"Wacana kebijakan soal ini serius dan tidak main-main, dalam waktu dekat saya akan mengeluarkan SK (surat keputusan)-nya, di mana setiap anak yang baru masuk sekolah wajib menanam minimal satu batang pohon keras di pekarangan rumah masing-masing," tegasnya usai mencanangkan hari menanam pohon Indonesia di Desa Mendolo Kidul, Kecamatan Punung, Selasa (29/11).
Untuk itu, bupati menginstruksikan kepada seluruh elemen pegawai setempat, khususnya kalangan guru, agar melakukan sosialisasi sejak mulai dari sekarang. Tujuan dari program itu sendiri dimaksudkan untuk memberikan pemahaman pentingnya menjaga kelestarian lingkungan kepada anak sekaligus mempersiapkan masa depan anak.
"Sisi ekonomis yang bisa dipetik adalah, jika pohon yang ditanam kelak sudah siap tebang maka akan dapat dimanfaatkan untuk membiayai sekolah anak-anak kita," ujar Indartato.
Karenanya, untuk menjalankan program tersebut pemerintah daerah berencana menggandeng dinas pendidikan setempat, sedangkan dalam pelaksanaan akan melibatkan peran kecamatan dan desa sebagai pengawas.
Ia menambahkan, khusus untuk kawasan hulu akan menjadi prioritas penanganan konservasi. Sebab, dari sekitar 23 ribu hektare lahan kritis di Kabupaten Pacitan, sebagian besar di antaranya berada di kawasan tersebut.
Menurut dia, ada beberapa alasan mengapa di kawasan hulu justru kondisinya memprihatinkan. "Selain karena tingkat kemiringan hutannya yang cenderung curam, hutan tersebut adalah hutan rakyat sehingga menjadi sumber mata pencaharian, bukan berfungsi sebagai kawasan lindung," terang. (Ant/*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar