Selamat Datang di EXPOSE PACITAN dan Perbaharui Informasi Terbaru Untuk Anda di Sini, Terima Kasih Telah Berkunjung Semoga Bermanfaat

Senin, 10 Februari 2014

[FOTO] Detik-Detik Start Lomba Lari 10 KM Pacitan 2014

Pacitan (Paradise of Java)- Hari minggu (09/02) kemarin merupakan awal agenda acara dalam rangka HUT Pacitan ke-269. Agendanya adalah Lomba Lari 10 KM dan dimulai (start) dari Alun-alun Pacitan yang di resmikan/dibuka langsung oleh Bupati Pacitan Indartato.

Berikut beberapa foto detik-detik keberangkatan Lomba Lari 10KM :




Gunung Sewu Pacitan Segera Diteliti UNESCO Terkait Rencana Geopark

Foto: Kawasan Kars Klayar

Pacitan (Paradise of Java)- Terkait rencana kawasan barat Pacitan sebagai kawasan geopark, tim asesor Badan PBB urusan Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Budaya (Unesco) berencana akan meninjau kelayakan Gunung Sewu di Pacitan. Rencana tersebut adalah untuk kemudian ditetapkan menjadi bagian dari Global Geopark Network (GGN).

Minggu, 09 Februari 2014

Tarif Retribusi Masuk Tempat Wisata di Pacitan (Dikelola Pemkab)


Pacitan (Paradise of Java)- Banyak tempat wisata di Pacitan, namun banyak orang yang bertanya-tanya tarif/biaya tiket masuk ke tempat wisata tersebut dan tak banyak yang mengetahuinya. Berikut daftar tarif retribusi/tiket masuk tempat wisata di Pacitan yang dikelola pemerintah kabupaten Pacitan :

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Menilai Masa Depan Pengrajin Batik Cerah

Pekalongan- Selama ini industri batik erat kaitannya dengan kebudayaan asli bangsa Indonesia. Semangat mencintai batik itu juga membawa batik pada akhirnya diakui didunia internasional sebagai warisan budaya Indonesia. Dan belum lama ini, presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai masa depan para pengrajin batik cerah, mengingat potensi peningkatan jumlah kelas menengah di Indonesia dan gaya hidup yang lekat dengan busana batik.

“Masa depan batik atau ekonomi kreatif cerah. Saya mengatakan bukan untuk menyenangkan namun karena kontribusi ekonomi kreatif termasuk batik pada perekonomian nasional dalam beberapa tahun ini terus meningkat,” katanya, seperti dinukil dari Kantor Berita Antara, saat meninjau International Batik Center (IBC) di Kabupaten Pekalongan, baru – baru ini.

Semakin membudayanya semangat nasional mencintai batik juga memunculkan berbagai industri batik di kota – kota di tanah air, sebut saja Pekalongan, Solo, Jogja dan juga batik Pacitan. Dikatakan Presiden asal Pacitan ini, jumlah kelas menengah di Tanah Air pada 2013 berjumlah 50 juta dan pada 2030 diperkirakan akan menjadi 135 juta.

Peringatan HUT Pacitan Hari Pertama Dimeriahkan Lomba Lari dan Sepeda Kuno


Pacitan (Paradise of Java)- Hari pertama serangkaian kegiatan peringatan Hari jadi Pacitan ke 269 ditandai dengan dua agenda, yakni lomba lari 10 Km dan lomba sepeda kuno, hari ini, Ahad (9/2/2014) pagi WIB. Untuk lomba lari 10 Km dipusatkan di kompleks jalan alun – alun Pacitan, sementara lomba sepeda kuno dimulai di depan pendopo dan finish di pantai pancer.

Sabtu, 08 Februari 2014

Harapan Peningkatan Status Pada Kantor Diklat Pacitan

Pacitan (Paradise of Java)- Peningkatan status Kantor Pendidikan Dan Latihan (Diklat) Kabupaten Pacitan menjadi Badan Diklat, mungkin sangat diharapkan. Hal tersebut sebagai sarana penunjang agar ke depan, SKPD yang membidangi masalah edukasi aparatur tersebut bisa mendapatkan sertifikasi dan akreditasi dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) sebagai lembaga penyelanggara diklat.

Utamanya diklat struktural bagi para pejabat. Baik level eselon IV, III serta II. Kepala Kantor Diklat setempat, Samsuri, mengatakan, selama ini system pendidikan dan latihan bagi aparatur dilaksanakan secara kemitraan dengan Badan Diklat yang ada di provinsi. Itu pun harus melalui proses verifikasi dan evaluasi cukup rumit.

Pola kemitraan tersebut, lanjut dia, sebenarnya sudah pernah dilaksanakan awal Tahun 2003 silam. Akan tetapi program tersebut sempat mengalami kefakuman hingga awal Tahun 2010. “Jadi selama kurun waktu 2003 hingga 2010, fakum tidak pernah ada lagi diklat pim,” ujar mantan Kasubag Keuangan, Sekretaris DPRD Pacitan itu, Jumat (7/2).

Namun upaya untuk meng up date kompetensi para aparatur di Pacitan terus diusahakan. Hingga akhirnya, pada pertengahan Tahun 2010 program diklat pim bagi pejabat struktural, kembali bergeliat. Samsuri menyadari, ketersediaan sarana dan prasarana penunjang masih jauh dari layak. Utamanya gedung berikut kelengkapan didalamnya, belum dimiliki Pemkab Pacitan.

Tari Klonthong Jengglur Siap Meriahkan Hari Jadi Pacitan Tahun 2014

Pacitan (Paradise of Java)- Peringatan hari jadi Kabupaten Pacitan yang puncaknya pada 19 Februari mendatang dipastikan akan berlangsung semarak. Selain banyaknya acara yang siap menghibur warga Pacitan, pada puncak peringatan tersebut juga akan ditandai dengan muculnya sebuah seni budaya baru berupa tari yang kedepan akan menjadi ciri khas dari Pacitan.

Tari yang dipersembahkan oleh sanggar tari Edipeni Ngadirojo adalah tari Klonthong Jengglur. Tari ini merupakan buah inspirasi dari penggambaran kabupaten Pacitan.

“Pacitan memiliki karakteristik berupa perbukitan dan pegunungan, dan masyarakatnya adem ayem dan sejahtera. Maka inspirasi tari klonthong jengglur sendiri mengambil dari karakteristik Pacitan sendiri, “ kata Edi Suwito, pemilik sanggar Edipeni, kepada Portal Pacitanku, Jumat (7/2/2014) malam WIB.

Salah satu properti yang digunakan dalam tari yang ditampilkan perdana tersebut adalah klonthong sapi, yang biasa dipakai sebagai kalung sapi, yang notabene hewan ini banyak dipelihara oleh warga Pacitan.

Jumat, 07 Februari 2014

Mantan Bupati Pacitan Disidang, 3 Saksi Meringankan

Gunungkidul- Bos Maju Lancar Sutrisno menjalani sidang perdana dalam kasus perjudian di Pengadilan Negeri (PN) Wonosari, Kamis (6/2/2014).
Saksi dalam sidang mengungkapkan Sutrisno tidak ikut judi dan bahkan sempat mengingatkan agar rumahnya tak dipakai untuk berjudi.

Dalam sidang yang dipimpin hakim ketua Tiares Sirait, dari sembilan saksi yang rencana dihadirkan, baru empat saksi yang memberi keterangan. Satu saksi dari polisi Ipda Habibi dan tiga saksi lainya yang terlibat langsung dalam perjudian.

Tiga saksi tersebut memberi keterangan yang meringankan Sutrisno. Ketiga saksi itu adalah Agus Sutrisno, Rubino dan Riyanto. Ketiganya mengaku bermain judi dadu di halaman rumah Sutrisno tanpa seizin pemilik rumah.

Mereka juga bersaksi Sutrisno tidak ikut bermain, bahkan mantan Bupati Pacitan Jawa Timur itu sempat melontarkan perkataan agar menghentikan judi dan membubarkan diri sebelum akhirnya digerebek polisi.