Kamis, 08 Desember 2011
Rabu, 07 Desember 2011
Sakit Satu jamaah Haji Pacitan Urung Pulang Bersama Rombongan
Satu jamaah Haji Pacitan terpaksa tidak pulang bersama rombongan karena harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit Dr.Soetomo Surabaya.Rajiman jamaah haji asal kecamatan Kebonagung itu tidak melanjutkan perjalanan ke Pacitan setelah pesawatnya mendarat di bandara Juanda Surabaya, karena sakit yang dideritanya
| ||
Kasi haji dan Umroh kantor kementerian agama pacitan Siti Aisyah menjelaskan, Haji Rajiman menderita sakit sejak masih berada di Arab saudi. Setelah tiba ditanah air dan mendapatkan pemeriksaan di klinik asram haji Sukolilo Surabaya yang bersangkutan atas permintaan keluarga dipindah kerumah sakit.Selama mendapat perawatan, haji Rajiman ditunggui pihak keluarga.
Lebih lanjut Siti aisya mengatakan, haji rajiman adalah satu diantara jamaah haji Pacitan yang masuk kategori khusus. Yakni usia diatas 60 tahun. Sebelumnya, dua jamaah haji asal Ngadirojo justru harus ditanazulkan atau dipulangkan lebih awal juga karena sakit. Pasangan suami istri lanjut usia tersebut juga kategori usia kritis serta memiliki riwayat kesehatan kurang baik sejak masih di Pacitan. Tanazul atau pulang awal diperbolehkan karena jamaah haji bersangkutan sudah selesai menjalankan syarat wajib dan rukun haji. Dari total jamaah haji Pacitan yang berangkat menunaikan rukun islam ke lima sebanyak 147 orang, tiba di pendopo kabupaten Pacitan Selasa (0/12) tinggal 140 jamaah. Tujuh jamaah lain tidak pulang bersama rombongan karena berbagai alasan. Empat jamaah pulang awal, dua jamaah dijemput keluarga dan tinggal di Surabaya serta satu jamaah harus menjalani perawatan di rumah sakit Surabaya. Prosesi penyambutan jamaah haji berlangsung di pendopo kabupaten dan diterima langsung bupati Pacitan Indartato. Kedatangan tamu allah ini langsung disambut sanak keluarga yang sudah menunggu sejak sore hari. Dari pendopo kabupaten jamaah haji langsung pulang ke rumah masing-masing.(Riz) | ||
Sabtu, 03 Desember 2011
MORE TV 1-4 On Palapa D
MORE 1
4140
Vertical
30000
VPID: 46
APID:102
PCRPID:46
MORE 2
4140
Vertical
30000
VPID:201
APID:202
PCRPID:201
MORE 3
4140
Vertical
30000
VPID:301
APID:302
PCRPID:301
MORE 4
4140
Vertical
30000
VPID:401
APID:402
PCRPID:401
ALL CHANNEL ON DVB-S or MPEG2
Kamis, 01 Desember 2011
Murid Sekolah di Pacitan Wajib Tanam Pohon
"Wacana kebijakan soal ini serius dan tidak main-main, dalam waktu dekat saya akan mengeluarkan SK (surat keputusan)-nya, di mana setiap anak yang baru masuk sekolah wajib menanam minimal satu batang pohon keras di pekarangan rumah masing-masing," tegasnya usai mencanangkan hari menanam pohon Indonesia di Desa Mendolo Kidul, Kecamatan Punung, Selasa (29/11).
Untuk itu, bupati menginstruksikan kepada seluruh elemen pegawai setempat, khususnya kalangan guru, agar melakukan sosialisasi sejak mulai dari sekarang. Tujuan dari program itu sendiri dimaksudkan untuk memberikan pemahaman pentingnya menjaga kelestarian lingkungan kepada anak sekaligus mempersiapkan masa depan anak.
"Sisi ekonomis yang bisa dipetik adalah, jika pohon yang ditanam kelak sudah siap tebang maka akan dapat dimanfaatkan untuk membiayai sekolah anak-anak kita," ujar Indartato.
Karenanya, untuk menjalankan program tersebut pemerintah daerah berencana menggandeng dinas pendidikan setempat, sedangkan dalam pelaksanaan akan melibatkan peran kecamatan dan desa sebagai pengawas.
Ia menambahkan, khusus untuk kawasan hulu akan menjadi prioritas penanganan konservasi. Sebab, dari sekitar 23 ribu hektare lahan kritis di Kabupaten Pacitan, sebagian besar di antaranya berada di kawasan tersebut.
Menurut dia, ada beberapa alasan mengapa di kawasan hulu justru kondisinya memprihatinkan. "Selain karena tingkat kemiringan hutannya yang cenderung curam, hutan tersebut adalah hutan rakyat sehingga menjadi sumber mata pencaharian, bukan berfungsi sebagai kawasan lindung," terang. (Ant/*)
Langganan:
Postingan (Atom)









