Selamat Datang di EXPOSE PACITAN dan Perbaharui Informasi Terbaru Untuk Anda di Sini, Terima Kasih Telah Berkunjung Semoga Bermanfaat

Jumat, 10 Januari 2014

Minim Sosialisasi, Warga Tak Ketahui Program BPJS

Pacitan- Sudah 10 hari diberlakukanya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) tetapi masih banyak warga yang belum mengetahui program asuransi kesehatan tersebut.

Sukrip Ari Bawanto, tukang parkir di depan RSUD Pacitan mengaku hanya mendengar BPJS dari mulut ke mulut saja. Dirinya juga belum mendapat sosialisasi langsung dari petugas. Padahal tempatnya bekerja hanya berjarak 10 meter dari loket pelayanan BPJS.


Kendati belum mendaftar menjadi peserta, namun Sukrip sepenuhnya mendukung program pemerintah itu. Syaratnya, semua dilaksanakan dengan baik mengacu ketentuan yang ada.

"Baik juga sebenarnya. Cuma ada sebagian masyarakat yang belum tahu BPJS itu apa, termasuk saya," kata Sukrip ditemui RRI, Kamis (9/1/2014) siang.

Kamis, 09 Januari 2014

Jembatan Nyaris Ambruk, Warga Desa Khawatirkan Perekonomian Lumpuh



Pacitan- Warga Desa Tanjungpuro, Ngadirojo, Pacitan, Jawa Timur, tetap mempergunakan jembatan yang nyaris ambruk akibat terjangan banjir bandang. Meski berbahaya, warga tetap nekat menyeberang karena jembatan tersebut satu-satunya sarana penghubung.

Jembatan yang panjangnya sekitar 250 meter ini rusak dibeberapa bagian. Enam penyangga jembatan bagian tengah dalam keadaan miring. Empat tiang lainnya bahkan telah amblas terseret derasnya arus banjir yang terjadi di sungai lorok.


Bupati Pacitan Dengarkan Uneg-uneg Warga Melalui Radio

Pacitan- Bupati Pacitan, Indartato sepertinya tak henti-henti mendengarkan suara rakyat. Hari ini (09/01) beliau beserta jajaran mengadakan agenda kunjungan ke Radio Grindulu FM, 104,6 MHz yang beralamatkan di Jalan Basuki Rahmad 67 Pacitan.

Beliau berkunjung untuk berkomunikasi lebih dekat dengan masyarakat Pacitan melalui media Radio. Saling sapa melalui via telepon tak menyurutkan Bupati untuk selalu menerima masukan yang berupa kritik maupun keluhan selama beliau memimpin Pacitan dari tahun 2011 lalu.

Dari keluhan masyarakat yang masuk diantaranya adalah tentang kemiskinan, pendidikan, infrastruktur utamanya jalan, pariwisata, dan beberapa topik yang lainnya. Bupati mengadakan kunjungan sekitar satu jam dari kedatangannya pada pukul delapan pagi.


Rabu, 08 Januari 2014

Miliaran Rupiah Untuk Rehabilitasi Jalan Dan Jembatan Di Pacitan

PACITAN - Keterlambatan beberapa proyek fisik di Kabupaten Pacitan, diharapkan bisa menjadi koreksi sejumlah pihak. Khususnya para penyedia jasa serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. Kepala Dinas Bina Marga Dan Pengairan setempat, Budiyanto, mengatakan, kedepan diupayakan ada akselerasi pelaksanaan kegiatan. Baik dari sisi perencanaan, proses tender, hingga pelaksanaan dilapangan. 

“Sehingga tidak akan ada lagi kata terlambat. Semua kegiatan proyek fisik diharapkan tepat waktu,” ujarnya, Selasa (8/1).

Orang nomor satu dijajaran dinas teknis tersebut mengungkapkan, meski terjadi keterlambatan atas pelaksanaan beberapa proyek fisik, akan tetapi secara umum hasil pekerjaan tersebut sudah memenuhi ketentuan. Utamanya pada sisi kualitas sesuai spek teknis yang dipersyaratkan.  “Ini pengalaman untuk dijadikan koreksi bagi semua pihak,” ingatnya.

Sementara itu terkait kegiatan pada Tahun Anggaran 2014, SKPD yang ia pimpin mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp. 35,368 miliar yang diperuntukan pembenahan infrastruktur jalan, irigasi dan jembatan. “Paket kegiatan tersebut, sebagai tindak lanjut kegiatan proyek fisik tahun anggaran sebelumnya. Meskipun juga ada beberapa paket kegiatan baru,” jelas pejabat Eselon IIb ini.

Senin, 06 Januari 2014

EBY (Ibas), Jadwalkan Kunjungi Pacitan

PACITAN - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat (PD), Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY), dijadwalkan bakal kembali berkunjung ke Pacitan. Orang kedua dijajaran puncak partai pemenang pemilu tersebut, direncanakan juga akan menyambangi sejumlah kabupaten lain diwilayah Dapil VII Jatim. “Selain ke Pacitan, Mas Ibas-sapaan akrab-Edhie Baskoro Yudhoyono-juga akan berkunjung ke Ponorogo, Trenggalek, Magetan serta Ngawi,” ujar Hery Purnomo, Koordinator Kabupaten (Korkab) Griya Aspirasi EBY Kabupaten Pacitan, Minggu (5/12).

Politisi berbasis seniman ini mengatakan, dalam serangkaian kunjungan kerja EBY ke kampung halaman pendiri Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dijadwalkan akan mendatangi beberapa lokasi. Adapun kegiatan Ibas selama di Pacitan diantaranya bertemu dengan para kader demokrat, budayawan, dan masyarakat konstituen. Utamanya para pemilih pemula. Hery menegaskan, kunjungan kerja mantan Politisi Senayan ke Pacitan tersebut, bakal membawa dampak cukup signifikan disejumlah bidang. Khususnya akselerasi pembangunan, serta pencerahan kepada masyarakat akan pendidikan politik menghadapi Pemilu Legislatif, April mendatang. “Mas Ibas berharap, masyarakat pemilih bisa memahami proses berdemokrasi berbasis kejujuran dan keadilan. Sehingga kedepan diharapkan akan terpilih wakil-wakil rakyat yang amanah dan bisa membawa perubahan,” bebernya.


Tradisi Eretan Pacitan, Kearifan Lokal dan Budaya Gotong Royong

Pacitan - Hari itu ombak begitu tinggi. Bunyi deburnya menenggelamkan suara manusia yang berada di daratan. Itulah pemandangan awal sebelum tradisi eretan dimulai. Sebuah cerminan tentang kearifan lokal dan budaya gotong-royong warga Wora-wari, Kebonagung.

10 pria berperawakan kekar tampak berbaris di bibir pantai. Mereka berdiri membelakangi hamparan pasir yang basah oleh air laut. Matanya tertuju pada sosok tua yang berdiri di hadapan mereka. Wasito (53) nama pria itu. Mulutnya tak henti komat-kamit layaknya dalang.


Kalimat demi kalimat yang terucap dari lisan Wasito bukan tanpa makna. Deretan kata yang tersusun indah adalah pengejawantahan sedekah bumi. Wujudnya berupa ingkung (ayam dimasak bumbu) lengkap dengan nasi dan lauk. Sajian itu ditata sedemikian rupa dan ditata di atas hamparan pasir.


"Intinya kami semua memohon keselamatan dan ketenteraman hidup," ujar Wasito yang juga menjabat Kepala Desa Wora-wari, Kecamatan Kebonagung, Sabtu (4/1/2013).

Kamis, 02 Januari 2014

Diduga Menipu dan Menggelapkan Motor, Warga Pacitan Dibui

SOLO- Warga Ngejring RT 003/RW 004, Sendang Donorejo, Pacitan, Jawa Timur, Darman, 50, harus berurusan dengan polisi, karena diduga telah menipu dan menggelapkan motor milik warga Pasar Kliwon, November lalu. Ironisnya, orang yang ia tipu adalah teman akrabnya.

Informasi yang dihimpun solopos.com saat gelar tersangka dan barang bukti di Mapolsek Pasar Kliwon, Senin (30/12/2013), Darman yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu diduga menipu Srianto, 43, warga Harjodipuran RT 005/RW 006, Joyodiningratan, Pasar Kliwon, Solo. Saat beraksi ia menggunakan modus meminjam motor milik korban, yakni Suzuki Shogun berpelat nomor AD 5956 BT.

Kala itu Darman kepada korban beralasan motor tersebut akan digunakannya untuk mengambil pakaian di rumah indekosnya di Solo. Korban pun meminjamkannya lantaran Darman merupakan teman akrabnya. Namun, setelah beberapa jam Darman tak kembali. Kecurigaan Srianto muncul karena Darman tak kunjung mengembalikan motornya meski beberapa hari telah berlalu.


Rabu, 01 Januari 2014

Akibat Ban Masuk Jalan Berlubang, Warga Pacitan Sekeluarga Masuk Sungai

PONOROGO-Kecelakaan tunggal terjadi di jalur maut Ponorogo - Pacitan, Desa Nailan, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Rabu (1/1) petang. Diduga, kecelakaan tunggal mobil Toyota Kijang bernopol AE 1342 YM yang dikemudikan Sugiharto (45) bersama istri dan kedua anaknya itu, oleng masuk ke sungai di sebelah timur Jl raya Ponorogo - Pacitan yang memiliki kedalaman sekitar 3 meter usai menghindari jalan utama yang berlubang (rusak).

Kecelakaan tunggal yang membawa penumpang satu keluarga tersebut mengakibatkan jalur Ponorogo - Pacitan mendadak macet total. Pasalnya, semakin banyak pengguna jalan yang berhenti ingin menyaksikan kecelakaan tunggal itu.
Pengemudi mobil, Sugiharto (45) warga Desa Tanjung Lor, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan menceritakan dalam perjalanan dari Pacitan menuju Ponorogo bersama istri dan kedua anaknya.

Saat itu, mobilnya melaju dengan kecepatan sekitar 60 kilometer per jam. Setibanya di depan SPBU Nailan, roda depan mobil kijang tersebut, masuk ke jalan berlubang. Seketika itu mobil langsung oleng ke kanan dan masuk ke sungai sebelah timur jalan itu.