Selamat Datang di EXPOSE PACITAN dan Perbaharui Informasi Terbaru Untuk Anda di Sini, Terima Kasih Telah Berkunjung Semoga Bermanfaat

Kamis, 30 Januari 2014

Jalan Retak(25-30m) dan Amblas(5-10cm) di Jalur Ponorogo - Pacitan

PONOROGO - Dampak bencana alam tanah retak dan ambles yang terjadi di Desa Wates dan Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, tidak hanya menghancurkan puluhan rumah warga di kedua desa itu. Akan tetapi, kini sudah meluas hingga menyebabkan tanah retak dan ambles di jalur utama Ponorogo - Pacitan di Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung.

Padahal, jalan menuju kampung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, baru selesai diperbaiki sekitar 2 tahun lalu. Akan tetapi, kini sudah retak-retak sepanjang 25 meter dan 30 meter serta kedalaman ambles mencapai sekitar 5 sampai 10 sentimeter yang terletak di Dusun Krajan dan Dusun Dawung, Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung.

Dampaknya, jalan terkesan hendak putus di bagian tengah jalan ambles itu. Sebelumnya, 2 tahun lalu jalan itu diperbaiki karena bencana alam tanah retak dan ambles. Namun kini, terulang kembali dan mengancam para pengguna jalan yang melintasi jalur cepat itu.

Warga Baleharjo Pacitan Curi HP Blackberry dengan Dalih Cari Kos

Solo – Andi Wahyudi alias Yudi (29) warga Kwarasan, Baleharjo, Pacitan, Jawa Timur, terpaksa harus menerima bogem mentah dari warga di sekitar Petoran, Jebres, lantaran kedapatan mencuri HP BlackBerry Tourch milik seorang warga. Beruntung petugas dari kepolisian sektor (Polsek) Jebres segera turun ke lokasi dan mengamankan tersangka.

Dalam pengakuannya, tersangka mengaku kedatangannya ke Kota Bengawan bermaksud hendak menemui kawannya di kawasan Universitas Sebelas Maret Solo (UNS), untuk mencari pekerjaan. 

Namun karena tidak berhasil menemui kawannya tersangka terpaksa hidup di emperan toko. Setelah beberapa hari terkatung-katung di Kota Solo dan terdesak kebutuhan untuk makan, tersangka lalu mendatangi rumah korban, Sartika Diah Pertiwi (24) warga Petoran RT 001/RW 007, Jebres, dengan dalih akan mengontrak kamar kos.

“Waktu saya datang nanya kontrakan, dia (korban) bilang tidak ada kontrakan, lalu dia masuk rumah Mas. Karena keadaan sepi, saya ikut masuk dan mengambil HP yang ada di meja,” ungkapnya saat dimintai keterangan di Mapolsek Jebres, Selasa (28/1) malam.

Pesta Buku "GRAMEDIA" Pacitan Membaca 2014


Ikuti Pesta Buku GRAMEDIA (Perpustakaan Umum Kabupaten Pacitan) "Pacitan Membaca".

Waktu : Tanggal 12-22 Februari 2014
Tempat : GASIBU SWADAYA Pacitan

Harga buku mulai Rp 7000,-

ACARA & KEGIATAN

14 februari 2014 (Jam 14.00 WIB- Selesai)
FESTIVAL MENGGAMBAR
Tema : Buku Jendela Dunia
Tempat : Gasibu Swadaya Pacitan
Peserta : Siswa SD/MI kelas 4-5
Hadiah : Juara I-III (Uang Pembinaan dan Thropy)


Rabu, 29 Januari 2014

Diduga Menambang Tanpa Izin, Warga Pacitan Ditangkap Polisi

Pacitan - Diduga melakukan penambangan tanpa izin, seorang warga Ngadirojo, Pacitan ditangkap polisi. Miswadi (66) warga RT 1 RW 5 Dusun Mojo, Desa Wiyoro diamankan saat mengangkut batuan mengandung mineral dengan truk AD 1306 RG.

Saat petugas melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen, ternyata pelaku tak dapat menunjukkan izin tambang. Miswadi pun lantas dibawa ke Mapolres Pacitan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Anggota melakukan penyelidikan secara mobiling dan mencurigai tindakan pelaku sejak beberapa hari sebelumnya," papar AKP Sukimin, Rabu (29/1/2014) pagi.

Kasat Reskrim Polres Pacitan itu mengungkapkan, praktik penambangan ilegal itu dilakukan tersangka di kawasan tambang Desa Kluwih, Kecamatan Tulakan. Wilayah tersebut sebelumnya dikelola sebuah perusahaan swasta asing.

Hanya saja, sejak beberapa waktu terakhir aktivitas penambangan oleh perusahaan tersebut terhenti. Rupanya kesempatan itu dimanfaatkan tersangka dengan melakukan penambangan secara diam-diam.

Spesialis Pembajakan Ini Dikuntit dari Pacitan

SURABAYA – Sebelum ditembak mati di Jl Raya Ngoro, Pasuruan, Selasa (28/1/2014) dinihari, Abdul Rohim (37), spesialis pembajakan truk asal Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Tongas, Probolinggo ini ternyata sudah dikuntit anggota Timsus Polda Jatim sejak di Pacitan.

Menurut Kompol Arbaridi Jumhur, anggota Timsus Polda Jatim, sekitar satu minggu lalu dia dan timnya menemukan jejak Rohim di Pacitan. Setelah dicari di sana, pelaku bersama beberapa rekannya bergeser ke arah Probolinggo dengan menumpangi mobil avanza silver.

Dalam perjalanan, mobil ini berhenti di pinggir jalan di dekat SPBU Jalan Raya Ngoro. Satu pelaku turun untuk buang air kecil. Sedangkan rekan-rekannya masih berada di atas mobil.Setelah didekati petugas, pelaku yang turun itu ternyata merupakan DPO sejumlah kasus pembajakan truk dan bajing loncat di sejumlah daerah di Jawa Timur.

Jumat, 24 Januari 2014

Agenda Kegiatan Hari Jadi Pacitan ke-269 Tahun 2014

Pacitan- Tanggal 19 Februari 2014 nanti merupakan puncak Hari Jadi Kabupaten Pacitan yang ke 269. Berbagai macam acara menghiasi mulai tanggal 9 Januari- 27 Februari 2014 mendatang. Mulai Donor darah, Lomba dayung, Konvoi Moge, dan masih banyak lagi.

Berikut agenda Hari Jadi Kabupaten Pacitan ke 269 Tahun 2014 :
*Jadwal bersifat sementara dan ada kemungkinan ada perubahan (Doc-Info Pacitan)

*) revisi baru: PAMERAN PUSAKA (SARASEHAN PUSAKA), FOTO, BONSAI DAN GEOPARK lokasi pindah ke gedung PLUT (bekas pasar tengah/timur toserba enggal 2)
GELAR WAYANG BEBER berlokasi di Disbudparpora Pacitan

*) Masih dimungkinkan adanya perubahan acara baik penambahan acara, pengurangan acara, waktu serta lokasi acara. 



Sumber Foto : Doc-Info Pacitan dan PacitanKu

Kamis, 23 Januari 2014

DPRD Pacitan Ancang-ancang Persiapkan Proses Pemilihan

PACITAN- Dewan Perwakilan rakyat Daerah Kabupaten Pacitan, mulai ancang-ancang mempersiapkan tahapan-tahapan pemilihan Wakil Bupati Pacitan. Sekretaris DPRD setempat, Hariyo Junanto mengatakan, proses pemilihan Wabup Pacitan segera dipersiapkan. Mulai tahap pengusulan, hingga pelantikan wabup terpilih. 

“Setidaknya ada 19 tahapan. Mulai dari usulan calon ke lembaga DPRD hingga pelantikan wabup terpilih. Tahapan-tahapan tersebut tengah kami rembug dengan teman-teman dewan,” ujarnya, Rabu (22/1).

Mantan Kabag Humas Dan Protokol, Setkab Pacitan itu mengatakan, setelah parpol pengusung mengusulkan dua nama calon wabup kepada bupati, secepatnya bupati segera menyampaikan surat pengajuan ke DPRD. “Berdasar surat bupati tersebut, Banmus akan melaksanakan rapat menjadwalkan proses pemilihan,” terangnya pada awak media.

Bayangan Wanita dan Penampakan Tulang Tangan Muncul di Tegalombo, Ganggu Pengguna Jalan

PACITAN - Percaya atau tidak, mungkin hanya Tuhan semesta alam yang maha mengetahui. Namun begitulah realita munculnya fenomena gaib di ruas jalan Pacitan-Ponorogo, atau tepatnya di Desa Ngreco, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan. 

Sesosok bayangan wanita misterius dengan rambut panjang terurai, tiba-tiba muncul dari balik tebing. Tidak hanya itu, diantara deretan kendaraan yang tengah berhenti lantaran terhadang proyek pelebaran jalan, juga ada penampakan tangan manusia yang hanya menyisakan tulang- belulang layaknya jerangkong. Menurut Prayitno, warga sekitar, munculnya fenomena gaib tersebut sempat tertangkap kamera hand phone salah seorang pengendara mobil box yang lewat dilokasi tersebut belum lama ini. 

Menurutnya, saat itu kondisi jalan lagi macet lantaran pihak pelaksana proyek melakukan buka-tutup jalan. Kesempatan itulah, dimanfaatkan oleh beberapa pengguna jalan yang lagi menunggu antrian untuk beristirahat sejenak. Pun tak jarang dari mereka sambil utak-utik memainkan kamera ponselnya. Aksi jeprat-jepret layaknya foto graphi pun sempat berlangsung untuk menghilangkan kejengahan. “Pada jepretan ke tiga, kamera Hp milik loper tersebut ternyata menangkap gambar aneh dan menyeramkan. Sejak saat itulah, berita tentang keangkeran dilokasi proyek tersebut mulai banter terdengar,” tutur Prajitno, Rabu (22/1).

Pesisir Selatan Pacitan Waspadai Puting Beliung

PACITAN– Bencana angin puting beliung yang melanda Pacitan dalam dua hari terakhir belum berakhir. Warga di pesisir diminta waspada karena di beberapa titik sudah muncul bibit-bibit badai.

Kasi Kesiapsiagaan dan Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Ratna Budiono menyebutkan, secara global ditemukan bibit badai yang berpotensi memengaruhi cuaca hingga tingkat lokal. 

“Sesuai informasi di situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi seperti ini akan terjadi sampai Maret nanti,” ujar Ratna Budiono, kemarin.

Menurutnya, beberapa bibit badai itu terbaca di sekitar Sumatera, Maluku, Australia, dan Filipina. Dampaknya, angin di wilayah selatan Jawa Barat (Jabar) sampai Jatim cenderung bertiup ke arah timur. Meski diperkirakan durasi tiupan angin tidak akan berlangsung lama, tak lebih dari 10–15 menit, kecepatannya akan membawa dampak besar. Terbukti dalam dua hari, dua wilayah di kota kelahiran Presiden SBY ini diterpa angin puting beliung, yaitu di Kecamatan Sudimoro dan Kebonagung.(koran-sindo.com)

Rabu, 22 Januari 2014

Lihat Film Porno, Remaja 15 Tahun Setubuhi Anak TK

Pacitan - Adegan syur film porno benar-benar meracuni otak remaja usia 15 tahun ini. Gara-gara terobsesi pemandangan tidak senonoh, remaja putus sekolah asal Pacitan itu tega menyetubuhi gadis 6 tahun yang tak lain tetangganya sendiri. 


Mahkota milik bocah yang masih duduk di bangku TK itu pun berhasil direnggut pemuda bejat. Kejadian itu bermula saat ibu korban hendak bekerja di sawah. Lantaran jarak rumah dengan lahan persawahan relatif jauh dengan medan sulit, sang ibu menitipkan korban di rumah pelaku. 

Harapannya, ada yang mengawasi dan mengurus korban selama ditinggal bekerja di sawah. Mendapat amanah orang tua korban, niat jahat pelaku justru bangkit. Apalagi, beberapa saat sebelumnya dia sempat menonton film porno yang tersimpan di HP miliknya. 

Pelaku makin tak kuasa mengendalikan diri saat melihat rumah dalam kondisi sepi. Tindakan asusila itu pun akhirnya terjadi di kamar pelaku.

Selasa, 21 Januari 2014

Bocoran Rangkaian Acara HUT Pacitan ke-269 Tahun 2014

Pacitan-Bulan Februari 2014 nanti Kab. Pacitan akan ada peringatan Hajatan (Hari Jadi Pacitan) ke-269. Beberapa acara tentunya akan memeriahkan Hajatan tersebut. Berikut beberapa bocoran acara yang akan digelar:



- Lomba lari 10 Km
- Bedah buku
- Pengajian akbar
- Festival Marching Band 
- Lomba komunitas sepeda kuno

- Pameran pusaka, foto, bonsai, buku dan geopark
- Pagelaran wayang kulit serentak di 12 kecamatan
- Kirab rucuh pace dan tirto wening
- Pagelaran tari kolosal klotong jengglor
- Pentas reog dan barongsai
- Gebyar kembang api dan pagelaran wayang kulit
- Lomba Dayung
- Pesta kesenian rakyat
- Pesta Dangdut
- Pacitan MTB adventure 2
- Konvoi moge
- Pagelaran wayang beber
- Lomba Desain Tugu Batas Kota 

Untuk tanggal, waktu dan tempat pelaksanaan akan diinformasikan setelah menerima jadwal fix dari panitia.


Pameran Fotografi Bersama KliC 2014

Ikuti....!!!
PAMERAN FOTOGRAFI
dalam Memperingati HUT Kabupaten Pacitan ke 269 Bersama Komunitas Lensa Indie Pacitan




[KliC]

Dalam rangka HUT Kabupaten Pacitan ke 269, ikuti PAMERAN FOTOGRAFI bersama Komunitas Lensa Indie Pacitan yang akan dilaksanakan pada tanggal 17  sampai 20 Februari 2014 di gedung Gasibu Swadaya. KliC memberikan kesempatan kepada pecinta fotografi untuk ikut memamerkan karyanya dengan ketentuan sbb :




1. Objek foto adalah kawasan Kabupaten Pacitan.

2. Karya foto tidak mengandung SARA, pornografi dan politik.


Jalani Rawat Jalan Akibat Sakit, Mantan Bupati Pacitan Ini Jadi Tahanan Kota

GUNUNGKIDUL - Mantan bupati Pacitan, Jawa Timur, Sutrisno yang menjadi tersangka kasus judi dadu ditetapkan menjadi tahanan kota oleh Kejaksaan Negeri Wonosari karena menjalani rawat jalan akibat sakit yang dideritanya. Dia dilarang meninggalkan kota Wonosari tanpa izin dari kejaksaan terhitung mulai dari 17 Januari hingga 5 Febaruari mendatang.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejaksaan Negeri Wonosari Krisna Hadi mengungkapkan setelah berkas perkara dari kepolisian dinyatakan lengkap atau P21, tersangka dan barang bukti sudah diserahkan oleh pihak penyidik.

Salah satu tersangka, yakni Sutrisno kemudian mengajukan permohonan tahanan kota karena yang bersangkutan masih menjalani perawatan jalan. Pihak tersangka juga menyampaikan surat keterangan dokter mengenai sakit yang dideritanya.

"Kuasa hukum Sutrisno juga menjamin kliennya tidak akan lari atau menghilangkan barang bukti,"katanya Senin (20/1/2014).

Tiga Belas Rumah Rusak di Kecamatan Kebonagung Terhempas Puting Beliung

Pacitan- Setidaknya 13 rumah milik warga Dusun Karang Tengah, Desa Sanggrahan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, rusak diterjang angin puting beliung, Selasa siang, 21 Januari 2014. Kerusakan parah umumnya pada bagian atap, lantaran terempas angin kencang dan kejatuhan pohon saat hujan deras.

"Kerusakannya masuk kategori ringan dan sedang," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, Didit Maryanto, saat dihubungi Tempo. 

Menurut dia, tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka akibat bencana alam tersebut. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Dua Rumah Milik Warga Sudimoro Roboh Diterjang Lesus

Pacitan- Belasan rumah milik warga di Dusun Ngrobyok, Desa Sukorejo, Kecamatan Sudimoro porak poranda diterjang angin puting beliung yang disertai hujan, Minggu malam (19/1). Beruntung tak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Namun kerugian ditaksir puluhan juta rupiah.

Selain mengakibatkan belasan rumah rusak, angin yang juga biasa disebut Lesus itu juga merobohkan dua rumah milik warga desa setempat. Yakni milik Sogiran dan Solikin yang tinggal di RT 1/RW 16. Selain itu, amukan angin puting beliung juga mengakibatkan aliran listrik ke desa tersebut terputus hingga membuat suasana malam gelap gulita.

Sogiran mengatakan, angin puting beliung itu datang bersamaan hujan sekira pukul 18.30 WIB. Hanya dalam waktu 15 menit angin yang bertiup sangat kencang itu telah membuat genting rumah warga beterbangan. Saat itu dirinya sedang berada di ruang tengah tempatnya tinggal beserta dengan ibu, istri dan ketiga anaknya. 

Pemerintah Kabupaten Pacitan Lirik Sumber Energi Alternatif Rumah Tangga

Pacitan-Pemerintah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur mulai lirak-lirik sumber energi alternatif rumah tangga. Rencana itu digulirkan pasca kenaikan harga gas LPG ukuran 12 kilogram di awal tahun 2014 lalu. "Kita berencana mengoptimalkan pemanfaatan biogas," kata Kepala Dinas Pertambangan Dan Energi (Distamben) Pacitan Sar Setyo Utomo, Senin (20/1). 

Menurut dia, pemanfaatan limbah kotoran ternak menjadi energi gas dapat menjadi solusi apabila harga gas LPG kembali melonjak dan tidak mampu dijangkau masyarakat. Meski saat ini disejumlah wilayah sudah ada warga yang memanfaatkannya, tetapi dari evaluasi dinas terkait, hasilnya kurang maksimal karena berbagai hal. Salah satunya kerusakan pada perangkat digester biogas. Yakni alat yang berfungsi merubah kotoran ternak menjadi biogas.

Sejumlah wilayah yang beberapa warganya telah memanfaatkan energi hasil rekayasa kotoran ternak itu diantaranya Kecamatan Bandar, Ngadirojo, dan Pringkuku. Dengan rencana optimalisasi peralatan biogester diharapkan penggunaan energi alternatif biogas akan lebih memasyarakat. Sebab, selain murah, biogas juga ramah lingkungan.

Motor Raib Digondol Penumpang

Pacitan - Apes menimpa Ismail (42), warga Dusun Bubakan, Kelurahan Ploso, Pacitan. Gara-gara menjadi korban tipu muslihat penumpang, motor Yamaha Jupiter yang digunakan untuk mengojek raib digondol pelaku. Korban pun sempat termenung selama 1 jam sebelum akhirnya lapor ke kantor polisi.

Kejadian itu bermula saat pelaku menghampiri korban yang sedang mangkal di Terminal Bus Pacitan, di Jl Gatot Subroto. Pria berpenampilan rapi itu pun lantas minta diantar ke Dusun Karangsono, Desa Banjarjo, Kecamatan Kebonagung yang berjarak sekitar 6 km.

Sepakat dengan ongkos ojek, korban lantas mengantar ke lokasi yang disebutkan pelaku. Anehnya, di tengah perjalanan pelaku minta korban menghentikan sepeda motornya. Dengan dalih ingin membeli rokok, pelaku lantas meminjam motor korban.

Sabtu, 18 Januari 2014

Desak Pemkab Pacitan Perbaiki Infrastruktur, HMI Pacitan Geruduk Bupati

Pacitan - Seakan tidak puas dengan aksi turun ke jalan yang dilakukan sebelumnya, belasan aktivis HMI Pacitan, Jumat (17/1/2014) siang mendatangi kantor Bupati Pacitan, di Jalan Jaksa Agung Suprapto. Mereka mandesak pemerintah pimpinan Bupati Indartato membenahi sejumlah persoalan yang dinilai berpotensi merugikan keselamatan masyarakat.


Diantara persoalan tersebut, jalan kota yang rusak dan hingga saat ini belum diperbaiki. Padahal, kondisitersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan melainkan sering menimbulkan kecelakaan lalu-lintas.

"Semalam ada 2 pengendara sepeda motor yang terjatuh gara-gara terperosok lubang. Ke depan itu tidak boleh terjadi," tegas Wisnu Riyatmoko, juru bicara aksi.

Selain itu, para mahasiswa juga kembali mengkritisi mahalnya biaya pendidikan di kota kelahiran SBY. Ini tercermin dari masih banyaknya pungutan di sekolah, seperti untuk pembelian Lembar Kerja Siswa (LKS) serta beragam biaya lain.

"Hari ini siswa SD masih diminta membayar LKS yang mahal. Kita minta nanti bagaimana LKS itu bisa dibuat murah," imbuh pria berkacamata itu.

Pemkab Pacitan Tak Mau Dicap Tebang Pilih Terkait Pemasangan Atribut Kampanye

PACITAN- Pemkab Pacitan tak mau dicap tebang pilih terkait pemberlakuan aturan mengenai pemasangan alat peraga kampanye. Bupati Pacitan, H. Indartato, menegaskan, tanpa kecuali, semua partai politik dan para calon anggota legislatifnya diimbau patuh dan taat pada ketentuan dan aturan yang ada. Bahkan tanpa tedeng aling-aling, Indartato yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Pacitan itu meminta agar semua atribut kampanye milik caleg dari partai pemenang pemilu tersebut yang memang melanggar, untuk segera diturunkan. 

“Kami tidak pandang bulu, sakalipun itu milik caleg dari Partai Demokrat. Kalau memang melanggar ya harus segera diturunkan,” kata Indartato, sesaat setelah bertemu Ketua Panwaslu Kabupaten Pacitan, Berty Stevanus dan dua komisioner Panwaslu, Wahyu Nugroho dan Samsul Arifin, Jumat (17/1).

Sebagaimana diketahui, sejumlah ruas jalan di seputaran kota Pacitan memang masuk dalam zona larangan pemasangan atribut kampanye. Ruas jalan tersebut meliputi Jalan A. Yani, yaitu mulai perempatan penceng ke arah barat hingga perempatan Bapangan. Selain itu, Jalan Imam Bonjol, yaitu sebelah timur alun-alun dan sebelah timur pendopo, Jalan Diponegoro, meliputi sebelah timur alun-alun dan sebelah timur pendopo, Jalan Jaksa Agung Suprapto, yaitu sebelah selatan pendopo dan Jalan Veteran, atau sebelah utara pendopo.

Anto, Salah Satu Nelayan Hilang yang Ditemukan Asal Pacitan

GUNUNGKIDUL- Satu nelayan Pantai Pasir Ayah, Kecamatan Gombong, Kebumen yang sejak Rabu (15/1/2014) dalam pencarian telah berhasil ditemukan di perairan selatan Sadeng, Jumat (17/1/2014). 

Sementara itu satu nelayan lainnya masih dalam pencarian.
Koordinator Tim Search And Rescue Korwill II Marjono menuturkan nelayan yang dievakuasi di peraiaran selatan Sadeng yakni Anto. Anto tengah terapung-apung dengan berpegangan pada dayung. Beruntung ada kapal tongkang jurusan Banyumas yang lewat sehingga Anto bisa dievakuasi.

“Setelah naik ke kapal tongkang, Anto kemudian menghubungi keluarganya. Anto dibawa ke Pacitan untuk didaratkan. Anto ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB,” papar dia, Jumat (17/1/2014).

Rabu, 15 Januari 2014

Longsor dan Banjir Terjang Pacitan Akibat Hujan Sepanjang Hari

Pacitan-Hujan deras yang mengguyur sejak, Rabu (15/1/2014) dini hari menyebabkan bencana di sejumlah wilayah di Pacitan. Tingginya curah hujan tak hanya menyebabkan banjir namun juga membuat tebing longsor dan mengenai rumah warga.


Luapan air terjadi hampir sepanjang daerah aliran Sungai Grindulu. Mulai Kecamatan Arjosari, aliran sungai terbesar di Kota 1001 Gua sudah mulai meluap sejak pagi hari. Permukaan air yang melampaui ketinggian bibir sungai terjadi di jalan alternatif lintas provinsi Jatim-Jateng di Desa Jatimalang. Di tempat tersebut ketinggian air sempat setinggi betis orang dewasa.

Akibat derasnya hempasan arus sungai, sebuah jembatan penghubung antar desa di Dusun Pajaran, Desa Pagutan putus. Jembatan berbahan lempeng besi itu roboh pada bagian ujung. Akibatnya akses warga di 3 desa seberang sungai terputus.

"Robohnya pelan-pelan terus dilewati aliran air," papar Edi, seorang warga kepada wartawan saat melihat di lokasi bencana.


Selasa, 14 Januari 2014

Warga Labotoa Temukan Mayat Identitas Warga Pacitan

PAREPARE- Setelah penemuan dua mayat di perairan Lero, Desa Ujung Lero, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, kali ini warga Dusun Labotoa, kembali menemukan mayat yang mengapung di wilayah pesisir pantai.

Saat ditemukan, Minggu 12 Januari, sekira pukul 21.00 Wita. kondisi korban berjenis kelamin laki-laki itu menggenaskan. Karena tanpa kepala, tangan dan kaki.

Selain itu, warga juga menemukan tas berisi dokumen, sekitar 2 kilometer dari penemuan mayat tanpa kepala.

Dalam tas terdapat dokumen tertulis nama Rasum, warga kelahiran Purwakerto, asal Dusun Klepu, Desa Mantren, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Dia adalah awak KM Alken Persada, ahli nautika. (lys)

Sumber: Fajar

Sabtu, 11 Januari 2014

Warga Korban Tanah Amblas Menginginkan Pindah ke Tempat Aman

Pacitan - Pemerintah Desa Kedungbendo, Kecamatan Arjosari, Pacitan tetap minta Pemkab Pacitan membantu relokasi warga yang terdampak tanah amblas. Hal itu didasarkan permintaan warga yang menginginkan pindah ke tempat aman.


Pasalnya, lokasi yang saat ini menjadi tempat pemukiman masih menyimpan potensi bahaya. Ini terbukti dengan munculnya rekahan demi rekahan di permukaan tanah di Dusun Ngasem tersebut.

"Selanjutnya minta relokasi. Masalahnya rumah yang ditempati saat ini sudah tidak layak lagi," ucap Bambang Sulistyo, Kepala Desa Kedungbendo berbincang dengan detikcom di lokasi, Sabtu (11/1/2014).

Sebenarnya, lanjut Bambang, proses relokasi tidak terlalu sulit dilakukan. Sebab, sebagian besar warga memiliki lahan di dusun lain. Yang mereka butuhkan hanyalah biaya pindah serta membangun rumah di tempat baru.

Jumat, 10 Januari 2014

Setahun Siswa SMK 2 Pacitan Belajar Dengan Lesehan di Musala Setengah Jadi

PACITAN - Kondisi  ratusan siswa SMKN 2 Pacitan sungguh memprihatinkan. Karena renovasi sekolah yang mengalami keterlambatan anggaran, mereka terpaksa belajar di musala dengan cara lesehan. Parahnya, musala yang digunakan juga dalam kondisi setengah jadi.

Menurut staf Humas SMKN 2 Pacitan, Setyatmo Aji, proses kegiatan belajar mengajar (KBM) seperti itu (lesehan di musala) berlangsung sejak setahun lalu. Sebab, SMKN 2 kekurangan ruang kelas. Jumlahnya tidak sebanding dengan rombongan belajar (rombel) yang ada.

Selain itu, proses renovasi sekolah memang tidak berlangsung dengan mulus. Dia menyatakan, ada keterlambatan pencairan anggaran sehingga secara otomatis proses renovasi sekolah terhambat. Dia menyatakan, pencairan anggaran tahap pertama terjadi pada Oktober 2013 dan langsung digunakan untuk proses renovasi.

Hampir Tiga Hektar Lahan Amblas Berimbas 9 Rumah Rusak Berat

Pacitan - Kawasan pemukiman di Dusun Ngasem, Desa Kedungbendo, Kecamatan Arjosari, Pacitan amblas. Runtuhnya lahan seluas hampir 2-3 hektar, dengan kedalaman 5-7 meter itu mengakibatkan 9 rumah rusak berat. Dua diantaranya rata terbenam ke dalam tanah. Bencana itu juga memaksa belasan kepala keluarga mangungsi.


"Tanah bergerak pelan-pelan. Lama-lama makin keras dan akhirnya amblas," kata Pujiono (50) pemilik rumah yang rata dengan tanah ditemuidetikcom di lokasi, Jumat (10/1/2013) pagi.

Pujiono mengungkapkan, pergerakan tanah di pemukiman yang berada di dekat Daerah Aliran Sungai Grindulu sudah terjadi sejak lama. Awalnya hanya berupa retakan kecil. Rekahan itu terus melebar hingga akhirnya berimbas ke seluruh dusun.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sebab, begitu pergerakan tanah terjadi warga langsung berhamburan keluar rumah. Sebagian lainnya membunyikan tanda bahaya berupa kentongan untuk mengingatkan warga yang masih berada di dalam rumah.


Minim Sosialisasi, Warga Tak Ketahui Program BPJS

Pacitan- Sudah 10 hari diberlakukanya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) tetapi masih banyak warga yang belum mengetahui program asuransi kesehatan tersebut.

Sukrip Ari Bawanto, tukang parkir di depan RSUD Pacitan mengaku hanya mendengar BPJS dari mulut ke mulut saja. Dirinya juga belum mendapat sosialisasi langsung dari petugas. Padahal tempatnya bekerja hanya berjarak 10 meter dari loket pelayanan BPJS.


Kendati belum mendaftar menjadi peserta, namun Sukrip sepenuhnya mendukung program pemerintah itu. Syaratnya, semua dilaksanakan dengan baik mengacu ketentuan yang ada.

"Baik juga sebenarnya. Cuma ada sebagian masyarakat yang belum tahu BPJS itu apa, termasuk saya," kata Sukrip ditemui RRI, Kamis (9/1/2014) siang.

Kamis, 09 Januari 2014

Jembatan Nyaris Ambruk, Warga Desa Khawatirkan Perekonomian Lumpuh



Pacitan- Warga Desa Tanjungpuro, Ngadirojo, Pacitan, Jawa Timur, tetap mempergunakan jembatan yang nyaris ambruk akibat terjangan banjir bandang. Meski berbahaya, warga tetap nekat menyeberang karena jembatan tersebut satu-satunya sarana penghubung.

Jembatan yang panjangnya sekitar 250 meter ini rusak dibeberapa bagian. Enam penyangga jembatan bagian tengah dalam keadaan miring. Empat tiang lainnya bahkan telah amblas terseret derasnya arus banjir yang terjadi di sungai lorok.


Bupati Pacitan Dengarkan Uneg-uneg Warga Melalui Radio

Pacitan- Bupati Pacitan, Indartato sepertinya tak henti-henti mendengarkan suara rakyat. Hari ini (09/01) beliau beserta jajaran mengadakan agenda kunjungan ke Radio Grindulu FM, 104,6 MHz yang beralamatkan di Jalan Basuki Rahmad 67 Pacitan.

Beliau berkunjung untuk berkomunikasi lebih dekat dengan masyarakat Pacitan melalui media Radio. Saling sapa melalui via telepon tak menyurutkan Bupati untuk selalu menerima masukan yang berupa kritik maupun keluhan selama beliau memimpin Pacitan dari tahun 2011 lalu.

Dari keluhan masyarakat yang masuk diantaranya adalah tentang kemiskinan, pendidikan, infrastruktur utamanya jalan, pariwisata, dan beberapa topik yang lainnya. Bupati mengadakan kunjungan sekitar satu jam dari kedatangannya pada pukul delapan pagi.


Rabu, 08 Januari 2014

Miliaran Rupiah Untuk Rehabilitasi Jalan Dan Jembatan Di Pacitan

PACITAN - Keterlambatan beberapa proyek fisik di Kabupaten Pacitan, diharapkan bisa menjadi koreksi sejumlah pihak. Khususnya para penyedia jasa serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. Kepala Dinas Bina Marga Dan Pengairan setempat, Budiyanto, mengatakan, kedepan diupayakan ada akselerasi pelaksanaan kegiatan. Baik dari sisi perencanaan, proses tender, hingga pelaksanaan dilapangan. 

“Sehingga tidak akan ada lagi kata terlambat. Semua kegiatan proyek fisik diharapkan tepat waktu,” ujarnya, Selasa (8/1).

Orang nomor satu dijajaran dinas teknis tersebut mengungkapkan, meski terjadi keterlambatan atas pelaksanaan beberapa proyek fisik, akan tetapi secara umum hasil pekerjaan tersebut sudah memenuhi ketentuan. Utamanya pada sisi kualitas sesuai spek teknis yang dipersyaratkan.  “Ini pengalaman untuk dijadikan koreksi bagi semua pihak,” ingatnya.

Sementara itu terkait kegiatan pada Tahun Anggaran 2014, SKPD yang ia pimpin mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp. 35,368 miliar yang diperuntukan pembenahan infrastruktur jalan, irigasi dan jembatan. “Paket kegiatan tersebut, sebagai tindak lanjut kegiatan proyek fisik tahun anggaran sebelumnya. Meskipun juga ada beberapa paket kegiatan baru,” jelas pejabat Eselon IIb ini.

Selasa, 07 Januari 2014

Dua Unit Tide Gauge Dipasang Di Perairan Selatan Pacitan


Pacitan- Dua Unit Tide Gauge Dipasang Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Di Perairan Selatan Pacitan.Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi datangnya gelombang tsunami. Peralatan itu merupakan bantuan dari pusat.

Menurut Kepala Seksi (Kasi)  Kesiapsiagaan Dan Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ratna Budiono, kedua peralatan tersebut dipasang di kawasan Teluk Pacitan dan Pantai Tawang, Kecamatan Ngadirojo. Bantuan tersebut berasal dari Badan Metereologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) dan Badan Pengkajian Dan

Penerapan Teknologi (BPPT). 

Pemilihan lokasi pemasangan karena pertimbangan terbatasanya peralatan. Selain itu posisi pantai juga berdekatan dengan pemukiman. Pemasangan dilakukan oleh tenaga dari BPPT dan Kementerian Riset Dan Teknologi  (Kemenristek) dibantu para personil BPBD. Keterlibatan BPBD sendiri dalam pemasangan lebih ditujukan pada upaya alih teknologi. Karena dalam proses selanjutnya pemeliharaan maupun pengoperasian alat serta perangkat dilakukan pihak BPBD.

Senin, 06 Januari 2014

EBY (Ibas), Jadwalkan Kunjungi Pacitan

PACITAN - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat (PD), Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY), dijadwalkan bakal kembali berkunjung ke Pacitan. Orang kedua dijajaran puncak partai pemenang pemilu tersebut, direncanakan juga akan menyambangi sejumlah kabupaten lain diwilayah Dapil VII Jatim. “Selain ke Pacitan, Mas Ibas-sapaan akrab-Edhie Baskoro Yudhoyono-juga akan berkunjung ke Ponorogo, Trenggalek, Magetan serta Ngawi,” ujar Hery Purnomo, Koordinator Kabupaten (Korkab) Griya Aspirasi EBY Kabupaten Pacitan, Minggu (5/12).

Politisi berbasis seniman ini mengatakan, dalam serangkaian kunjungan kerja EBY ke kampung halaman pendiri Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dijadwalkan akan mendatangi beberapa lokasi. Adapun kegiatan Ibas selama di Pacitan diantaranya bertemu dengan para kader demokrat, budayawan, dan masyarakat konstituen. Utamanya para pemilih pemula. Hery menegaskan, kunjungan kerja mantan Politisi Senayan ke Pacitan tersebut, bakal membawa dampak cukup signifikan disejumlah bidang. Khususnya akselerasi pembangunan, serta pencerahan kepada masyarakat akan pendidikan politik menghadapi Pemilu Legislatif, April mendatang. “Mas Ibas berharap, masyarakat pemilih bisa memahami proses berdemokrasi berbasis kejujuran dan keadilan. Sehingga kedepan diharapkan akan terpilih wakil-wakil rakyat yang amanah dan bisa membawa perubahan,” bebernya.


Tradisi Eretan Pacitan, Kearifan Lokal dan Budaya Gotong Royong

Pacitan - Hari itu ombak begitu tinggi. Bunyi deburnya menenggelamkan suara manusia yang berada di daratan. Itulah pemandangan awal sebelum tradisi eretan dimulai. Sebuah cerminan tentang kearifan lokal dan budaya gotong-royong warga Wora-wari, Kebonagung.

10 pria berperawakan kekar tampak berbaris di bibir pantai. Mereka berdiri membelakangi hamparan pasir yang basah oleh air laut. Matanya tertuju pada sosok tua yang berdiri di hadapan mereka. Wasito (53) nama pria itu. Mulutnya tak henti komat-kamit layaknya dalang.


Kalimat demi kalimat yang terucap dari lisan Wasito bukan tanpa makna. Deretan kata yang tersusun indah adalah pengejawantahan sedekah bumi. Wujudnya berupa ingkung (ayam dimasak bumbu) lengkap dengan nasi dan lauk. Sajian itu ditata sedemikian rupa dan ditata di atas hamparan pasir.


"Intinya kami semua memohon keselamatan dan ketenteraman hidup," ujar Wasito yang juga menjabat Kepala Desa Wora-wari, Kecamatan Kebonagung, Sabtu (4/1/2013).

Kamis, 02 Januari 2014

Diduga Menipu dan Menggelapkan Motor, Warga Pacitan Dibui

SOLO- Warga Ngejring RT 003/RW 004, Sendang Donorejo, Pacitan, Jawa Timur, Darman, 50, harus berurusan dengan polisi, karena diduga telah menipu dan menggelapkan motor milik warga Pasar Kliwon, November lalu. Ironisnya, orang yang ia tipu adalah teman akrabnya.

Informasi yang dihimpun solopos.com saat gelar tersangka dan barang bukti di Mapolsek Pasar Kliwon, Senin (30/12/2013), Darman yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu diduga menipu Srianto, 43, warga Harjodipuran RT 005/RW 006, Joyodiningratan, Pasar Kliwon, Solo. Saat beraksi ia menggunakan modus meminjam motor milik korban, yakni Suzuki Shogun berpelat nomor AD 5956 BT.

Kala itu Darman kepada korban beralasan motor tersebut akan digunakannya untuk mengambil pakaian di rumah indekosnya di Solo. Korban pun meminjamkannya lantaran Darman merupakan teman akrabnya. Namun, setelah beberapa jam Darman tak kembali. Kecurigaan Srianto muncul karena Darman tak kunjung mengembalikan motornya meski beberapa hari telah berlalu.


Rabu, 01 Januari 2014

Akibat Ban Masuk Jalan Berlubang, Warga Pacitan Sekeluarga Masuk Sungai

PONOROGO-Kecelakaan tunggal terjadi di jalur maut Ponorogo - Pacitan, Desa Nailan, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Rabu (1/1) petang. Diduga, kecelakaan tunggal mobil Toyota Kijang bernopol AE 1342 YM yang dikemudikan Sugiharto (45) bersama istri dan kedua anaknya itu, oleng masuk ke sungai di sebelah timur Jl raya Ponorogo - Pacitan yang memiliki kedalaman sekitar 3 meter usai menghindari jalan utama yang berlubang (rusak).

Kecelakaan tunggal yang membawa penumpang satu keluarga tersebut mengakibatkan jalur Ponorogo - Pacitan mendadak macet total. Pasalnya, semakin banyak pengguna jalan yang berhenti ingin menyaksikan kecelakaan tunggal itu.
Pengemudi mobil, Sugiharto (45) warga Desa Tanjung Lor, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan menceritakan dalam perjalanan dari Pacitan menuju Ponorogo bersama istri dan kedua anaknya.

Saat itu, mobilnya melaju dengan kecepatan sekitar 60 kilometer per jam. Setibanya di depan SPBU Nailan, roda depan mobil kijang tersebut, masuk ke jalan berlubang. Seketika itu mobil langsung oleng ke kanan dan masuk ke sungai sebelah timur jalan itu.


Jalan Utama Pacitan Padat di Awal Tahun 2014 [FOTO]

Pacitan- Tepat hari Rabu ini adalah awal tahun baru 2014 serta libur bersama tahun baru. Liburan ini pun tak dilewatkan masyarakat untuk berlibur terutama ke tempat-tempat wisata. Kota Pacitan pun terkena dampaknya. tempat-tempat wisata diserbu para wisatawan baik lokal maupun luar kota. Mulai Goa bahkan pantai. 


Pantauan Expose Pacitan, wisatawan membludak mengunjungi Pantai Teleng Ria, dimana pantai tersebut jaraknya paling terdekat dengan pusat kota. Terlihat ribuan pengunjung keluar masuk menuju tempat wisata itu. Kendaraan didominasi oleh roda dua serta mobil pribadi. Banyak plat luar Pacitan mondar-mandir dijalanan kota, plat AE, AG yang banyak melintas. Selain itu juga ada plat AD, AB, W, L dan masih banyak lagi,hingga membuat jalanan utama pacitan padat merayap terutama saat akan mendekati lampu lalu lintas.

Waspadai Jalur Pacitan-Ponorogo di Musim Liburan Awal Tahun Baru 2014

Pacitan - Libur awal tahun 2014, sejumlah obyek wisata di Pacitan dipastikan dibanjiri pengunjung. Hanya saja, untuk menuju ke Kota 1001 Gua, pengguna jalan dari arah utara harus melintasi kawasan rawan longsor. Terlebih saat musim hujan seperti saat ini.


"Kita menyiapkan jalur alternatif Pacitan-Nawangan-Purwantoro," kata AKP Hardono, Kasat Lantas Polres Pacitan kepada wartawan, Rabu (1/1/2014).

Jalur tersebut, terang Hardono, disiapkan bagi pengguna jalan asal Ponorogo, Madiun dan kota-kota sekitar. Sebab, jalur provinsi Ponorogo-Pacitan sepanjang 80 kilometer hampir seluruhnya berpotensi longsor.

Bukan itu saja, beberapa ruas jalan mengalami penyempitan karena bahu jalan tergerus Sungai Grindulu. Akibatnya, hanya separuh bagian jalan beraspal yang dapat dilewati kendaraan.