permintaan```
    namun terkadang pula kamu tak menyadari jika setalahnya apa yang kamu minta itu diberikan dari orang yang kamu ajak cerita tersebut```

By : Frendi Setiawan Pradikdo

Sabtu, 22 Desember 2012

Tiga Parpol Gagal Lolos Verifikasi


 
KPU Kabupaten Pacitan akhirnya menyelesaikan proses Verifikasi faktual partai politik calon peserta pemilu 2014. Dari 16 partai politik yang mengikuti verifikasi di kabupaten Pacitan, hanya 3 yang dinyatakan tidak memenuhi syarat
Ketiganya adalah Partai Demokrasi Pembaharuan, Partai Persatuan nasional dan Partai Kebangkitan Bangsa Indonesia Baru. Menurut Ketua KPU Kabupaten Pacitan Damhudi, penyebab gagalnya ketiga partai politik tersebut dalam proses verifikasi karena tidak mampu memenuhi syarat administrasi dan dukungan. Seperti, keterwakilan perempuan, kepengurusan, jumlah dukungan maupun alamat kantor.

Damhudi menambahkan, untuk sah dan tidaknya hasil verifikasi bergantung pada data yang diserahkan partai politik itu sendiri. Dalam melakukan tahap tersebut pihaknya telah berjalan sesuai aturan.

Selain 3 partai politik yang dinyatakan tidak lolos, terdapat dua partai politik lain yang tidak melakukan verifikasi di Pacitan. Keduanya adalah partai Bulan Bintang dan Partai Keadilan sejahtera.Sedangkan 18 partai yang direkomendasikan dewan kehormatan penyelenggara pemilu KPU pusat saat ini masih proses verifikasi.(Riz/Pur)

sumber ; http://pacitankab.go.id/berita/berita.php?id=995

Rabu, 19 Desember 2012

Pacitan Kampung Halaman SBY Diguncang Gempa


Pacitan Kampung Halaman SBY Diguncang GempaTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -
 Pacitan, kampung halaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diguncang gempa sore ini, Selasa (18/12/2012).
Kabupaten di Jawa Timur ini berdasarkan situs Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) diguncang gempa  berkekuatan 5,2 skala richter (SR).
Gempa terjadi sekitar pukul 17.49 WIB dimana titik gempa berada di 114 kilometer Pacitan. Gempa berada pada titik 9.15 lintang selatan dan 111.29 bujur timur dengan kedalaman 16 kilometer arah tenggara.
Gempa diinformasikan tidak berpotensi tsunami.  Dan sampai berita ini diturunkan belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa atas gempa itu.
Pacitan memang dikenal kampung halaman SBY yang juga lahir di Pacitan 9 September 1949 lalu.
Kabupaten Pacitan terletak di ujung barat daya Provinsi Jawa Timur. Wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Ponorogo di utara, Kabupaten Trenggalek di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah) di barat. Sebagian besar wilayahnya berupa pegunungan kapur, yakni bagian dari rangkaian Pegunungan Kidul.

sumber : http://www.tribunnews.com/2012/12/18/pacitan-kampung-halaman-sby-diguncang-gempa

Rabu, 12 Desember 2012

Bupati: Menuju Wajar 12 Tahun, Siswa Miskin Pun Harus Sekolah


 
Kabupate Pacitan bertekad mewujudkan wajib belajar 12 tahun untuk masyarakat Pacitan. Untuk itu, peran dari semua pihak sangat diharapkan bukan hanya pendidik namun juga orang tua dan swasta
Demikian pernyataan bupati Pacitan Indartato Rabu (12/12), saat penyerahan bantuan pendidik oleh salah satu perusahan jasa penerbangan kepada siswa siswi tidak mampu jenjang SD/MI di Pacitan. Pemkab sendiri terus berupaya agar anak-anak di Pacitan dapat bersekolah tidak hanya dikota saja namun juga sampai pelosok.

Meski bupati mengaku masih banyak anak-anak dari keluarga tidak mampu kesulitan untuk menempuh pendidikan dasar, namun pihaknya akan terus berupaya. Baik dengan motivasi langsung kunjungan ke sekolah-sekolah pelosok maupun dengan pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan. Bahkan, untuk menunjang program tersebut, pemkab mulai tahun anggaran 2013 telah mengalokasikan anggaran khusus untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu agar dapat menempuh pendidikan

Bupati Indartato menambahkan, saat ini jumlah penduduk miskin di kabupaten Pacitan masih 17 persen. Angka partisipasi sekolah untuk PAUD baru 42 persen dan SLTA sederajat baru 63 persen. Meski jenjang SD hingga SMP cukup berimbang dengan angka nasional namun masih banyak infrastruktur yang butuh perhatian. Semisal gedung SD/MI yang rusak hingga perlunya pengadaan gedung baru untuk sekolah SMP yang masih berstatus satu atap.

Bantuan pendidikan dari salah satu BUMN ini berupa buku daur ulang untuk siswa siswi SD/MI sebanyak 115.900 buah serta 13 unit komputer.Bupati berharap, bantuan tersebut dapat menunjang dan memotivasi anak untuk giat belajar sehingga wajib belajar 12 tahun dapat tercapai.(Riz)


sumber : http://pacitankab.go.id/berita/berita.php?id=992

Dorong Program Pro Rakyat, Bupati Tunjuk Kelompok Posdaya Sidoharjo Menjadi Rujukan


 
Perkembangan pos pemberdayaan masyarakat (Posdaya) dikabupaten Pacitan semakin membanggakan. Sampai saat ini telah berdiri sebanyak 2030 kelompok posdaya tersebar di seluruh kabupaten Pacitan
Atas keberhasilan ini, bupati Pacitan Indartato, berharap keberadaan posdaya dapat membantu masyarakat terutama yang tidak mampu, mandiri memenuhi kebutuhan keluarga. Hal itu disampaikanya, usai acara silaturahmi bersama warga dan kelompok posdaya lingkungan Plelen Kelurahan Sidoharjo Selasa (12/12).

Bupati bahkan menunjuk kelompok posdaya lingkungan Plelen kelurahan Sidoharjo untuk menjadi rujukan program yang digagas Pelopor  keluarga berencana (KB) Prof Dr Haryono Suyono itu. Penilaian orang nomor satu di Pacitan itu bukanya tanpa alasan. Kelompok Posdaya lingkungan Plelen telah berkembang pesat dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat, dan meraih penghargaan terbaik tingkat kabupaten.

Penunjukkan lingkungan Plelen sebagai posdaya rujukan bertujuan untuk memotivasi desa-desa lain untuk lebih giat menjalankan program serupa. Kedepan tandas Bupati, setiap kecamatan harus memiliki posdaya rujukan sendiri.

lebih lanjut Bupati berharap, program-program pro rakyat mendapat porsi lebih. Hal ini sangat penting untuk mengejar ketertinggalan. Apalagi masih banyak warga masyarakat Pacitan yang berada dalam garis kemiskinan. Seperti, melalui program gerakan terpadu menyejahterakan masyarakat Pacitan (Grindulu mapan). Program ini menjaring masyarakat kurang mampu yang belum tersentuh melalui program lain. Sasaran utama adalah warga non produktif dengan bantuan raskin gratis serta bantuan pendidikan untuk anak usia sekolah dari keluarga tidak mampu.

Adanya program Grindulu Mapan maupun posdaya diharapkan menjadi  pemutus mata rantai kemiskinan di kabupaten Pacitan menuju masyarakat sejahtera. Untuk itu, bantuan harus tepat sasaran melalui pendataan yang teliti dengan melibatkan perangkat desa dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). (Riz)

sumber : http://pacitankab.go.id/berita/berita.php?id=991

Frendi Setiawan Pradikdo (Foto Baru November 2012)


maaf Admin Blog ijin narsis di Blog sendiri````:) Harap maklum``````hhe

Foto ini diambil di PLTU Sudimoro Pacitan dan Pelang Serta Alun-alun Trenggalek, Jawa Timur


PLTU Sudimoro, Pacitan

Perbatasan Pacitan-Trenggalek

Pantai Pelang, Trenggalek

Pantai Pelang, Trenggalek

Pantai Pelang, Trenggalek

Pantai Pelang, Trenggalek

Pantai Pelang, Trenggalek


Pantai Pelang, Trenggalek

Pantai Pelang, Trenggalek

Pantai Pelang, Trenggalek

Pantai Pelang, Trenggalek

Pantai Pelang, Trenggalek

Alun-alun Kab.Trenggalek Jawa Timur

Alun-alun Kab.Trenggalek Jawa Timur

Alun-alun Kab.Trenggalek Jawa Timur

Alun-alun Kab.Trenggalek Jawa Timur

Berdekatan Dengan Pemilukada, 118 Desa Gelar Pilkades Serentak 2013


 
Kabupaten Pacitan akan menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di tahun 2013. Selain karena masa jabatan kepala desa (Kades) yang habis bersamaan, waktu pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jawa Timur yang berdekatan juga menjadi alasan. Ditambah lagi, pemilu 2014 yang sudah diambang pintu
Demikian dikatakan Bupati Pacitan Indartato Senin (10/12), disela pelantikan Kepala Desa Terpilih 2012, di pendopo Kabupaten.Menurut Bupati,pelaksanaan Pilkades serentak ini dinilai lebih efektif agar tidak terjadi kekosongan pimpinan. Hiruk pikuk pesta demokrasi secara tidak langsung akan memengaruhi sosial masyarakat.Sehingga, keberadaan kepala desa diharapkan dapat menciptakan situasi yang kondusif.

Menurut Bupati, tahun 2013 nanti ada 118 kepala desa yang habis masa jabatanya. Dari jumlah itu sebagian besar purna di bulan Juni dan sebagian lainya di bulan Mei.Guna aefisiensi waktu  maka pemilihan kepala desa akan sesegera mungkin dilaksanakan. Apalagi tidak ada aturan atau himbauan khusus dari provinsi, agar pelaksanaan pilakdes ditunda sementara untuk pelaksanaan pilkada.

Hal senada disampaikan Kabag Administrasi Pemerintahan Umum Setda Pacitan Sanyoto. Pelaksanaan pilkades akan dilaksanakan serentak sesuai mekanisme yang berlaku. Bahkan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran bantuan pelaksanaan pilkades tersebut dalam APBD 2013. Jumlahnya sendiri berkisar mulai Rp.5 juta hingga paling banyak Rp.8 juta menyesuaikan jumlah jiwa pilih masing-masing desa penyelenggara

Pelaksanaan pilkades serentak selain lebih efektif dan efisien, juga bertujuan menciptakan pesta demokrasi yang jujur. Dengan waktu yang bersamaan diharapkan tidak ada upaya curang yang dilakukan oleh oknum tertentu yang dapat mencederai hasil pemilu, seperti perjudian.

Kepala desa terpilih  yang dilantik bupati adalah kepala desa Sugihwaras kecamatan Pringkuku, Kepala desa Kayen kecamatan Pacitan, Kepala desa Borang Kecamatan Arjosari, Kepala desa Bangunsari kecamatan Bandar serta kepala desa Sidomulyo kecamatan Ngadirojo. (Riz)


sumber : http://pacitankab.go.id/berita/berita.php?id=990

Jumat, 07 Desember 2012

Bupati: Thiwul Kuliner Khas Pacitan


 
Bagi masyarakat Pacitan, mendengar kata Thiwul mungkin sudah biasa. Apalagi kota berjuluk Seribu Satu Goa ini memang terkenal dengan produksi gaplek, bahan dasar nasi thiwul. Hanya saja, dalam pemanfaatanya, memasak thiwul hanya untuk selingan atau pengganti nasi dari beras. Padahal, jika diolah dengan berbagai kreasi dan rasa hasilnya akan lain
Seperti yang ditunjukkan para pejabat teras lingkup pemerintah kabupaten (Pemkab) Pacitan Selasa (27/11). Seakan ingin menunjukkan kepiwaianya dalam mengolah makanan khas Pacitan ini, bupati beserta unsur muspida dan kepala SKPD saling berlomba mengolah nasi thiwul menjadi nasi goreng spesial. Yang lebih menarik lagi, meski didampingi para istri, namun para pejabat yang setiap hari berkutat dengan pekerjaaan kantor harus menyiapkan bumbu dan mengolah sendiri bahanya. Tak ayal, bermacam rasa pun tercipta dari perlombaan yang digelar oleh Dharma Wanita kabupaten dalam rangka memperingati hari Korpri. Mulai kebanyakan garam alias asin, rasa pedas membakar hingga hambar nyaris tanpa rasa.

Meski demikian, Kegiatan ini mendapat apresiasi Bupati Indartato. Bahkan, Orang nomor satu di Pacitan itu ingin, nasi thiwul menjadi varian kuliner di rumah sendiri. Selain karena kandungan gizinya yang tidak jauh berbeda dengan nasi, sumber pangan tersebut juga dapat menjadi penyeimbang makanan pokok. Sehingga, ketercukupan pangan di masyarakat akan terpenuhi. Bupati berharap, Thiwul tidak sekedar menjadi makanan kelas dua, Namun juga digemari banyak kalangan maupun saat jamuan makan pejabat penting.

Sementara itu, sebagai penyelenggara, ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Mulyati Mulyono mengungkapkan, selain ingin mengangkat thiwul sebagai salah satu kuliner khas Pacitan, acara ini juga bertujuan memadukan kekompakan suami istri para pejabat yang mungkin jarang berkumpul akibat kesibukan pekerjaan.Hubungan yang harmonis dalam keluarga akan memberikan pengaruh positif bagi suami maupun istri serta pekerjaan.

Keluar sebagai pemenang dalam lomba tersebut kepala dinas Kelautan dan Perikanan Fatkhurrodzi dan istri, juara dua sekretaris daerah (Sekda) Mulyono dan istri serta juara tiga diraih Sunaryo dan istri, kepala dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA). Sedangkan bupati Pacitan bersama Ny. Luki Indartato hanya dapat meraih juara favorit sebagai penampil terbaik. (Riz)


sumber :http://pacitankab.go.id/berita/berita.php?id=985 

Pancaroba, Bupati Imbau Camat Dan Kades Waspadai Ancaman Bencana


 
Memasuki musim penghujan yang semakin intens, msyarakat diimbau untuk mewaspadai ancaman bencana alam. Seperti banjir serta tanah longsor. Apalagi hampir semua wilayah di kabupaten Pacitan berpotensi terhadap kejadian alam tersebut
Bupati Pacitan Indartato bahkan minta kepada para pemangku wilayah seperti Camat dan kepala Desa untuk waspada serta mencermati titik rawan bencana di daerahnya. Sejumlah peralatan kedaruratan telah disiapkan dimasing-masing wilayah untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Seperti, gergaji mesin, tambang serta peralatan ringan lain.

Begitu juga dengan Dinas instansi terkait. Dibeberapa titik longsor, bupati minta agar disiagakan alat berat. Terutama pada jalur utama serta jalur penghubung ekonomi. Tujuanya agar jika sewaktu-waktu terjadi longsor cepat tertangani sehingga tidak sampai memutus jalur transportasi.

Sementara itu kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Tri Mudjiharto mengatakan, meski sampai saat ini belum ada laporan kejadian bencana alam namun pihaknya telah intensif melakukan koordinasi dengan kecamatan. Bahkan, untuk kedaruratan dimasing-masing posko kecamatan telah tersedia 20 paket sembako untuk mempermudah distribusi.

Selain banjir dan tanah longsor yang setiap saat mengancam dimusim penghujan, yang juga harus menjadi kewaspadaan saat ini tandas Tri Mudjiharto adalah angin kencang serta petir. Ini karena saat ini baru memasuki musim pancaroba. Sedangkan puncak musim penghujan sendiri dipridiksi baru akan terjadi Januari mendatang. (Riz)


sumber : http://pacitankab.go.id/berita/berita.php?id=989

Senin, 03 Desember 2012

(Goa Gong Pacitan) Di Gua Ini, Traveler Bisa Mendengar Dentuman Gong Alam


rembesan air yang mengering pada stalaktit dan stalakmit berkilau seperti berlian

detikTravel Community - 
Keringat yang bercucuran tak ada bandingannya dengan panorama Goa Gong di Pacitan yang memesona. Di sinilah, wisatawan bisa mendengar dentuman dari gong alam yang sudah tersohor.
Tak heran bila Pacitan berjuluk Kota 1001 Goa. "Di Pacitan sebenarnya banyak sekali goa yang indah. Hanya beberapa goa yang berhasil dibuka sebagai objek wisata. Goa yang lain masih 'tersembunyi' karena medannya cukup sulit dijangkau," kata Tante Sri menerangkan. 
Pacitan merupakan dataran yang dikelilingi oleh rangkaian pegunungan kapur. Perjalanan menuju Pacitan pun diwarnai dengan pemandangan bebatuan alam di kanan dan kiri jalan. Akses menuju Pacitan melalui Ponorogo terasa menarik. Jalanan yang berkelok dengan tanjakan dan turunan yang seakan tidak ada habisnya mengiringi roda kendaraan menyusuri sungai bebatuan granit besar berserakan di antara gunung-gunung. 
Pagi itu perjalanan dimulai dengan starting point dari rumah Tante Sri di sekitar Alun-Alun Pacitan. Setelah berdiskusi dengan Om Joko, suami Tante Sri, akhirnya kami mengambil rute perjalanan menuju Goa Gong melalui Desa Dadapan yang akses jalannya lebih landai. Meskipun jarak dan waktu tempuhnya lebih jauh bila dibandingkan melalui jalan Desa Sedeng, yang memiliki sudut kemiringan jalan dan tikungan yang cukup ekstrim.
Sebagai saran, Anda bisa berangkat lewat Dadapan dan pulang lewat Sedeng. Tapi kalau belum terbiasa dengan turunan dan tikungan tajam sebaiknya hindari Sedeng. 
Goa Gong sendiri terletak di Desa Bomo, Kecamatan Punung, Pacitan, Jawa Timur. Berjarak sekitar 30 km dari pusat Kota Pacitan, perjalanan dapat ditempuh selama kurang lebih satu jam perjalanan.
Setelah melewati tanjakan, mobil memasuki pelataran yang tak begitu luas. Inilah tempat parkir kendaraan wisatawan Goa Gong. Di salah satu sudutnya dibangun pos kecil sebagai loket pembelian tiket masuk Goa Gong. Harga tiket masuk ke gua ini seharga Rp 5.000 per orang. Tepat di sebelah kiri pos tersebut terdapat anak tangga menuju ke lokasi gua. Guanya sendiri memang berada di lereng bukit kapur.
Mencapai anak tangga ke sekian, terdapat papan penunjuk arah bertuliskan Pasar Batu Akik yang menuju ke kanan. Rupanya, daerah ini memang terkenal dengan batu akiknya.
Hanya saja untuk ibu-ibu atau anak perempuan yang hendak membeli pernak-pernik dan perhiasan bebatuan eksotis ini perlu berhati-hati dan jeli. Di samping itu kemampuan untuk menawar juga harus diterapkan.
Selepas menjajaki 84 anak tangga, kita akan memasuki kawasan layaknya pasar. Di kanan dan kirinya dipenuhi kios-kios pedagang makanan, minuman, juga cenderamata khas Pacitan. Sampai jalan setapak itu akhirnya berujung pada dua patung Retjo Pentung atau arca penjaga yang menandakan kalau kita sudah sampai di mulut gua.
Dari titik inilah Anda akan dikerubungi para penjaja booklet Goa Gong seharga Rp 5.000, juga jasa penyewaan senter Rp 3.000, serta beberapa orang yang menawarkan diri sebagai pemandu wisata. Sebenarnya di dalam gua sendiri sudah dipasang instalasi penerangan. Hanya saja ruang gua yang begitu besar seperti tak pernah cukup untuk mendapat penerangan dari lampu-lampu yang dipasang.
Awalnya kami menolak semua penawaran jasa itu. Sampai akhirnya setelah memasuki pintu gua dan semakin ke dalam, keadaan makin terasa minim penerangan. Akhirnya kami menyewa tiga senter yang ditawarkan oleh seorang perempuan yang tak patah arang mengejar kami sampai masuk ke dalam gua.
Berikutnya, karena mata yang masih menyesuaikan perubahan intensitas cahaya, kami berjalan seakan meraba dalam kegelapan. Daripada hilang arah dan terus meraba, akhirnya seorang pria muda yang berdiri di antara stalaktit dan stalakmit tak jauh dari mulut gua bersedia menjadi pemandu kami.
 Keadaan gua gelap dan lembab. Kami menyusuri gua dengan posisi berderet memanjang ke belakang dengan menapaki jalanan yang memang sudah dibangun untuk mempermudah akses saat menikmati keindahan gua. Berhati-hatilah dalam melangkah karena lantainya cukup licin. Terlebih panorama indah dalam gua bisa jadi membuyarkan konsentrasi Anda dalam melangkah. Untuk itu berpeganglah pada besi yang ada di sepanjang jalan setapak itu.
 Dengan telaten pemuda itu menerangkan berbagai hal terkait gua ini. Saya kurang begitu memperhatikan karena sudah sangat takjub dengan maha karya yang sedang terlihat mengisi ruang gelap ini. Stalaktit dan stalakmit yang tumbuh dalam beragam motif dan bentuk akan membuat setiap orang yang melihatnya berdecak kagum.
Beberapa di antaranya terlihat mengkilat dan basah karena rembesan air yang terus mengalir. Lembab, tapi kami berkeringat karena medan yang dilalui cukup menguras tenaga. 
Masuk terus kedalam gua yang semakin menurun, tentunya membuat kami harus menuruni anak tangga yang di titik tertentu sangat licin dan curam. Tetap berpeganglah pada besi. Beruntung sudah dipasang blower di sudut-sudut ruang, sehingga kami bisa merasakan sejuknya udara yang dihembuskan.
 Goa Gong memiliki tujuh ruang. Antara ruang yang satu dan yang lainnya, saya pun kurang tahu bagaimana membedakannya. Tapi menurut saya pribadi ketika kita melewati celah yang sempit dan kembali menemukan ruang gua yang cukup besar maka itu tanda berganti ruang.
Sampai di ruang empat pemandu kami mengusulkan untuk berfoto bersama. Dari situlah saya menyadari kalau sebenarnya dia ini profesinya sebagai tukang foto. Beruntung dia menguasai medan dan mau memandu kami menyusuri gua. Jadi kami tahu, tidak kesasar, dan bonusnya dengan senang hati dia memfoto kami, baik dengan kamera kami ataupun kamera dia yang janji akan segara dicetakkan hasil jepretannya sesaat setelah kami keluar gua.
Di salah satu ruang, pemandu menunjukkan kepada kami sendang atau telaga kecil di dalam gua. Konon kabarnya, kalau mandi di situ segala penyakit akan hilang!
Di lain waktu dia juga memberitahu kami tentang bebatuan di dalam gua yang berkilauan seperti berlian karena rembesan air yang dulunya membasahi batu tersebut sudah mengering. Menakjubkan!
Nama Goa Gong sendiri rupanya mengacu pada stalaktit yang menggantung panjang dan pipih. Stalaktit ini berada di ruangang ketujuh gua ini. Ruang paling dalam berada di bawah, yang mana ketika kita memukulnya maka akan menimbulkan suara seperti  suara seperti gong. "Subhanallah."
Puas melihat Goa Gong, kembali kami harus menapaki anak tangga untuk kembali naik menuju mulut gua. Keringat yang bercucuran tak ada bandingannya dengan panorama goa yang memesona. Ini hanya kekaguman yang luar biasa.
Begitu keluar gua, pemuda tadi kembali menghampiri kami beberapa saat sesudahnya dengan membawa foto-foto hasil jepretan di dalam gua tadi. Satu buah jepret foto yang dicetak dipatok seharga Rp 20.000. Untuk biaya pemandu sebetulnya harga dapat dinegosiasikan terlebih dahulu.
Nah, bagi yang mau pergi ke Goa Gong bisa naik angkutan yang menuju Pacitan-Punung Rp 10.000. Selanjutnya, turun di pertigaan arah Goa Gong dan lanjut naik angkot lagi dari pertigaan ke lokasi goa Rp 5.000.

Sumber : http://travel.detik.com/read/2012/11/12/210634/2089829/1025/4/di-gua-ini-traveler-bisa-mendengar-dentuman-gong-alam

Minggu, 02 Desember 2012

Miss Universe 2012, Maria Selena Berkostum Burung Garuda


detail berita
DALAM ajang Miss Universe 2012, Maria Selena akan mengenakan kostum nasional burung garuda karya Solo Batik Carnival. Filosofi burung garuda dinilai menggambarkan falsafah bangsa Indonesia.

Sekira 89 wanita cantik akan memperebutkan mahkota Miss Universe 2012 yang akan digelar di Las Vegas, Amerika Serikat. Dalam ajang ini, para kontestan juga akan mengadu bakat dan kecantikannya demi menjadi ratu sejagad.

Maria Selena sebagai wakil dari Indonesia yang maju ke ajang bergengsi tersebut juga sudah mempersiapkan sejumlah busana untuk memukau para juri dan pemirsa di seluruh dunia. Untuk sesi busana national costume, Selena akan menggunakan kostum burung garuda.

“Pelajaran yang bisa diambil dari tahun ke tahun, ternyata national costume itu tak harus benar-benar busana nasional. Banyak peserta yang busananya dimodifikasi sehingga terlihat menonjol. Akhirnya kami memutuskan Selena untuk memakai kostum Solo Batik Carnival,” tutur CEO PT Mustika Ratu Tbk Putri Kuswisnu Wardhani pada konferensi pers Maria Selena Menuju Miss Universe 2012 yang berlangsung di Taman Sari Royal Heritage Spa, Jakarta, Kamis, 29 November 2012.

Dijelaskan Putri, kostum burung garuda menggambarkan karakter kebajikan, pengetahuan, kekuata, dan keberanian. Selain itu, burung garuda juga telah dijadikan simbol negara dan Pancasila.

Kostum yang didominasi warna merah dan putih tersebut memang begitu megah. Dengan puluhan bulu yang ada di bagian sayapnya, Selena terlihat kuat namun sekaligus cantik. Meski terlihat kesulitan untuk melewati ruangan sempit, namun diakui gadis 22 tahun ini dirinya bisa mengontrol tubuhnya.

“Berat sih, tapi masih nyaman kok,” tuturnya singkat.

Maria Selena akan berangkat menuju Las Vegas pada 3 Desember mendatang. Gadis kelahiran Palembang ini mengaku siap mengharumkan nama bangsa.
(tty)


sumber :http://lifestyle.okezone.com/read/2012/11/30/195/725455/miss-universe-maria-selena-berkostum-burung-garuda

Manusia dan Tanggung Jawab



Tanggung jawab
Tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga
bertanggung jawab adalah kewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawaban dan menanggung akibatnya. Tanggungjawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggungjawab juga juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya. Seseorang mau bertanggungjawab karena ada kesadaran atau keinsafan atau pengertian atas segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain. Timbulnya tanggungjawab itu karena manusia itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam. Tanggungjawab itu bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggungjawab. Apabila ia tidak mau bertanggungjawab, maka akan ada pihal lain yang memaksa tanggungjawab itu. Dengan demikian tanggungjawab itu dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi pihak yang berbuat dan dari sisi kepentingan pihak lain. Dari sisi pembuat ia harus menyadari akibat perbuatannya itu, dengan demikian ia sendiri pula yang harus memulihkan ke dalam keadaan baik. Daari sisi pihak lain, apabila si pembuat tidak mau bertanggungjawab, pihak lain yang akan memulihkan baik dengan cara individual maupun dengan cara masyarakat.
            Apabila dikaji, tanggungjawab itu adalah kewajiban atau beban yang harus dipikul atau dipenuhi sebagai akibat dari pebuatan pihak yang berbuat, atau sebagai akibat dari perbuatan pihak lain, atau sebagai pengabdian pada pihak lain. Kewajiban atau beban itu ditujukan untuk kebaikan pihak yang berbuat sendiri atau pihak lain dengan keseimbangan, keserasian keselarasan antara sesama manusia, antara  manusia dan lingkungan, antara manusia dan Tuhan selalu dipelihara dengan baik. Tanggungjawab itu cirri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggungjawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaan bertanggungjawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan, dan takwa terhadap Tuhan.

Macam-macam Tanggungjawab :
1.     Tanggungjawab terhadap diri sendiri
2.     Tanggungjawab terhadap Keluarga
3.     Tanggungjawab terhadap  masyarakat
4.     Tanggungjawab terhadap bangsa / negara
5.     Tanggungjawab terhadap Tuhan

Pengabdian dan Pengorbanan
Wujud tanggungjawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pegorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri. Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta kasih sayang, norma, atau satu ikatan dari semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggungjaab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencapai kebutuhan, hal itu berarti mengabdi keapada keluarga.  Manusia tidak ada dengan sendirinya, tetapi merupakan mahluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan manusia wajib mengabdi kepada Tuhan. Pengabdian berarti penyerahan diri sepenuhnya kepada uhan, dan merupakan perwujudan tanggungjawab kepad Tuhan.
Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarati pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung keikhalasan yangtidak menganadung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata. Perbedaan antara pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas. Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan. Antara sesame kawan sulit dikatakan pengabdian karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatannya, tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepaa sesame teman..
Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran dan perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan sja diperlukan. Pengabdian lebih banyak menunjuk pada perbuatan sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk pada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.


sumber :http://dofadroid.blogspot.com/2012/06/ibd-manusia-dan-tanggung-jawab.html