Selamat Datang di EXPOSE PACITAN dan Perbaharui Informasi Terbaru Untuk Anda di Sini, Terima Kasih Telah Berkunjung Semoga Bermanfaat

Jumat, 29 Maret 2013

Tak kenal medan, Truk “Baliho” terguling di Pacitan



Tak kenal medan, Truk “Baliho” terguling di Pacitan - Tiga penumpang luka-luka - Truk terguling di Desa Sedeng, Pacitan
Truk terguling di Desa Sedeng, Pacitan(Foto: Rachma-LICOM)

LENSAINDONESIA.COM: Sebuah truk bernopol L 8480 QA terguling saat melintas di Desa Sedeng, Kabupaten Pacitan, Jumat, (29/03/2013). Akibatnya, tiga penumpan mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit daerah Pacitan.
“Saya tidak tahu bagaimana kejadiannya. Saya hanya tiba-tiba mendengar bunyi “brakk”,” kata Khoiy, salah seorang penumpang yang saat itu duduk di bak truk.
Menurut penuturan khoiry, dirinya duduk di dalam bak truk bersama Yudi. Sedangkan di bagian depan ada Sidiq selaku sopir truk bersama Yono dan Hadi. Sebelum peristiwa itu terjadi, truk melaju dari arah Wonosari hendak menuju Surabaya melalui Pacitan. “Kita baru selesai pasang baliho di Wonosari, mau pulang ke Surabaya,” tuturnya.
Diakuinya, perjalanan melewati kota 1001 goa ini memang kali pertama mereka lakukan. “Biasanya kita tidak lewat Pacitan,” terusnya.
Sampai di tikungan tajam berbelok daerah sedeng, sopir yang belum kenal medan jalan pun kaget. Kemudian banting stir. Sayang, pengereman yang terlalu mendadak malah mengakibatkan truk tersebut menabrak pembatas jalan dan langsung terguling. Sidiq, sopir mengalami luka tangan kanan dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Daerah setempat. Sedangkan Yono, yang duduk di sebelah korban luka pada bagian kaki.
Beruntung, Hadi yang duduk di dekat pintu selamat dan hanya mengelami luka ringan. “Yudi, teman saya yang ada di bak bersama saya hanya mengalami luka di bagian pelipis kanannya,” bebernya.
Sementara itu, Briptu Andrian W.P, seorang anggota unit laka menuturkan, kecelakaan tunggal ini disebabkan karena sopir memang belum mengenal jalan.
Selain itu, laju kendaraan cukup kencang. Sehingga ketika sampai di turunan yang berbelok, sopir kaget, mengerem mendadak dan membanting stir. Sayangnya, upaya ini tidak berhasil. “Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah,” pungkasnya.

Sumber : LensaIndonesia 

Selasa, 26 Maret 2013

Liputan Program TV di Kab. Pacitan 2013

by Youtube dan Web

1. Redaksi Pagi TRANS7

2. Indonesiaku-Trans7

3. Redaksi akhir pekan-Trans7

4. 6 korban pramuka tenggelam-Metro TV

5. LIPUTAN 6 SCTV


Dan masih banyak lagi yang tidak dapat kami muat.

Percepatan Pembangunan Wilayah Perbatasan Pacitan Terkendala Minimnya Sarana Prasarana

 
Upaya percepatan pembangunan daerah perbatasan masih terkendala minimnya sarana prasarana. Akibatnya, wilayah yang berada di ujung luar Kabupaten Pacitan, kondisinya relatif tertinggal dibanding kawasan perkotaan. Pemandangan semacam itu tampak di Desa Gunugrejo, Kecamatan Sudimoro
Bagi 467 kepala keluarga yang tinggal di perbatasan dengan Kabupaten Trenggalek itu, ketersediaan jalan yang memadai seakan menjadi impian. Hal itu tidak berlebihan. Sebab, meskipun secara administratif masih berada di bawah Kabupaten Pacitan, namun secara geografis posisinya berdampingan dengan daerah tetangga. Karena itu, geliat ekonomi warga banyak bergantung pada layanan barang dan jasa dari Kabupaten Trenggalek.

Sebenarnya, kata Suwarji, warga Dusun Rejoso, meskipun berada di puncak ketinggian, namun Desa Gunugrejo menyimpan potensi ekonomi cukup menjanjikan. Salah satunya adalah tanaman cengkeh yang tumbuh hampir di tiap pekarangan. Hanya saja, menurut Suraji, penjualannya selama ini terhambat medan berat. Sebab, pasar cengkeh terdapat di Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek.

Persoalannya, untuk menuju ke pasar, warga harus melewati sungai tanpa adanya jembatan. Aksesnya pun hanya berupa jalan tanah yang tidak dapat dilewati pada saat musim hujan. Warga pun terpaksa memilih jalan memutar melalui Kecamatan Sudimoro dengan jarak terpaut lebih dari 20 kilometer. Tentu saja, biaya transpostasi yang harus dikeluarkan ikut membengkak.

Permasalahan lain yang dihadapi masyarakat Gunungrejo adalah ketersediaan air bersih. Untuk menopang kebutuhan sehari-hari warga dari 4 dusun, Tumpakrejo, Rejoso, Krajan dan Pagergunung mengandalkan aliran mata air dari Desa Trebis, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek. Hanya saja, pemanfaatan sumberdaya alam tersebut membutuhkan biaya tinggi.

Selain karena lokasi sumber jauh, untuk membawa air sampain ke pemukiman, warga harus menarik pipa hingga 4 kilometer lebih. Itu pun tidak menjamin air mengalir terus-menerus. Pasalnya, saat musim kemarau debit air mengecil sehingga tidak mencukupi kebutuhan warga. Mereka berharap pemerintah daerah dapat membantu penerapan teknologi tepat guna dengan memanfaatkan aliran air sungai di dasar lembah.

Menanggapi keluhan warga, Bupati Indartato berjanji akan mengupayakan pembenahan. Diakui bupati, untuk penyempurnaan infrastruktur yang ada dibutuhkan anggaran tidak sedikit. Disisi lain, kemampuan pemerintah daerah sangatlah terbatas. Karenanya, Indartato akan membicarakannya dengan Bupati Trenggalek.

Terkait persoalan air bersih, bupati langsung menugaskan tim dari dinas terkait melakukan kajian. Tim teknis itu akan melihat dari dekat ke dasar sungai sekaligus untuk menjajaki kemungkinan penggunaan teknologi tepat guna agar sumber yang ada dapat dimanfaatkan. Dibalik upaya itu, lanjut Bupati, yang lebih penting adalah kesadaran bersama melestarikan mata air yang ada dengan memelihara tanaman penghijauan.(Pur/Riz)


Sumber : PacitanOnline

Pacitan Masih Membutuhkan Banyak Tenaga Dokter

 
Pemerintah kabupaten (Pemkab) Pacitan terus berupaya mewujudkan masyarakat yang sehat. Mulai pemenuhan layanan kesehatan yang terjangkau seperti puskesmas dan rumah sakit hingga keberadaan tenaga kesehatan termasuk dokter
Hanya saja, dari besaran jumlah penduduk Pacitan, tenaga dokter yang ada belum mencapai angka ideal. Bahkan, jumlahnya tak sampai separuh dari rasio yang disyaratkan. Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sumberdaya Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat Ari Priyambodo (Senin,25/3), meski jumlah dokter belum seimbang namun hal itu tidak sampai menggangu pelayanan. Ini Karena, satu dokter bisa melayani dua Puskesmas

Dari data Dinkes saat ini jumlah total dokter di Pacitan baru mencapai 79 orang. Padahal sesuai rasio jumlah penduduk, idealnya satu dokter melayani 2.500 orang. Sehingga diperlukan paling tidak 216 orang dokter. Hanya saja, untuk mencapai jumlah tersebut tampaknya pemerintah kabupaten (pemkab) tak mampu memenuhinya dalam waktu dekat. Penyebabnya karena kemampuan anggaran daerah yang tersedia tidak mencukupi.

Meski tak banyak berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan, tetapi terbatasnya tenaga dokter membuat alokasi penempatan pada Puskesmas belum terpenuhi. Semisal untuk sarana pelayanan kesehatan dengan fasilitas rawat jalan dibutuhkan dua orang dokter. Sementara fasilitas rawat inap butuh tiga orang dokter.

Ari menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan dokter pemerintah terus berupaya baik melalui rekrutmen CPNS atau pegawai tidak tetap (PTT). Hanya saja jumlahnya sangat terbatas. Upaya lain adalah melalui Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) bagi putra daerah.Harapanya, setelah lulus mereka akan kembali mengabdi untuk daerahnya. (Riz)

Sumber : PacitanOnline

Saatnya Pacitan Memiliki Museum

 
Sebagai daerah yang memiliki banyak situs prasejarah, Kabupaten Pacitan layak memiliki museum kepurbakalaan.Penilaian itu disampaikan Wakil Bupati Pacitan Prayitno, saat membuka pameran koleksi museum sebagai sumber informasi budaya (Kamis,21-3-13) digedung Gasibu Swadaya
Wabup menyatakan, Banyaknya temuan fosil yang berkaitan dengan peradaban kehidupan sosial budaya masa lalu, menjadikan para arkiolog dunia menjuluki Pacitan sebagai ibu kota pra sejarah. Berbagai temuan benda prasejarah tersebut antara lain, kapak beliung, anak panah dari batu serta benda-benda pra sejarah lain yang ditemukan di situs Ngrijangan dan sungai Bak Soka. Bahkan situs Ngrijangan di kecamatan Punung merupakan bengkel beliung terbesar didunia. Sedangkan, situs sungai Bak soka mewakili paleolitikumnya Indonesia.

Dengan peninggalan sejarahnya kabupaten Pacitan memberikan konstribusi perkembangan sejarah dunia. Untuk itu, sudah menjadi tanggung jawab bersama semua pihak, untuk menjaga dan melestarikanya.

Bukan hanya kaya akan situs pra sejarah, Pacitan juga memiliki potensi lain sebagai kawasan kars. Berbagai macam batuan serta budaya menjadikan Pacitan layak memiliki sebuah museum. Bahkan menurut Kepala museum negeri Empu Tantular Gunawan Ponco Putro  keberadaan museum bagi Pacitan merupakan keharusan dan menjadi kebutuhan. Hanya saja Dirinya  mengingatkan, agar museum tetap eksis maka perhatian semua pihak sangat dibutuhkan. Promosi harus terus dilakukan serta memberikan pelayanan yang bagus kepada pengunjung.

Hal sama disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda Dan Olah Raga (Disbudparpora) Eni Setyowati. Saat ini memang sudah ada museum purbakala di kecamatan Punung dibawah wewenang BP3 truwulan. Sayangnya, keberadaan museum tersebut saat ini kurang berkembang.

Lebih lanjut Eni Setyowati berharap kehadiran benda-benda sejarah dalam pameran yang dilaksanakan museum Empu Tantular ini dapat menggugah gairah masyarakat untuk mencintai museum sebagai sarana edukasi.Dalam pameran kali ini museum Empu Tantular hanya membawa sebagaian koleksi yang ada seperti,patung ken Dedes dan berbagai macam perhiasan, benda-benda pra sejarah dan bukti sejarah lain baik prasasti maupun karya-karya sastra.(Riz)

Sumber : pacitanonline

Kamis, 14 Maret 2013

OVJ RoadShow 2013 Meet and Greet- Ngariung ka Cimahi



OVJ ROADSHOW ngariung ka Cimahi !!!


Untuk pertama kalinya di tahun 2013, OVJ ROADSHOW akan hadir di kota CIMAHI,
Sabtu 23 Maret 2013. Mau ikut Meet and Greet OVJ Roadshow Cimahi dan bertemu wayang-wayang OVJ langsung, seperti, Sule, Parto, Andre, Azis, Nunung dan Desta pada hari Jumat, 22 Maret 2013?

Caranya gampang !!
Jawab pertanyaan dibawah ini dan kirim jawaban beserta
data diri lengkap (nama, alamat, dan no.tlp) melalui email

trans7club@hotmail.com 

dengan subjek
#MEETANDGREET

paling lambat Sabtu, 16
Maret 2013.

“Dimanakah tempat OVJ
Roadshow Cimahi
diselenggarakan?”




Kapan ya OVJ ROADSHOW Ke Pacitan, Jatim.....????
Ditunggu saja mungkin ya....:)

OVJ : Sule Bercanda akan Syuting di Pacitan (Episode : Kisah Hidup Tukul Arwana) 2013


Yaa, walaupun ini cuma bercandaan namun siapa tahu itu suatu saat benar.

Bermula saat Sule berperan di OVJ dalam episode Kisah Hidup/ Biografi Tukul arwana (12/03/2013) sebagai Bang Haji Roma irama menjadi Bintang Tamu di Beneran Empat Mata yang dibawakan oleh Andre sebagai Tukul Arwana.

Saat Andre bertanya kepada Sule tentang album terbarunya, Sule menjawab bahwa lagunya yang sudah ada dahulu dan dia ingin Go Internasional, maka di Video terbarunya, dia akan Syuting di Daerah Pacitan.

dan berikut Link nya :
Sule Bercanda akan syuting di Pacitan

Walaupun itu hanya sebuah guyonan belaka, namun betapa membanggakan apabila Sule benar-benar menggarap Videonya berlokasi di Kab. Pacitan, Jawa Timur yang terkenal dengan keindahan alamnya dibanding dengan daerah lain. Selain itu juga sebagai Kota kelahiran Presiden SBY saat ini.

Daya tarik wisata memang sudah ada sejak dahulu, namun ketenarannya belum begitu besar karena memang Pacitan kurang disorot oleh Media cetak maupun elektronik.namun saat ini Pacitan sudah banyak sekali berkibar di media TV Swasta Nasional salah satunya adalah lewat program- program TRANS7 selaku pemegang siar OVJ(Opera Van Java).

Dengan adanya guyonan Sule tersebut diharapkan pula di tahun 2013 ini Pacitan menjadi salah satu tujuan tempat Opera Van Java RoadShow Pacitan 2013.
amin.


We Love Pacitan
Beautiful Pacitan
VISIT PACITAN 2013


Rabu, 13 Maret 2013

Kala Soge Bicara Keeksotikkannya-Pacitan 2013





Semua telah terhipnotis dengan Jembatan Soge. jembatan yang terletak di Kec. Ngadirojo, Pacitan ini di hari-hari ini semakin memancarkan ketenarannya. Betapa tidak, begitu banyaknya pengunjung, tua, muda, anak-anak pun terpana padanya. Ketika sore menyapa, masyarakat Pacitan khususnya mengisi senjanya di Jembatan tersebut. dari yang sekedar jalan-jalan, nongkrong, foto-foto atau membeli jajanan yang di jual di seputaran jembatan. 

jembatan Soge mempunyai daya ketertarikan tersendiri bagi publik yang melihatnya, salah satu alasannya adalah karena bentuknya yang unik yaitu melengkung pada atapnya dengan polesan warna biru serta terdapat lampu-lampu yang mempercantik dikala malam yang menambah indah bagi yang melihat dan kerasan untuk berlama-lama di tempat tersebut.

Selain alasan bentuk diatas, keeksotikkan dari jembatan itu yang membawa ketertarikkan publik adalah perbatasannya langsung dengan bagian Pantai Soge dengan bebatuan indah sejauh mata memandang juga disuguhkan dengan pemandangan laut lepas pantai selatan yang terkenal keelokannya.

Mungkinkan Jembatan Soge serta Pantai Soge akan menjadi destinasi wisata Kab. Pacitan selanjutnya?
Kita tunggu saja perkembangannya,,,,,,,


We Love Pacitan
Beautiful Pacitan
VISIT PACITAN 2013

Jembatan Jalur Selatan Pacitan diminati Warga 2013




JEMBATAN SOGE



JEMBATAN WORA-WARI

Seperti pada umumnya, sebuah jembatan difungsikan untuk lalu lintas yang terhalangi oleh sungai maupun hal-hal lain yang mengharuskan suatu jembatan dibangun. Jembatan juga sangat berperan penting dalam memajukan ekonomi suatu daerah karena kelancaran dalam akses jalan.

Namun disisi lain, Jembatan yang terdapat di Jalur Lintas Selatan (JLS) di Kabupaten Pacitan tepatnya di Kec. Ngadirojo, sangat diminati masyarakat umum. Bukan karena untuk sekedar melintasi saja namun dijadikan suatu objek wisata dadakan. Mengapa dikatakan demikian? karena sejak selesainya pengerjaan jembatan yang ada, berbondong-bondong masyarakat khususnya sekitaran Pacitan datang ke Jembatan di daerah Ngadirojo yaitu Jembatan Soge dan Jembatan Wora-Wari Kec. Kebonagung untuk mengisi libur akhir pekan, pagi, siang dan sore. Tetapi yang paling ramai adalah pada sore hari. Mulai dari yang membawa satu keluarga, teman, atau kekasih menikmati keindahan Jembatan. Ada yang bersepeda maupun mengendarai mobil. 

Begitu banyak pengunjung disenja hari, banyak pula aktivitas yang mereka lakukan. Ada yang hanya nongkrong di sepanjang jembatan, berfoto ria, atau sekedar melihat pemandangan pantai (jembatan soge) yang berbatasan dengan laut selatan yang elok nan eksotis dan sayang untuk dilewatkan.

Jadi, yang belum datang kesana silakan langsung meluncur ke TKP... :)
kalau tidak bakalan nyesel karena keindahannya tiada duanya, hanya di Kabupaten yang Eksotik ini,,,,,,(fre)


We Love Pacitan
Beautiful Pacitan
VISIT PACITAN 2013

Pemkab Pacitan Jamin Pelajar Korban Asusila Tetap Dapat Mengenyam Pendidikan


 
Pemerintah Kabupaten Pacitan, Jatim menjamin pelajar korban tindakan asusila tetap dapat melanjutkan pendidikan. Jika karena alasan kejiwaan mereka keberatan melanjutkan di sekolah lama, dinas pendidikan akan mengupayakan melalui jalur non formal semisal kejar paket.
Kepada wartawan usai rapat sinkronisasi dengan jajaran Polres di Graha Bhayangkara, Jl Ahmad Yani, Sugeng Basuki, Kepala Dinas Pendidikan mengatakan, dalam beberapa kejadian asusila dengan korban pelajar baik orang tua maupun siswa biasanya menginginkan pidah sekolah. Kondisi ini dapat dimaklumi mengingat trauma psikologis yang mereka alami.

Sedangkan untuk kasus lain yang tergolong ringanselama ini dapat diselesaikan di tingkat sekolah. Yakni dengan mekanisme pembinaan serta pendampingan oleh pendidik.

Guru berkewajiban memantau serta memberikan pembekalan agar yang bersangkutan tidak kembali mengulang kesalahan yang dilakukannya. Disisi lain pendamping mutlak diperlukan untuk mengembalikan rasa percaya diri korban sehingga dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan lancar.

Belajar dari banyak kasus asusila dengan korban maupun pelaku pelajar, pihaknya akan menyusun rambu-rambu sebagai acuan penanganan kasus serupa. Nantinya upaya terpadu itu akan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Baik kepala sekolah, dinas pendidikan/ kepolisian maupun jajaran Satpol PP.

Hal senada diungkapkan Bupati Pacitan Indartato. Ditemui usai membuka rapat sinkronisasi, orang nomor satu di Kota 1001 Goa menilai kejadian yang menimpa sejumlah siswa belakangan ini merupakan musibah. Oleh karena itu, penyelesaiannya harus melibatkan semua pihak. Bukan hanya lembaga pemerintah maupun sekolah, melainkan juga orang tua.

Semua pihak, pesan bupati, harus lebih peduli dan sering berkomunikasi dengan anak-anak. Sehingga mereka akan mendapat perhatian penuh. Disamping itu orang tua juga dapat memantau secara dini kecenderungan yang terjadi pada anaknya.


sumber : Pacitankab.go.id

Mulyono: Stok Darah Di PMI Pacitan Harus Sehat

 
Sebagai satu-satunya penyedia kebutuhan darah, Palang Merah Indonesia (PMI) Pacitan berusaha terus meningkatkan kemampuan. Terutama, untuk menjaga kualitas darah pendonor agar aman digunakan
Demikian dikatakan Ketua PMI kabupaten Pacitan Mulyono, usai membuka musyawarah kerja kabupaten PMI di gedung PMI Pacitan (Selasa,6/3/12). Mulyono yang juga Sekretaris daerah (sekda) Pacitan itu mengungkapkan, kesehatan pendonor dan kualitas darah yang akan disimpan harus menjadi jaminan karena nantinya digunakan untuk menolong sesama. PMI akan menolak jika darah calon pendonor terkontaminasi penyakit.

Khusus untuk stok darah, Mulyono yakin masih terpenuhi. Selain pendonor aktif yang selalu rutin melakukan donor darah, PMI Pacitan juga memiliki relawan cadangan yang cukup banyak. Jumlah pendonor yang tercatat di UDD PMI cabang Pacitan sebanyak kurang lebih 1.300 orang. Namun yang aktif hanya tercatat sekitar 700 orang. Dari jumlah itu peserta terbanyak dari kalangan pelajar.

Jika dilihat dari permintaan dan kebutuhan, stok darah di PMI cabang Pacitan relatif aman. Kalaupun ada kekurangan atau permintaan yang menonjol hanya terjadi pada saat-saat tertentu. Seperti dalam pekan-pekan ini kebutuhan darah sedikit melonjak. Dari data UDD PMI biasanya jumlah permintaan rata-rata per hari 8-9 kantong. Namun pekan ini  permintaan mencapai 16 hingga 18 kantong.Padahal, pendonor yang masuk per hari berkisar 7 hingga 9 orang.

Untuk kegiatan donor darah, PMI saat ini semakin mendekatkan diri dengan masyarakat. Apalagi dengan ditunjang keberadaan mobil ambulance untuk kegiatan tersebut. Pemerintah daerah sendiri telah mengalokasikan anggaran melalui APBD sebesar kurang lebih Rp.50 juta rupiah untuk kegiatan.Donor darah dapat dilakukan di UDD PMI atau mendatangkan langsung petugas.Semisal ada acara bhakti sosial atau agenda besar lainya.

Mulyono juga mengingatkan jajaran PMI agar bersikap netral dalam menghadapi apapun. Ini karena PMI bukan milik golongan atau kelompok tertentu serta tidak diskriminatif dalam memberikan pelayanan.


Sumber : Pacitankab.go.id

Sabtu, 02 Maret 2013

Penduduk Pacitan Berkurang, Jatah Kursi Menyusut

 
Perubahan jumlah penduduk, menjadikan jumlah kursi yang harus diperebutkan dalam pemilu legislatif 2014 di Pacitan mengalami pergeseran. Dari 45 kursi pada pemilu sebelumnya, kini hanya berjumlah 40 kursi.
Ketua KPUD Pacitan Damhudi saat gelar konsultasi publik penataan daerah pemilihan anggota DPRD kabupaten Pacitan dalam pemilu 2014, Selasa (26/2/13) mengatakan, berdasar Data Agregat Kependudukan Per Kecamatan (DAK2), jumlah penduduk sebanyak 496.662. Karena tidak mencapai angka 500 ribu maka alokasi kursi hanya 40.

Penentuan jumlah kursi sendiri ditetapkan KPU pusat bersamaan dengan penataan daerah pemilihan (Dapil). Setelah dikonsultasikan dengan partai politik hasil penataan dapil dan jumlah kursi tersebut diuji publikan.

Dalam penataan baru, jumlah dapil di Pacitan tidak mengalami perubahan. Namun, dari masing-masing dapil, 4 diantaranya mengalami pengurangan jatah kursi. Dapil Pacitan satu, Pacitan-Pringkuku jumlah kursi tetap 8, dapil Pacitan dua, Donorojo-Punung berkurang satu dari 6 menjadi 5, dan dapil Pacitan tiga, Nawangan-Bandar berkurang 2 dari 8 menjadi 6. Selanjutnya dapil Pacitan empat, Arjosari-Tegalombo, berkurang satu dari 7 menjadi 6, dapil Pacitan lima,Kebonagung-Tulakan juga berkurang satu dari 10 menjadi sembilan serta dapil Pacitan enam masih sama yakni 6 kursi.

Lebih lanjut Damhudi mengungkapkan dalam penentuan jumlah dapil telah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar penyusunan daerah pemilihan serta perundang-undangan yang berlaku. Baik unsur proporsionalitas, integralitas serta kohesifitas. Sesuai, dengan representasi kondisi dan wilayah Pacitan.


Wabup Pacitan Harapkan Pesta Demokrasi Lancar

 
Menghadapi pemilu 2014 mendatang Wakil Bupati (Wabup) Pacitan Prayitno berharap pelaksanaan pesta demokrasi itu berlangsung lancar dan aman. Apalagi dalam waktu dekat, masyarakat Paciatan juga akan menentukan pilihanya dalam Pemilukada Jawa Timur.
Pernyataan itu disampaikan bupati saat menghadiri konsultasi publik penataan daerah pemilihan anggota DPRD kabupaten Pacitan dalam pemilu 2014, Selasa (26/2/13). Memilih adalah hak setiap warga negara Indonesia yang sudah memiliki hak pilih. Namun demikian, Wabup minta agar perbedaan pilihan itu tidak menyebabkan terjadi perpecahan. Masyarakat harus kembali bersatu untuk kembali membangun Pacitan menuju kesejahteraan.

Orang Nomor dua di Pacitan itu juga mengapresiasi kinerja KPU, yang telah memulai berbagai pentahapan pemilu. Hal itu patut mendapat dukungan bersama agar pelaksaan pesta akbar tersebut lancar dan sukses.

Sementara itu ketua KPUD Pacitan Damhudi mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan uji publik terhadap hasil keputusan KPU pusat terkait dapil dan jumlah kursi. Meski jumlah dapil tidak mengalami perubahan namun karena ada pengurangan jumlah penduduk sesuai DAK2 maka kursi yang harus diperebutkan di DPRD mengalami penyusutan. Dari 45 menjadi 40 kursi.

Terpisah ketua Panitia Pengawas kabupaten (PanwasKab) Berty Stefanus mengaku pihaknya siap mengawal proses demokrasi ini. Sejauh ini pihaknya memantau, pentahapan sudah berjalan dengan baik.


Perubahan Cuaca di Pacitan Waspadai Munculnya Xanthomonas


 
Perubahan iklim yang tiba-tiba, patut menjadi kewaspadaan petani. Peralihan mendadak dari dingin ke panas atau sebaliknya, akan memicu munculnya serangan penyakit pada tanaman Padi
Kordinator Pengamat Organisme Penganggu Tanaman (POPT) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Proteksi Tanaman Pangan Hortikultura,Surabaya, Heroe Soeprijono mengatakan,serangan penyakit pada tanaman yang biasa terjadi adalah xanthomonas. Bahkan, organisme pengganggu tanaman (OPT) yang juga memiliki sebutan lain hawar daun bekteri itu cukup menjadi momok bagi petani.

Sesuai data pada tahun 2012 serangan xanthomonas terjadi merata di 12 kecamatan. Total ada 115 hektar tanaman padi terserang. Meski bukan termasuk jenis serangan fatal, tetapi kerugian akibat berjangkitnya penyakit itu cukup besar.Urutan berikutnya ditempati oleh pyricularia (potongleher) seluas 10 hektar.

Salah satu ciri tanaman padi terkena serangan penyakit yang secara umum dikenal dengan nama kresek ini dapat dikenali dari kondisi daun. Dimana pada bagian pucuk menjadi menguning. Selain itu tanaman mengerdil dan jumlah malai (butir padi) lebih sedikit.Selain perubahan cuaca yang ekstrem pemicu lain adalah kebiasaan petani yang salah kaprah. Seperti,penggunaan pupuk kimiawi secara berlebih.

Selain munculnya xanthomonas, sejumlah penyakit dan hama juga turut diwaspadai. Seperti pyricularia wereng batang coklat, dan tikus. Meski untuk potong leher dan serangan tikus tidak terlalu banyak, tetapi turut menjadi perhatian. Pemicunya lebih karena dampak yang ditimbulkan. Keduanya masuk kategori penyakit dan hama fatal.