Selamat Datang di EXPOSE PACITAN dan Perbaharui Informasi Terbaru Untuk Anda di Sini, Terima Kasih Telah Berkunjung Semoga Bermanfaat

Minggu, 24 Februari 2013

Kecewa, Kader Demokrat Pacitan Mulai Eksodus ke PKB

JAKARTA

- Sejumlah kader partai Demokrat mulai pindah ke partai politik lain. Kepindahan kader itu terlihat saat acara konsolidasi Garda Bangsa Jawa Timur di Kantor DPC PKB Pacitan Minggu (24/2/2013).

Ikrar bergabungnya para kader Demokrat ke PKB disaksikan langsung Ketua Garda Bangsa Jawa Timur Zaini Nashirudin, Ketua DPC PKB Pacitan Syifak Janan, dan anggota DPR RI Fraksi PKB dari Dapil 7 (Magetan, Trenggalek, Ngawi, Ponorogo dan Pacitan) H. Ibnu Multazam.

Feri Tjokro, salah satu kader Partai Demokrat Desa Banjarsari Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan, yang turut mengundurkan diri dari PD mengaku kecewa dengan konflik di PD.  “Citra bersih PD selama ini ternyata juga palsu. PD ternyata banyak dihuni oleh elit yang korup.

Bahkan Ketum yang dulu mengusung slogan katakan tidak terhadap korupsi, sekarang malah jadi tersangka kasus korupsi. Saya pilih gabung ke PKB, karena saya lihat program kerja PKB kongkret dan bersih,” ujarnya.

Keinginan Feri dan kawan-kawan bergabung ke PKB disambut dengan tangan terbuka. "Kami menyambut dengan tangan terbuka, gabungnya Mas Feri dkk dari PD ke PKB. Kami garansi, PKB Pacitan adalah rumah yang nyaman buat teman-teman semua. Selamat datang," kata Zaini Nashiruddin, pria yang juga anggota Fraksi PKB DPRD Jatim ini.

Sementara itu, Fauzan Fuadi selaku Ketua Pelaksana Konsolidasi Garda Bangsa Jatim di Dapil 7 menyatakan bahwa kegiatan konsolidasi ini sengaja dilaksanakan di ujung barat Jawa Timur, untuk mendongkrak perolehan suara PKB di Pacitan pada Pemilu 2014 mendatang.

"Pada Pemilu 2014 nanti, kami targetkan DPC PKB Pacitan dapat merebut kembali suara PKB yang kemarin dipinjam oleh parpol lain. Kami ingin mengembalikan perolehan 7 kursi PKB Pacitan pada pemilu 2014 yang akan datang. Sebab pada 1999 dan 2004 PKB Pacitan pernah berjaya dengan torehan 7 kursi, sebelum akhirnya pada 2009 kemarin gagal meraih kursi 1 pun," tegas Syifak Janan. 



Sumber : OkeZone

Rabu, 20 Februari 2013

Kirab Pusaka Dan Rebutan Gunungan Pace Tandai Puncak Hari Jadi Pacitan 268 Tahun 2013


 
Ribuan masa menyemut memadati alun-alun Pacitan Selasa (19/2/13). Teriknya matahari tak mengurangi antusiasme warga menyambut kirab pusaka cikal bakal kabupaten Pacitan yang memasuki usia ke 268
Suasana Jawa kental terasa mengiringi jalanya prosesi yang berlangsung sejak pagi. Bupati Indartato, wakil bupati Prayitno bersama istri, unsur muspida dan Para tamu undangan berbalutkan busana jawa lengkap serasi dengan alunan gending-gending jawa.

Kirab sendiri merupakan lanjutan dari prosesi inti di pendopo kabupaten. Sebelum diarak keliling alun-alun, pusaka kabupaten diserahkan patih jobo kepada bupati Pacitan melalui proses teatrikal budaya dan sejarah. Kirab sendiri diikuti langsung Bupati Indartato bersama undangan lain dengan berjalan kaki dari pendopo ke alun-alun.

Yang menarik perhatian penonton dalam rangkaian kirab pusaka kabupaten adalah iring-iringan pasukan pengawal. Mulai dari pasukan kuda, pasukan pembawa umbul-umbul, pasukan tombak dan pedang hingga pasukan pembawa panji-panji. Bahkan, ikut dikirab gunungan raksasa yang terdiri dari buah Pace dan berbagai hasil bumi, rucuh pace serta ratusan makanan yang diangku dalam wadah besar (jodang) dan dipikul.

Setelah sampai di alun-alun, gunungan diperebutkan oleh penonton. Sebelumnya, masyarakat dihibur dengan tari kolosal babad Pacitan yang diperankan ratusan siswa siswi SLTP dan SLTA se kabupaten Pacitan.


Sumber :KabPacitan

Libatkan Masyarakat, Prosesi Hari Jadi Pacitan 2013 Di Alun-Alun


Peringatan hari jadi kabupaten Pacitan ke 268 tahun ini memiliki kemasan berbeda dibanding tahun sebelumnya. Terutama, pada kegiatan puncak prosesi hari jadi yang jatuh pada Selasa, 19 Februari
Seperti dikatakan Kabag Humas dan Protokal Sekretariat Daerah (Setda) Pacitan Putatmo Sukandar, prosesi yang bertajuk wilujengan nagari Pacitan 268 itu diharapkan dapat dinikmati masyarakat luas. Bukan itu saja, agenda tahunan ini juga dapat menjadi daya tarik wisatawan.

Untuk itu tandas Putatmo Sukandar, prosesi yang biasanya hanya di lingkungan pendopo tahun ini dilaksanakan di alun-alun kota. Tujuanya agar masyarakat dapat bebas menyaksikan prosesi secara keseluruhan . Yang lebih menarik, usai prosesi akan diarak gunungan raksasa yang terbuat dari buah Pace atau mengkudu sebagai ikon Pacitan serta buah-buahan lain.

Puncaknya, gunungan akan diperebutkan oleh warga yang datang. Beserta gunungan ada berbagai jenis makanan lain yang dibawa dalam kotak besar dan dipikul atau biasa disebut jodang. Makanan tersebut akan dinikmati bersama antara masyarakat dan bupati beserta jajaran. Ini menjadi simbol kebersamaan pemimpin dan rakyat seperti tema hari jadi, bersama mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

Sehari jelang hari H wilujengan nagari Pacitan, sejumlah kesiapan terus dilakukan panitia. Senin Pagi bupati dan Muspida melakukan ziarah ke makam cikal bakal. Malam harinya akan digelar sujud syukur di masjid Agung Darul Falah yang akan dilanjutkan dengan wilujengan. Sementara pantauan suara Pacitan sejumlah hotel dan penginapan di Pacitan sudah penuh dipesan oleh tamu-tamu undangan luar kota yang akan mengikuti prosesi  hari jadi ke 268 Kabupaten Pacitan.

Sumber :KabPacitan

Rabu, 13 Februari 2013

Sejarah dari Kabupaten Pacitan, Jawa Timur



Menurut Babat Pacitan nama Pacitan berasal dari kata “ Pacitan ” yang berarti camilan, sedap-sedapan, tambul, yaitu makanan kecil yang tidak sampai mengenyangkan. Hal ini disebabkan daerah Pacitan merupakan daerah minus, hingga untuk memenuhi kebutuhan pangan warganya tidak sampai mengenyangkan atau tidak cukup.
Adapula yang berpendapat bahwa nama Pacitan berasal dari “Pace” mengkudu (bentis : Jaka) yang memberi kekuatan. Pendapat ini berasal dari legenda yang bersumber pada Perang Mengkubumen atau Perang Palihan Nagari (1746 – 1755) yakni tatkala Pangeran Mangkubumi dalam peperangannya itu sampai di daerah Pacitan. Dalam suatu pertempuran ia kalah terpaksa melarikan diri ke dalam hutan dengan tubuh lemah lesu. Berkat pertolongan abdinya bernama Setraketipa yang memberikan buah pace masak kemudian menjadikan kekuatan Mangkubumi pulih kembali. Akan tetapi nampaknya nama Pacitan yang menggambarkan kondisi daerah Pacitan yang minus itulah yang lebih kuat. Hal itu disebabkan pada masa pemerintahan Sultan Agung (1613 – 1645) nama tersebut telah muncul dalam babat Momana. (Informasi tentang Sejarah Pacitan ini masih belum lengkap dan masih akan dilengkapi).

Nama-nama Bupati Pacitan :
1745-1750 : R.T. Notopoero
1750-1757 : R.T. Notopoero
1757-1757 : R.T.Soerjonegoro I
1757-1812 : R.T.Setrowidjojo II
1812-1812 : R.T.Setrowidjojo III
1812-1826 : M.T.Djogokarjo I
1826-1826 : M.T.Djogokarjo II
1826-1850 : M.T.Djogokarjo III
1866-1879 : R.Adipati Martohadinegoro
1879-1906 : R.Adipati Harjo Tjokronegoro I
1906-1933 : R.Adipati Tjokroegoro II
1937-1942 : R.T.Soerjo Hadijokro
1943-1944 : Soekardiman
1944-1945 : MR. Soesanto Tirtoprodjo
1945-1946 : R.Soetomo
1946-1948 : R.Soetomo
1948-1950 : Soebekti Poesponoto
1950-1956 : R.Anggris Joedoediprodjo
1956-1961 : R. Soekijoen Sastro Hadisewojo(bupati)
1957-1958 : R.Broto Miseno (Kepala Daerah Swantara II)
1958-1960 : Ali Moertadlo (Kepala Daerah)
1961-1964 : R.Katamsi Pringgodigdo
1964-1969 : R.S. Tedjo Soemarto
1969-1980 : R.Moch Koesnan
1980-1985 : Imam Hanafi
1985-1990 : H.Mochtar Abdul Kadir
1990-1995 : H. Soedjito
1995-2000 : Sutjipto. Hs
2000-2005 : H. Soetrisno
2005-2010 : H. Sujono
2010-2011 : G. Sudibyo
2011-....... : Indartato


Sumber : PacitanKab

DUO VIRGIN Siap Guncang Pacitan 2013



DUO VIRGIN

Duo Virgin sebuah grup yang terdiri dari dua wanita cantik artis Jawa Timur yang beraliran dangdut. Berasal dari Surabaya yang sudah terkenal dan sering pula tampil di TV Swasta di Ibu Kota.

Kali ini DUO VIRGIN akan tampil di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur dalam memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Pacitan yang ke 268 di tahun 2013 ini, yaitu hari Sabtu, 23 februari 2013 yang berlangsung di Alun-alun Kabupaten Pacitan pukul 7 malam.

***SELAMAT HARI JADI KAB.PACITAN KE 268 TAHUN 2013***

Selasa, 12 Februari 2013

Antisipasi OPT, Pasang Perangkap Hama

 
Mengantisipasi sebaran hama yang setiap saat menyerang tanaman padi milik petani, pemerintah menerapkan tekhnologi tepat guna berupa peralatan perangkap hama.Piranti mirip lampu suar tersebut dipasang diareal persawahan  yang ditanami padi
Layaknya lampu penerangan, dalam waktu singkat banyak serangga yang mendekat . Selanjutnya binatang-binatang tersebut terjebak dalam wadah yang telah disiapkan dibawah lampu. Serangga yang terkumpul akan dievaluasi petugas secara berkala untuk mengetahui sebaran maupun populasi hama pada areal sawah sekitar.

Menurut koordinator Pengamat Organisme Penggangu Tanaman (POPT)  UPT proteksi Tanaman Pangan dan Holtikultura Jatim Heroe Soeprijono, secara tekhnis satu unit peralatan tersebut mencakup lahan seluas 5 hektar. Sedangkan perangkat yang ada saat ini baru 38 unit. Untuk mencakup semua lahan sawah di Pacitan hal itu masih jauh dari ideal.

Karena masih terbatas, pihaknya berharap ada upaya lain dari pemerintah daerah. Ini karena, peralatan yang ada saat ini masih bantuan dari kementerian Pertanian. Meski masyarakat kemungkinan dapat memrekayasa peralatan tersebut secara mandiri, namun terbentur masalah biaya. Terutama untuk pengadaan surya sel sebagai sumber energi dan peralatan timer untuk menghidupkan dan mematikan alat.

Sumber : PacitanKab

Jumat, 01 Februari 2013

Streaming TV Indonesia Baru 2013




Siswa SMK Nawangan, Pacitan Tewas Tenggelam di Bendungan



Pacitan - Naas menimpa Edy Sulistiawan (17), siswa SMK 2 Nawangan, Pacitan. Remaja yang sedang mengikuti Prakerin (praktek kerja industri) di Desa Gunungsari, Kecamatan Arjosari tewas setelah tenggelam di bendungan desa setempat.

"Dia sempat mengacungkan tangan tapi nyawanya tidak dapat diselamatkan," tutur Vega, rekan korban kepada wartawan di lokasi kejadian, Kamis (31/1/2013) petang.

Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, sebelum kejadian kedua sahabat tersebut sengaja menuju ke bendungan. Tanpa basa-basi korban lantas menceburkan diri ke air yang tampak dangkal. Ternyata dugaannya meleset. Kedalaman dam mencapai 4 meter.

Vega yang mengetahui rekannya tak kunjung mengapung sempat panik. Dia bermaksud menolong namun tak dapat berenang. Remaja yang saat kejadian sedang mencuci pakaian tak jauh dari lokasi lalu berlarian mencari bantuan. Sedangkan korban yang diduga tak dapat berenang, tubuhnya semakin jauh terbawa hingga ke dasar bendungan.

Teriakan Vega sempat didengar warga setempat bernama Larno dan Boyamin. Keduanya lantas berusaha mencari dengan menyelam ke dalam air. Setelah beberapa puluh menit menyisir kedalaman air, jasad korban pun berhasil ditemukan. Namun kondisinya sudah tak bernyawa.

"Kami mendapat laporan dari kepala dusun dan langsung menuju TKP bersama tim polres dan puskesmas," kata AKP Nurhadi, Kapolsek Arjosari kepada detiksurabaya.com.

Untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban, tim lantas melakukan visum. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Korban diduga meninggal karena kehabisan oksigen lantaran parau-parunya kemasukan air. Korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.



Sumber : http://surabaya.detik.com/read/2013/01/31/195347/2158055/475/siswa-smk-tewas-tenggelam-di-bendungan