Selamat Datang di EXPOSE PACITAN dan Perbaharui Informasi Terbaru Untuk Anda di Sini, Terima Kasih Telah Berkunjung Semoga Bermanfaat

Jumat, 20 Januari 2012

Taman Hiburan Keluarga Wisata Telengria

Taman Hiburan Keluarga Wisata Telengria - galery - 0
Taman Wisata Telengria merupakan Taman Hiburan Keluarga yang dikelola oleh PT. El John Tirta Emas Wisata  seluas 33 Ha. yang berada  di Kab. Pacitan Jawa Timur – tanah asli kelahiran Bapak Presiden SBY. Dan merupakan sebuah teluk yang menjorok ke daratan, Dengan alam eskotis dari samudera Hindia dan panorama yang dikelilingi pegunungan dan bukit – bukit bagaikan permata hijau yang nampak serasi terpadu dengan buih ombak indah mengesankan, itulah kesan pertama yang tertanam dalam master mind seseorang, sehingga menimbulkan daya tarik tersendiri untuk warga Pacitan, maupun masyarakat yang ada didaerah sekitar. Keberanian para nelayan tradisional yang melaut, ditambah anak pantai untuk bermain ombak dengan papan selancarnya menambah suasana keasrian  kawasan pantai telengria tersebut.
Kenyamanan pengunjung semakin bertambah karena kawasan Pantai Telengria didukung dengan berbagai fasilitas, mulai dari transportasi & akomodasi yang mudah dijangkau oleh pengunjung. Serta berbagai kegiatan / acara yang diselenggarakan dikemas secara menarik.
Sebagai penunjang objek wisata Pantai Telengria telah menyediakan Sea View Restaurant yang dilengkapi Hot Spot Area & Live Music setiap malam hari,  dikenal dengan kekhasan konsep Jawa, yang menyediakan menu – menu special hasil cita rasa para chef berpengalaman , dan siap menerima paket ulang tahun outdoor, weeding, & pesta lainnya, tersedia juga meeting room dengan kapaitas 200 pax.
Sea View Restaurant menghadirkan Fresh Grilled Sea Food ( Ikan Bakar Laut Segar  ) di setiap malam minggu. dengan berbagai aneka  Sea Food dan sauce serta  sambal BBQ.
Costumer yang datang mayoritas adalah dari instansi – instansi daerah sekitar, bahkan dari daerah lain, juga dari pengusaha , artis – artis, seniman, dan umum lainya. pelayanan service yang ramah ditambah suasana pemandangan laut lepas nampak terlihat dari area service sea view restaurant, sangat memberikan kepuasan tersendiri ketika sambil menikmati sajian menu special.  
Untuk memanjakan anak - anak yang mengandung unsur education tersedia Kid’s Planet yang menyediakan kolam renang anak & kolam renang dewasa, Bianglala, Kid’s Orchid’s/taman anggrek & Kid’s Zoo ( aneka koleksi satwa ), serta wahana bermain untuk anak. Kid’s Zoo menghadirkan crocodile feeding show disetiap hari minggu. panggung gembira didalamnya yang dibentuk dengan konsep dunia anak, sangat memberikan motivasi untuk belajar dan meningkatkan rasa keberanian mental yang positif terhadap perkembangan pada anak usia dini. selain fasilitas tersebut saat ini kid’s Planet dalam proses pembangunan Kampung Air Water Park. keindahan taman bunga disekeliling area wahana bermain menimbulkan rasa kepedulian terhadap lingkungan alam sekitar. Rasa nyaman dan kegembiraan nampak terlihat ketika anak – anak sedang menginjakkan kaki di area Kid’s Planet.      
Untuk mendapatkan kebugaran anda di pantai telengria tersedia Royal Reflexi On The Beach, dengan suasana nyaman, aromateraphyst reflexologi, teraphys ramah & profesional.      
Selain fasilitas tersebut diatas pengunjung yang datang ke Pantai Telengria tentunya akan berkeliling menikamati keindahannya kini tersedia kereta mini & yang siap berputar mengelilingi taman hiburan keluarga wisata telengria, serta perahu wisata bagi yang ingin menikmati buaihan ombak pantai serta pemandangan indah disekeliling teluk tersebut.
Jelas tidak membosankan karena pantai telengria  yang unik ini tersedia PACE( Pacitan Adventure Chalange )/ Outbond, bagi yang suka tantangan membentuk mental inspirasi bagi seseorang tentunya akan menjadikan kesan tersendiri ketika telah mencoba program – program pace tersebut. Fasilitas tersebut didukung dengan bumi perkemahan disekitarnya yang sering kali digunakan untuk aktivitas kegiatan kemah, camping, dll untuk para pelajar & mahasiswa, serta umum lainnya. dilengkapi panggung kegiatan  yaitu “ Panggung Songgo Budoyo “.    
Pantai Telengria yang dikenal dengan laut selatan ini, sangat cocok sekali bagi para pemula yang ingin belajar surfing, selain didukung dengan fasilistas surfing course dan trainer yang berpengalaman, juga ombak pantai ini tidak terlalu besar, dengan kondisi bergelombang yang bergerak landai dari samudera Hindia. Surfing course juga menyewakan papan surfing dengan harga yang relatif murah. Hampir setiap hari ada wisatawan yang berkunjung ke pantai ini dan mayoritas para pecinta surfing, yaitu dari Australia, dan Prancis, serta dari negara – negara sekitar.
Untuk mendapatkan ikan goreng siap sajipun di pantai telengria sangatlah mudah karena memang mitra pedagang yang selalu kreatif untuk mengelola hasil jerih payah para nelayan. tidak hanya itu yang bisa didapatkan ketika berkunjung ke pantai ini, berbagai macam souvernir khas pantai telah banyak berada di area Taman Hiburan Keluarga Wisata Telengria.  
Taman Wisata Telengria didukung dengan pengamanan, serta kenyamanan dalam pelayanan yang berbasig dunia pariwisata, serta sambutan salam sapa hangat yang selalu mereka berikan terhadap para pengunjung yang datang , tentunya akan menambah kehangatan dan kesan tersendiri ketika para pengunjung menginjakkan kaki di wisata Telengria ini.
Dengan fasilitas tersebut diatas harga ticket massuk kawasan  Anak – anak : Rp. 3.000,- ( tiga ribu rupiah ), Dewasa : Rp. 5.000,- ( Lima ribu rupiah ), Kendaraan Roda 2 : Rp. 2.000,- ( dua ribu rupiah ), roda 4 /mobil : Rp. 3.000,-
, Bus mini : Rp. 5.000,- ( lima ribu rupiah ), roda 6/ bus/truck : Rp. 10.000,-, ( harga ticket tersebut selain ada event – event tertentu).    

Kamis, 19 Januari 2012

Pacitan Kini Bukan Daerah Tertinggal Lagi

Pacitan, Jawa Timur: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendengarkan paparan Gubernur Jatim Soekarwo dan Bupati Pacitan Indartato mengenai  perkembangan pembangunan di Pacitan secara khusus dan Jawa Timur secara umum. Paparan berlangsung di Pendopo Kabupaten Pacitan, Jumat (13/1) pagi. 

Tujuh tahun lalu, ketika SBY pertama kali memimpin Indonesia, Pacitan  masih dikategorikan daerah tertinggal. "Setelah itu kita lakukan berbagai aksi pembangunan di Pacitan sebagaimana pula percepatan dan perluasan pembangunan di kabupaten-kabupaten di seluruh Indonesia yang juga berkategori daerah
tertinggal," Presiden mengawali pengantarnya.

Sekarang, pada periode pemerintahan SBY yang kedua,
Pacitan bersama dengan sekitar 50 kabupaten yang lain sudah terbebas dari kategori tertinggal. "Tentu ini kita syukuri dan saya mnegucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras," Presiden SBY menambahkan.

Suatu daerah dikatakan sudah bebas dari kategori
tertinggal, lanjut Presiden, diukur dari taraf kehidupan rakyat, pendidikan, dan kesehatan. Indikator-indikator tersebut dikenal dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Selain itu, juga dilihat infrastuktur dan hal-hal yang berkaitan dengan kemajuan perekonomian yang menyangkut kesejahteraan rakyat.

"Kalau sudah terbebas dari kategori daerah tertinggal berarti aspek-aspek itu sudah meningkat, meskipun dibandingkan dengan kabupaten lain yang sudah lebih maju tentu masih banyak yang harus dilakukan di kabupaten ini," SBY menjelaskan.

Presiden SBY selalu mendukung rencana, komitmen, dan upaya pemerintahan provinsi maupun kabupaten untuk meningkatkan terus-menerus pembangunan di Pacitan. Presiden berharap pembangunan yang langsung menyentuh aspirasi rakyat terus dijalankan dengan
gigih.

"Daerah ini memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan secara bertahap dan berlanjut. Saya ingin dari pak Bupati ke bawah harus sungguh bekerja keras," Presiden mengingatkan.

Kepala Negara meminta jangan sampai rencana pembangunan tidak bisa berjalan karena belum selesai urusan dengan kelompok tertentu. "Ajak bicara baik-baik kelompok itu, kemudian kalau memang ada kewajiban pemerintah untuk memenuhinya, ganti rugi misalnya, berikanlah ganti rugi yang pantas dan adil," SBY menegaskan.

Namun, ujar Presiden, jangan pula rencana untuk mensejahterakan rakyat diganggu oleh kepentingan tertentu secara tidak wajar. "Itu tidak boleh terjadi di provinsi-provinsi dan kabupaten-kabupaten lain di Indonesia," kata SBY.

Untuk itu, penyelenggara pemerintahan wajib menjelaskan rencana pembangunan kepada rakyat secara terbuka. Rakyat, SBY menambahkan, juga perlu tahu satu program tidak bisa berjalan karena ada hambatan tertentu. "Intinya komunikasi. Ajaklah bicara semua, ini keluarga besar Pacitan," Presiden SBY menandaskan. 
 
Turut mengikuti paparan ini Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri PU  Joko Kirmanto, Mentan Suswono, Mendikbud Muhammad Nuh, Menlut dan Perikanan Cicip Sutarjo, Menteri PDT Helmy Faishal, Menkop dan UKM Syarief Hasan, Menpora Andi Mallarangeng, dan Seskab Dipo Alam. (dit)

Jumat, 13 Januari 2012

SBY: KRPL Perkuat Ketahanan Pangan



 
Melanjutkan agenda sebagai puncak kegiatan di kabupaten Pacitan, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Jum\'at (13/01) menyempatkan meninjau langsung kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Desa Kayen Kecamatan Pacitan
Tiba dilokasi pukul 10.30 WIB, presiden yang selalu membuka kaca Cendela Mobil Indonesia 1, seraya melambai-lambaikan tangan kepada warga yang menyambut disepanjang perjalanan, didampingi Ibu Negara ANY SUSILO BAMBANG YUDHOYONO, Gubernur Jawa Timur dan sejumlah Menteri, langsung menuju kebeberapa rumah warga.

Presiden SUSILO BAMBANG YUDHOYONO,berdialog  dengan warga yang memanfaatkan pekarangan dengan berbagai tanaman buah dan sayur.
Presiden SBY mengatakan, sebagai awal, tanaman yang dikembangkan setidaknya dapat untuk mencukupi kebutuhan sehari hari,dan dapat menjadi gerakan Nasional. Tidak hanya di Pacitan tetapi juga diseluruh desa dan kelurahan di Indonesia. Ketahanan Pangan tandas Presiden harus menjadi perhatian utama semua pihak termasuk masyarakat.

Setelah meninjau Kawasan Rumah Pangan Lestari didesa Kayen, Presiden beserta rombongan langsung menuju Masjid Agung DARUL FALAH Pacitan, untuk sholat Jum\'at. Dalam kesempatan itu pula Presiden memberikan bantuan dana 1 Milyar rupiah untuk Masjid yang sedang direnovasi. Gubernur Jawa Timur Sukarwo juga memberikan bantuan 500 juta rupiah, dan putra presiden EDY BASKORO YUDHOYONO memberikan 25 juta rupiah.

Presiden SBY berharap, pembangunan Masjid Agung DARUL FALAH Pacitan dapat selesai akhir tahun ini, dan menyatakan kesanggupanya untuk meresmikan awal tahun 2013.

Sejak tiba di Pacitan kamis sore sejumlah agenda memang sudah menanti Presiden SBY. Setelah melakukan ziarah ke makam Ayahanda R Sukoco, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bunga Bangsa sesaat setelah beristirahat di pendopo kabupaten, malam harinya kepala negara bertemu dengan para pembatik dari Ngadirojo dan sempat melakukan dialog.

Pagi harinya sebelum mendengarkan paparan dari Gubernur dan bupati Pacitan, Presiden SBY menyempatkan diri menengok stadion dan Gelanggang Olah raga (GOR) Pacitan yang masih dalam proses pembangunan. Baru sekitar pukul 10.30 W I B, Presiden bersama Ibu negara didampingi Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan sejumlah menteri meninjau KRPL.(Riz)

Kamis, 12 Januari 2012

Presiden SBY Pulang Kampung

Kunjungan Presiden ke Pacitan, yang juga kampung halamannya itu, merupakan rangkaian dari kunjungan kerja empat hari Kepala Negara ke Provinsi Jawa Timur sejak 11 sampai 14 Januari mendatang.

Walaupun separuh perjalanan Kepala Negara dilakukan dalam kondisi hujan namun antusiasme warga masyarakat sangat besar untuk menyambut rombongan Presiden.

Anak-anak sekolah berbaur dengan warga masyarakat berdiri berjajar di tepi jalanan yang berliku-liku di sisi tebing itu.

Presiden dalam kunjungan kerja itu didampingi oleh Ibu Ani Yudhoyono dan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, antara lain Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam.

Sebelum menuju Madiun, Presiden beserta rombongan meresmikan Pembukaan Muktamar XI Jam`iyyah Ahlith Thariqah Al Mu`tabarah An Nadliyyah di Pondok Pesantren Al Munawariyah Kecamatan Bululawang. [ant] Headline

Dihadang Demo, SBY Pilih Rute Pedesaan

TEMPO.COPonorogo - Rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengambil rute jalan pedesaan di Ponorogo, Jawa Timur, untuk menghindari demo mahasiswa, Kamis siang, 12 Januari 2012. Rombongan presiden mengambil jalan pedesaan di pinggir kawasan kota Ponorogo saat melintas dari arah Madiun menuju Pacitan. 

Rute rombongan presiden dirubah dan berbelok mengitari pinggir kota, diantaranya melewati Desa Polorejo dan Desa Gupolo, Kecamatan Babadan, serta Kelurahan Keniten dan Kelurahan Tambakbayan, Kecamatan Ponorogo (kota). Jalur ini tembus ke Jalan Raya Ponorogo-Pacitan. 

Sekitar 50 aktivis  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ponorogo sejak pagi sudah menggelar demo di dua perempatan di pusat kota Ponorogo. ”Kami menilai pemerintahan SBY gagal dan kebijakannya tidak pro rakyat,” kata kordinator aksi, Ainur Rofiki, saat berorasi di bundaran Pasar Songgolangit, Ponorogo. Mereka juga sempat merusak dan membakar beberapa spanduk dan bendera untuk menyambut kedatangan SBY. 

Kepala Penerangan Komando Resor Militer (Korem) 081/Dirotsaha Jaya Madiun Mayor Imam Duhri mengatakan, agenda resmi Presiden adalah mengunjungi Kawasan Rumah Pangan Lestari di Desa Kayen, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, Jum’at, 13 Januari 2012, sekitar pukul 09.00 WIB. 

Usai acara di Malang, rombongan SBY bersama ibu negara, Ani Yudhoyono, terbang dari Pangkalan Udara (Lanud) Abdurahman Saleh, Malang, dan mendarat di Lanud Iswahjudi, Madiun, siang tadi. “Dari Lanud Iswahjudi melalui jalur darat dari Magetan, Madiun, Ponorogo, sampai Pacitan,” ujar Imam. "Tugas kami mengamankan selama rute perjalanan." 

Dari unsur TNI, jumlah personel yang dikerahkan lebih dari 3 ribu personel dari berbagai kesatuan, di antaranya dari Lanud TNI AU Iswahjudi Madiun, Batalyon Infanteri (Yonif) 500/Raider Kodam V/Brawijaya, Yonif 511/Dibyatama Yudha (DY) Blitar, dan Yonif Lintas Udara (Linud) 501/Bajra Yudha (BY) Madiun. 

ISHOMUDDIN

Selama di Pacitan, SBY Ngantor di Pendopo Kabupaten

Pacitan - Rencana kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Pacitan, Kamis (12/1/2012) benar-benar membutuhkan persiapan matang. Bahkan, Pendopo Kabupaten disiapkan menjadi tempat kerja presiden. Ini tidak berlebihan, karena selama di kampung halaman orang nomor satu di negeri ini direncanakan menginap di pendopo.

"Kawasan pendopo, termasuk ruangan wakil bupati, asisten dan staf ahli itu disiapkan menjadi tempat tidur," kata Kabag Humas dan Protokol Pemkab Pacitan, Hariyo Jumanto saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Rabu (11/1/2012).

Konsekwensinya, lanjut Hariyo, selama kunjungan presiden, Bupati Indartato akan pindah tempat ke Kantor Bappeda di sebelah timur halaman pendopo. Demikian pula Wakil Bupati Prayitno akan menempati rumah dinas di Jalan Veteran. Sedangkan anggota rombongan lain, baik menteri, gubernur maupun sekdaprov berada di hotel yang dipesan lebih dulu.

Persiapan lain, berupa penyambutan di sepanjang rute yang akan dilalui presiden. Begitu memasuki wilayah Pacitan, kata Hariyo, rombongan akan disambut ribuan siswa sekolah yang berjajar di sepanjang jalan. Selain itu, mulai Kamis (12/1/2012) warga masyarakat diimbau mengibarkan bendera merah putih satu tiang penuh.

"Ini sebagai bentuk penghormatan atas kehadiran bapak presiden ke Kabupaten Pacitan," tambahnya.

Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, presiden bersama Ibu Ani Yudhoyono akan berkunjung ke Pacitan mulai Kamis (12/1/2011) hingga Jumat (13/1/2012). Di tanah kelahirannya, SBY dijadwalkan melakukan ziarah ke makam ayahanda, almarhum R Soekotjo di TMP Bunga Bangsa, Jalan Ahmad Yani.

Presiden bersama ibu negara juga dijadwalkan bersilaturrahmi dengan pengrajin batik serta meninjau Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Desa Kayen, Kecamatan Pacitan. Sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II juga dijadwalkan hadir.

(bdh/bdh) 



detikSurabaya

Kementerian Kelautan Dan Perikanan Bantu Pengembangan Perikanan di Pacitan



 
Kedatangan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kamis (12/01) memberikan berkah tersendiri bagi kabupaten Pacitan. Bukan hanya karena orang nomor satu di Indonesia itu putra daerah, sejumlah bantuan dari pemerintah pusat juga diterima kabupaten Pacitan
Kementerian kelautan dan Perikanan  melalui Direktur Usaha Budidaya Tri Hariyanto menyerahkan 6 jenis bantuan untuk pengembangan kelautan dan perikanan tangkap di Pacitan. Penyerahan sendiri diterima simbolis Sekretaris daerah (Sekda) Pacitan Mulyono mewakili Bupati Pacitan Indartato.

Bantuan tersebut meliputi, Pengembangan Program Usaha Mina Pedesaan (PUMD) budidaya untuk 12 kelompok senilai Rp. 780 juta, Pengembangan PUMD perikanan tangkap untuk 15 kelompok senilai  Rp. 15 milyar serta Penyempurnaan pelabuhan perikanan pantai Tamperan melalui dana dekonsentrasi Rp. 12,5 milyar. Bantuan lain berupa, sertifikat hak atas tanah nelayan untuk 100 orang  dan satu unit eskavator senilai Rp. 1,3 milyar.

Dalam arahanya Direktur Usaha Budidaya Kementerian Kelautan Dan Perikanan Tri Hariyanto minta agar bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.Terutama untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat. Seperti, program usaha Mina Pedesaan yang sangat cocok dikembangkan pada kawasan non pesisir.Atas nama pemerintah daerah Sekretaris daerah Pacitan Mulyono juga menyampaikan ucapan terimaksih atas bantuan tersebut.(Pur/Riz) 

Pacitan Online

Sidak Pembangunan Stadion Dan GOR, Menpora Minta Tidak Ada Ruang Kosong Yang Sia-Sia



 
Keberadaan Gelanggang Olah Raga (GOR) Pacitan serta Stadion kedepan diharapkan bukan hanya sebagai sarana olah raga masyarakat namun juga menjadi pusat kegiatan kepemudaan.Sehingga saranaprasaran yang dibangun dengan biaya milyaran rupiah tersebut tidak sia-sia
Demikian Ditegaskan Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Andi Alfian Malarangeng, saat melakukan tinjauan langsung proses pembangunan stadion dan GOR Pacitan, Kamis (12/01) siang. Untuk itu tandas Menpora, selain sejumlah venue olah raga harus ada ruang khusus yang dapat digunakan untuk wisma kepemudaan.

Khusus untuk stadion menteri minta agar fasilitas ruang yang kosong dibawah tribun dimanfaatkan untuk cabang olah raga lain. Semisal, tenis meja, karate hingga tempat fitnes. Begitu juga dengan jalur masuk stadion, harus dibangun melingkar untuk jogging track masyarakat luas. Harapanya, fasilitas olah raga seluas hampir 19 hektar tersebut termanfaatkan maksimal. Pun demikian dengan lingkungan sekitar stadion serta GOR, harus lebih banyak lagi ditanami pohon biar teduh.

Stadion serta Gelanggang Olah Raga (GOR) Pacitan dibangun ekstafet kurang lebih sejak  3 tahun lalu. Bangunan yang menelan anggaran lebih dari 20 milyar bantuan dari Kementerian Olah Raga itu, saat ini sudah mencapai 90 persen. Selain lapangan sepak bola dan atletik di dalam stadion, juga terdapat tempat olah raga Tenis lapangan, bola voly serta basket yang ketiganya berada di dalam GOR.

Kunjungan Menpora Andi Alfian Malarangeng ke Pacitan selain meninjau proyek pembangunan sarana olah raga juga mengikuti agenda kunjungan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Saat melakukan sidak, Menpora didampingi Bupati Pacitan Indartato, Sekretaris daerah Mulyono serta kepala dinas Pariwisata Kebudayaan dan Olah Raga M fathoni.(Riz)

Pacitan Online

Rabu, 11 Januari 2012

Jelang Kedatangan Presiden SBY, Pendopo Disulap Jadi Istana



 
Sejumlah kesiapan terus dilakukan oleh pemkab Pacitan menyambut kedatangan Presiden Ri Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Bumi Seribu Satu Goa (Kamis, 12/01). Kesibukan nampak di rumah dinas Bupati serta lingkup pendopo Kabupaten yang rencananya akan dijadikan tempat menginap Putra kelahiran Pacitan itu
Kabag Humas Dan Protokol Pemkab Pacitan Haryo Jumanto saat dikonfirmasi mengatakan, secara umum kesiapan untuk menerima kedatangan Presiden SBY tidak ada masalah. Bahkan untuk akomodasi para tamu rombongan dari Jakarta juga sudah siap.

 Khusus untuk rumah dinas bupati dan pendopo kabupaten beberap ruangan bahkan disulap menjadi kamar tidur. Ini karena selain Presiden dan Ibu negara, juga Sejumlah menteri dan para deputi. Ruangan yang digunakan antara lain ruang wakil bupati serta ruang para Asisten. Sementara itu, untuk tamu-tamu lain akan menginap disejumlah hotel yang sebelumnya sudah dipesan pemkab.

Kedatangan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Pacitan lanjut Haryo Jumanto dijadwalkan akan mengunjungi Rumah Pangan Lestari (RPL) di desa Kayen Kecamatan Pacitan. Program yang sudah berjalan hampir dua tahun tersebut merupakan yang terbaik dan mendapatkan penghargaan dari pemerintah pada akhir tahun lalu.

Sebelum mengunjungi Desa Kayen Presiden SBY juga direncanakan bertemu dan menyaksikan langsung para perajin batik dari Ngadirojo di pendopo kabupaten pada Kamis malam. Dalam kesempatan itu presiden dan rombongan akan disuguhi ketrampilan dan proses membatik mulai dari awal hingga jadi.

Selain lingkup pendopo kabupaten, antusiasme menyambut kedatangan Presiden dan Ibu Negara Ny. Ani Yudhoyono juga nampak di masyarakat. Warga dengan bergotong royong melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan serta memasang bendera merah putih satu tiang penuh. Keamanan untuk kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu juga  intensif dilakukan, terutama pada jalur-jalur yang akan dilalui Presiden.

Sekitar 2000 personil TNI/POLRI disiagakan di berbagai tempat. Empat titik yang menjadi fokus, yakni TMP, Kawasan rumah pangan lestari, Pendopo pemkab Pacitan serta Masjid Agung Darul Fallah Pacitan.(Riz)

Kamis, 05 Januari 2012

Hadiri Ultah LVRI, Bupati Indartato Minta 4 Pilar Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara Dipertahankan



 
Semangat patriotisme dan nasionalisme yang diwariskan para pejuang terdahulu, sudah selayaknya ditiru oleh para generasi muda. Sebagai penerus perjuangan melalui pembangunan, nilai-nilai persatuan harus tetap terjaga demi keutuhan NKRI
Demikian pernyataan Bupati Pacitan Indartato, saat menghadiri ulang tahun ke 55 Legiun Veteran Indonesia di kantor LVRI cabang Pacitan. Bupati Indartato  berharap semangat kepahlawanan itu terus ada, apalagi diera seperti saat ini.

Ada empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus ditegakkan. Yang pertama, adalah Pancasila.Bupati merasa prihatin pengamalan Pancasila saat ini mulai jauh dari harapan. Untuk itu sudah menjadi tugas pemerintah dan legeslatif untuk kembali menggelorakan Pancasila.

Pilar berikutnya adalah Undang-Undang Dasar 45. Sebagai sumber hukum UUD merupakan dasar untuk menjalankan pemerintahan negara yang baik. Dilanjutkan dengan pilar ketiga yakni keutuhan NKRI yang merupakan harga mati. Jika hal tersebut sudah terlaksana, maka pilar keempat Bhineka Tunggal IKa  akan berjalan. Meskipun Berbeda, tetap satu dalam negara kesatuan.

Hal senada diungkapkan Legiun Veteran Tukiran. Pria yang terakhir kali aktif dalam perjuangan berpangkat Kopral Kepala (Kopka) itu menilai dengan kondisi bangsa yang seperti saat persatuan dan kesatuan adalah yang utama. Pemimpin harus amanah serta penyelanggara pemerintah yang jujur.

Terkait kesejahteraan veteran , Tukiran mengaku sudah mendapat perhatian. Meskipun besaranya belum bisa memenuhi harapan para veteran. Dikabupaten Pacitan sendiri anggota LVRI sebanyak 116. Dari jumlah itu masih ada 7 veteran yang belum mendapatkan dana kehormatan veteran karena masih dalam prosees pengajuan.

116 veteran tersebut terdiri dari 91 veteran pejuang serta 25 veteran pembela. Veteran pejuang adalah veteran yang melakukan konvrontasi dengan penjajah tahun 1945 hingga 1949 sedangkan pembela yang pernah bertugas berjuang di Irian Barat serta Timor Timur. (Riz)

Intensifkan KPA, Tangkis Penyebaran HIV/AIDS Di Pacitan


 
Hiv/AIDS merupakan salah satu penyakit yang menjadi momok sekaligus mematikan bagi setiap manusia. Bahkan sampai saat ini belum ditemukan obatnya.Guna mencegah penyebaranya, tindakan pengobatan saja tidak cukup, namun juga harus ada upaya  pencegahan
Demikian disampaikan wakil Bupati Pacitan Prayitno, saat acara lokakarya penguatan kelembagaan komisi penangulangan AIDS (KPA) di Pacitan.

Wabup Prayitno mengungkapkan, lima atau sepuluh tahun lalu kabupaten Pacitan belum tersentuh penyakit HIV/AIDS atao ODHA. Namun, kondisi itu berbalik di era sekarang ini. Hingga akhir 2011 tercatat 41 kasus HIV/AIDS di Pacitan. Dengan rincian, 26 pasien meninggal serta 15 lainya masih dalam perawatan dan pengawasan.

Sesuai hasil pantauan, penderita HIV/AIDS di Pacitan memiliki riwayat atau berkaitan dengan keluarga yang pernah merantau ke luar kota. Kebanyakan mereka sudah membawa virus tersebut ke tanah kelahiran sehingga terjadi penyebaran.

Mengantisipasi dampak penyakit tersebut, Pemerintah Kabupaten Pacitan mengambil langkah strategis. Seperti, membentuk komisi penanggulangan AIDS sesuai surat keputusan bupati Pacitan  tanggal 24 September 2009. Mengadakan sosialisasi dan pelatihan pemulasaraan jenazah yang terkena HIV/AIDS.

Tidakan pencegahan lain yang selalu dilakukan pemerintah kabupaten Pacitan adalah sosialisasi pencegahaan AID kepada tokoh agama, masyarakat, tokoh pemuda serta para pengelola tempat hiburan dan transportasi. Melalui upaya bersama berbagai elemen inilah diharapkan rantai penyebaran HIV/AIDS dapat diputus.(Riz)

Tekan Kematian Ibu Dan Bayi, Persalinan Harus Ditangani Medis



 
Keberhasilan persalinan bagi keselamatan ibu dan bayi menjadi perhatian serius pemerintah kabupaten Pacitan. Bukan tanpa alasan, mengingat angka kematian ibu dan bayi di kota Seribu Satu Goa ini masih relatif tinggi
Kabid Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Pacitan Wawan Kasianto menyebut, hingga akhir 2011 jumlah kematian ibu sebanyak 8 kasus. Turun dua angka dari tahun 2010 sebanyak 10 kasus. Berbeda dengan kematian ibu, angka kematian bayi lebih banyak lagi. Tahun 2011 tercatat 94 kasus kematian bayi. Atau turun 2 kasus dibanding tahun sebelumnya sebanyak 96 kasus.

Menurut Wawan, khusus kematian bayi rentan terjadi pada periode 28 hari setelah melahirkan. Salah satu faktor penyebabnya adalah penanganan persalinan dirumah.Misalnya, kurang terjaga kebersihan saat persalinan hingga pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif yang tidak baik.Biasanya proses persalinan dirumah tersebut hanya dibantu tenaga dukun bayi.

Untuk itu pemerintah tandas wawan Kasianto, menjamin persalinan sehat  dengan program Jaminan Persalinan (Jampersal). Melalui program tersebut,warga masyarakat yang akan melahirkan mendapat jaminan untuk ditangani secara medis. Melalui menejemen terpadu bayi muda, pelayanan lebih terukur. Mulai dari perawatan tali pusar, imunisasi, pemberian ASI dan penanganan kesehatan lain.

Khusus untuk penanganan ibu melahirkan lanjut Wawan Kasianto, wajib mendapat pendamping  minimal 2 tenaga bidan. Hal ini sebagai antisipasi jika terjadi kondisi darurat, keselamatan ibu dan bayinya tetap terjaga. Dikabupaten Pacitan sendiri tercatat 7 ribu lebih ibu melahirkan dalam satu tahun. Karena terbatasnya anggaran hanya 60 persennya saja yang dapat terlayani Jampersal. Unmtuk itu bagi keluarga mampu diharapkan tetap biaya mandiri agar program tersebut dapat dinikmati warga kurang mampu. (Riz)    

2012 Pacitan Siap Menjadi Kabupaten ODF


 
Kesadaran masyarakat Pacitan terhadap lingkungan yang bersih dan sehat kian nampak. Kebutuhan akan Sanitasi yang sehat, menjadi bagian yang utama dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan tidak Buang Air Besar (BAB) sembarangan
Perlahan tapi pasti, desa-desa di kabupaten Pacitan mengikrarkan diri menjadi desa Open Defication Free (ODF). Yang terbaru adalah desa Karangnongko Kecamatan Kebonagung. Janji masyarakat untuk menciptakan sanitasi total berbasis masyarakat ini disaksikan langsung bupati Pacitan Indartato.

Dengan pendeklarasian Desa Karangnongko sebagai desa ODF maka kecamatan Kebonagung yang terdiri dari 19 desa, 4 diantaranya sudah ODF. Desa Tersebut adalah Kebonagung, Plumbungan, Karangnongko dan Ketepung. Tidak lama lagi akan menyusul 3 desa lain yakni, Katipugal, Gembuk dan desa Sanggrahan yang masih menunggu verifikasi akhir pemicuan.

Bupati Pacitan Indartato sendiri mengaku bangga dengan capaian ini. Menurutnya, untuk menuju masyarakat yang sejahtera, hal utama yang dibutuhkan adalah Kesehatan dan pedidikan. Untuk mencapai derajat kesehatan tersebut maka perilaku sehat masyarakat harus diutamakan. Seperti selalu menjaga lingkungan bersih dan sehat, memiliki sanitasi sehat termasuk tidak BAB sembarangan.

Kabupaten Pacitan sendiri sejak awal pemicuan ODF tahun 2007, 4 kecamatan telah dinyatakan bebas BAB sembarangan. Keempatnya adalah kecamatan Donorojo, Punung, Pringkuku dan Bandar. Sedang untuk kecamatan lain, terus berbenah.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan melalui Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Bambang Widanarko, total desa yang sudah mendeklarasikan ODF sebanyak 55 desa dan tersebar di 498 Dusun. Ditargetkan akhir 2012 seluruh desa di 12 kecamatan di Kabupaten Pacitan bebas BAB sembarangan. (Riz)

Tergerus Banjir, Jembatan Penghubung Borang Arjosari Amblas



 
Hujan deras yang mengguyur Pacitan sepanjang Minggu (1/01) sore hingga malam menyebabkan jembatan penghubung di Desa Borang Kecamatan Arjosari kabupaten Pacitan, amblas. Salah satu tiang penyangga jembatan sepanjang 100 meter tersebut tergerus derasnya banjir sungai Grindulu. Karena tidak kuat menahan beba, tiang kedua sisi barat Jembatan mengalami pergeseran hampir satu meter
Akibat amblasnya infrastruktur penghubung Desa Borang dengan ruas jalan Pacitan-Ponorogo itu, aktifitas warga menjadi tersendat.Sebagai satu-satunya akses penghubung, keberadaan jembatan Borang sangat dibutuhkan warga. Akibat kejadian tersebut, kendaraan roda empat tidak dapat melintas. Hanya pejalan kaki serta kendaraan roda dua yang diperbolehkan lewat.

Samuri (60) salah Seorang warga setempat mengatakan, gejala tergerusnya tiang penyangga jembatan sebenarnya sudah menunjukkan gejala sejak empat hari terakhir. Warga juga sudah melaporkanya ke pihak terkait. Namun, jembatan terlanjur amblas oleh hantaman air bah sungai Grindulu. Samuri mengaku, akibat kondisi ini perekonomian masyarakat  setempat terganggu. Untuk ke kota, warga terpaksa memutar melalui desa tetangga, terutama untuk kendaraan roda empat.

Jembatan Borang merupakan satu diantara beberapa jembatan penghubung warga dengan akses utama yang dipisahkan oleh aliran sungai Grindulu. Selain desa Borang, terdapat 5 desa lain yang juga terdampak oleh amblasnya jembatan.

Terpisah, Kepala Dinas Bina Marga Dan Pengairan Pacitan Ir.Budianto membenarkan amblasnya jembatan Borang yang tergerus banjir. Kejadian itu murni faktor alam. Sungai Grindulu sendiri tandas Budianto, memiliki karakteristik yang cenderung berpindah-pindah. Saat pembangunan jembatan, aliran air berada di tengah. Namun setelah diresmikan awal musim penghujan lalu, aliran sungai bergeser ke pinggir sehingga menghantam kepala jembatan.

Saat ini, pihaknya tengah melakukan kajian sebelum menentukan tindakan lebih lanjut. Upaya awal adalah membenahi sementara agar akses warga tidak tersendat. Sementara, untuk melakukan renovasi total tidak mungkin dilakukan secepatnya karena masih rentan terjadi banjir. (Pur/Riz)

Pacitan Online