Selamat Datang di EXPOSE PACITAN dan Perbaharui Informasi Terbaru Untuk Anda di Sini, Terima Kasih Telah Berkunjung Semoga Bermanfaat

Kamis, 27 September 2012

Heboh PSY-Gangnam Style Video



Video ini dalam format 3GP(Support untuk Handphone)

Tilik Warga, Bupati Temukan Infrastruktur Rusak


 
Kondisi infrastruktur jalan dikabupaten Pacitan ternyata masih banyak membutuhkan perhatian. Selain karena kondisiya yang mulai rusak, beberapa diantaranya bahkan belum teraspal atau belum mendapat program pengerasan. Hal inilah yang nampak dalam perjalanan bupati Pacitan dan rombongan saat melakukan Tilik Warga di dua wilayah, yakni Desa Mlati Kecamatan Arjosari dan Desa Tinatar Kecamatan Punung, Rabu 26/09)
Bahkan, saat menuju Desa Tinatar Kecamatan Punung Rombongan harus melalui medan cukup berat. Untuk menuju wilayah berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah itu Bupati Indartato dan rombongan melalui sungai yang telah mengering. Tidak hanya itu, karena sulitnya medan jalan, beberapa mobil rombongan harus ditarik dengan tambang oleh  warga agar dapat melintas.

Bupati Pacitan Indartato berharap melalui kegiatan ini, pihaknya akan tahu kekurangan dan kesulitan warga secara langsung. Sehingga, pemerintah daerah dapat segera merumuskan permasalahan untuk dicari penyelesaianya. Apalagi dengan kekuatan anggaran terbatas, sehingga harus mengedepankan skala prioritas. Kegiatan semacam ini tandas Bupati, akan terus dilakukan untuk mempercepat program Grindulu Mapan yang muaranya diharapkan mampu menekan angka kemiskinan.

Sementara itu, Kepala Desa Mlati Kamid mengaku, dengan adanya tilik desa ini masyarakatnya merasa terbantu. Apalagi dalam program tersebut banyak bantuan yang diterima warga. Seperti, bantuan bibit ikan Nila untuk pembudidaya kolam ikan pemancingan desa Mlati sebanyak 4000 ekor,bantuan sembako untuk fakir miskin serta layanan gratis untuk administrasi kependudukan. Bahkan saat ini desa Mlati telah memiliki sarana  kesehatan baru yakni Pustu Mlati untuk memaksimalkan layanan kesehatan bagi warga sekitar.

Seperti halnya di desa Mlati Kecamatan Arjosari dalam kegiatan Tilik Warga terpadu di Desa Tinatar, bupati juga memberikan berbagai bantuan kepada masyarakat dan lingkungan, terutama kepada warga miskin. berbagai temuan juga diinventarisir. Selain infrastruktur jalan, juga ditemukan puskesmas Pembantu (Pustu) di desa Tinatar yang kondisinya rusak. Bahkan warga berinisiatif memindahkan layanan kesehatan tersebut ke salah satu rumah penduduk agar dapat terus beroperasi. Menurut Kepala Bappeda Heru Wiwoho,melalui kegiatan ini diharapkan kebutuhan masyarakat dapat terbantu. Bahkan melalui silaturahmi ini warga bisa menyampaikan langsung persoalan diwilayahnya kepada Bupati atau Instansi terkait yang ikut dalam Tilik Warga.(Riz)


source : pacitankab.go.id
 

Minggu, 23 September 2012

Pesta Rakyat MATARAMAN di PACITAN 2012 dan Konser d'MASIV

Acara ini berlangsung dengan meriah yang diikuti oleh 20 Kab/Kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah. dengan menampilkan berbagai budaya dari setiap daerah terutama tarian. selain itu didirikan pula stand yang berisi berbagai ciri khas dari masing-masing daerah. Acara ini berlangsung mulai 08-09 september 2012 lalu.

Selain penampilan tari-tarian dari berbagai daerah , yaitu dengan pemecahan rekor baru yang berhasil dipecahkan Kab.Pacitan, yaitu Rekor Muri REPLIKA BUAH PACE TERBESAR DENGAN BATIK TULIS MOTIF PACE KHAS PACITAN.
Dan pada malam puncak diadakan Konser Musik dengan Bintang Tamu Band Ibu Kota "d'MASIV" dengan 11 alunan lagu yang menghibur masyarakat Pacitan dan sekitarnya.

Berikut ini beberapa Foto Kegiatannya :








































Generasi Muda Perlu Memantabkan Kembali 4 Pilar Kebangsaan

 
Empat Pilar Kebangsaan merupakan suatu sistem yang tidak boleh ditinggalkan satupun, karena jika salah satu pilar tidak berfungsi maka bagian yang lain juga tidak akan bisa berfungsi normal. Demikian dikatakan Bupati Pacitan Indartato saat membuka acara sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Balai Desa Poko, Pringkuku, Pacitan (23/09/2012)
Empat Pilar tersebut adalah Pancasila,  Undang-undang Dasar 1945, Bhenika Tunggal Ika Dan NKRI. Dalam Penyelenggaraan Pemerintahanpun jika satu kesatuan fungsi ini ada yang pincang maka roda pemerintaha tidak akan  berjalan sempurna, tegas Bupati.

Hal senada juga disampaikan Ahmad Munib Siraj, Pemateri dalam acara sosialisasi yang diselenggarakan Ramadhan Pohan, Anggota DPR RI dapil 7. Ketua STIT Muhammadiyah Pacitan ini menggambarkan bahwa sistem itu seperti kendaraan. jika jumlah roda kendaraan itu dikurangi satu saja, maka kendaraan tersebut tidak akan bisa berfungsi normal.

Empat Pilar Kebangsaan ini harus ditumbuh suburkan kepada generasi muda saat ini, melalui sosialisasi dan kegiatan serupa, karena dalam dunia pendidikan, materi ini sudah banyak dikurangi. Pemantaban Pilar Kebangsaan merupakan tanggung jawab bersama untuk tetap memupuk suburkan jiwa nasionalis kepada generasi penerus bangsa, tambah Munib.

Bambang Yulianto, pemateri dari Kodim 0801 Pacitan, menyayangkan pengurangan materi Kebangsaan  di sekolah. Pasalnya dalam pendidikan formal, wawasan kebangsaan tersebut sangat penting untuk membekali generasi muda agar mencintai tanah air dan bangsa. Kalau pemantaban kebangsaan ini tidak segera digalakkan kembali, maka negeri ini akan menjadi rapuh dan  bisa muncul tindakan terorisme karena kurangnya jiwa nasionalis.

Peserta sosialisasi dalam acara yang diikuti seluruh Kades, Perangkat desa dan perwakilan karangtaruna serta tokoh masyarakat se-Kecamatan Pringkuku ini cukup antusias. Dari beberapa peserta banyak yang mempertanyakan  pengurangan Pendidikan Kebangsaan di sekolah, hingga akibatnya dalam kehidupan sosial masyarakat seperti kondisi bangsa saat ini. (Wan)

source : pacitankab.go.id