banyak yang menggunakan kata-kata unik dalam berbincang-bincang melalui SMS,Chatt,dll . Dan baru baru ini ada 2 kata baru yang berupa singkatan kata yang unik yaitu :
KAMSEUPAY : Kampungan Sekali,Udik Payah
dan,
MEYGALSEI : Menyebalkan Galau Sekali
Dan kata-kata itu semakin ngetren dengan banyaknya yang menggunakannya.
Jumat, 13 April 2012
Materi Psikologi Sastra
PSIKOLOGI SASTRA
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Dengan belajar
psikologi, seseorang mampu membaca atau mengkaji sisi-sisi kehidupan manusia
dari segi yang bisa diamati.
Dalam psikologi ini dikenal juga tentang psikologi sastra, dimana sastra sendiri merupakan sebuah bidang kebudayaan manusia yang paling tua yang mendahului cabang-cabang kebudayaan lainnya (Mangunwijaya, 1986:3-7).
Dalam psikologi ini dikenal juga tentang psikologi sastra, dimana sastra sendiri merupakan sebuah bidang kebudayaan manusia yang paling tua yang mendahului cabang-cabang kebudayaan lainnya (Mangunwijaya, 1986:3-7).
Sistem kerja psikologi sastra tidak sama seperti psikologi yang
lainnya. Psikologi sastra lebih mengarah pada penelitian yang luas yang
ditandai dengan penelitian terhadap reponden yang jumlahnya terbatas.
Konsep Psikilogi Sastra
Ada beberapa tokoh psikologi mengungkapkan konsep psikologi sastra sebagai berikut :
Konsep Psikilogi Sastra
Ada beberapa tokoh psikologi mengungkapkan konsep psikologi sastra sebagai berikut :
1. Sigmund Freud
Dia menyatakan bahwa dalam diri manusia ada 3 bagian :
v
ide,
v
ego dan
v
super-ego.
Jika ketiganya
bekerja secara wajar dan seimbang maka manusia akan memperlihatkanwatak yang
wajar pula, namun jika ketiga unsur tersebut tidak bekerja secara seimbang, dan
salah satunya lebih mendominasi, maka akan terjadilah peperangan dalam batin
atau jiwa manusia, dengan gejala-gejala resah, gelisah, tertekan dan neurosis
yang menghendaki adanya penyaluran.
2. Mortimer Adler
Adler terkenal dengan sebutan ”inferiority complet” atau perasaan rendah diri. Teori tersebut memungkinkan Adler menyelami teks untuk mencari bentuk-bentuk pengganti kekurangan dalam diri, akan tetapi dalam penerapannya Adler tidak bisa mencapai kepuasan seperti kepuasan yang dicapai oleh Freud.
Adler terkenal dengan sebutan ”inferiority complet” atau perasaan rendah diri. Teori tersebut memungkinkan Adler menyelami teks untuk mencari bentuk-bentuk pengganti kekurangan dalam diri, akan tetapi dalam penerapannya Adler tidak bisa mencapai kepuasan seperti kepuasan yang dicapai oleh Freud.
3. Carl Gustaw Jung
Dia terkenal dengan teorinya tentang “Nirsadar social” bahwa yang demikian tersebut merupakan bentuk dari gejala sosial bukan individu penyair, penyair hanya mengungkapkan apa yang terjadi dalam fenomena-fenomena sosial yang terjadi kemudian mengungkapkannya dalam bentuk karya sastra.
Psikologi
Secara etimologi kata psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno Psyche dan logos. Kata psyche berarti “jiwa, roh, atau sukma”, sedangkan kata logos berarti “ ilmu jiwa”. Jadi psikologi secara harafiah berarti “ilmu jiwa” atau ilmu yang objek kajiannya adalah jiwa.
Secara etimologi kata psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno Psyche dan logos. Kata psyche berarti “jiwa, roh, atau sukma”, sedangkan kata logos berarti “ ilmu jiwa”. Jadi psikologi secara harafiah berarti “ilmu jiwa” atau ilmu yang objek kajiannya adalah jiwa.
Istilah
psikologi digunakan pertama kali oleh seorang ahli berkebangsaan Jerman yang
bernama Philip Melancchton pada tahun 1530.
Adapun pendapat dari tokoh-tokoh lain tentang psikologi yakni :
1. Psikologi merupakan suatu ilmu yang menyelidiki serta mempelajari tentang tingkah laku serta aktivitas-aktivitas, dimana tingkah laku serta aktivitas-aktivitas itu sebagai manifestasi hidup kejiwaan. Jadi yang dipelajari bukanlah tingkah lakunya “an Sich” (Bimo Walgito, 1981).
2. Menurut Siswantoro (2005:26)
Psikologi sebagai ilmu jiwa yang menekankan perhatian studinya pada manusia terutama pada perilaku manusia (Human behavioristik or action).
3. Berbicara tentang manusia, psikologi jelas terlibat erat karena psikologi mempelajari perilaku. Perilaku manusia tidak terlepas dari aspek kehidupan yang membungkusnya dan mewarnai perilakunya. Hal ini dikatan oleh Teeuw (1991:62-64).
Sastra
Secara kronologis : tulisan. Dilihat dari maknanya sastra adalah kegiatan yang kreatif sebuah karya sastra. Sastra merujuk A. Teeuw, berasal dari kata Sas (Sanksekerta) yang berarti mengarahkan, mengajar, memberi petunjuk dan instruksi. Dengan akhiran tra berarti alat atau sarana. Jadi, secara leksikal sastra berarti kumpulan alat untuk mengajar, buku pengajaran yang baik. Secara etimologis, sastra diturunkan dari bahasa Latin (Litterature = huruf atau karya tulis). Istilah ini dipakai untuk menyebut tata bahasa dan puisi.
Kaum romantik, sebagaimana dikutip oleh Luxemburg dkk (1988), mengemukakan beberapa ciri sastra antara lain :
v
Sastra merupakan sebuah
ciptaan, sebuah kreasi, bukan pertama tama sebuah imifasi. Sang seniman
menciptakan sebuah dunia baru, meneruskan proses penciptan di dalam semesta alam,
bahkan menyempurnakannya.
v Sastra merupakan suatu
luapan emosi yang spontan. Dalam puisi terungkapkan nafsu-nafsu kodrat yang
bernyala-nyala, hakekat hidup dan alam.
v Menurut Jackobson sastra
merupakan suatu yang bersifat otonom. Tidak mengacu pada sesuatu yang lain.
Sastra tidak bersifat komunikatif. Sang penyair hanya mencari keselarasannya di
dalam karyanya sendiri.
v
Menurut Coleridge sastra merupakan suatu yang
otonom yang bercirikan suatu koherensi. Pengertian koherensi itu mengacu pada
keselarasan yang mendalam antara bentuk atau ungkapan tertentu.
Psikologi Sastra
Psikologi sastra meliputi bidang penelitian yang luas. Psikologi sastra adalah kajian sastra yang memandang karya sebagai aktivitas kejiwaan.
Istilah psikologi sastra mengandung empat kemungkinan pengertian :
1. Studi psikologi pengarang sebagai tipe atau sebagai pribadi
2. Studi proses kreatif
3. Studi tipe dan hukum-hukum psikologi yang diterapkan pada karya sastra.
4. Studi dampak sastra terhadap pembaca (psikologi pembaca).
Dari keempat pengertian di atas yang paling berkaitan dengan bidang sastra adalah pengertian ke-3, sedangkan pengertian nomor (1) dan (2) merupakan bagian dari psikologi seni. Studi tentang psikologi pengarang dan proses kreatif sering dipakai dalam pengajaran sastra, namun dalam penilaia sastra sebaiknya asal-usul dan proses penciptaan sastra tidak menjadi patokan untuk memberi penilaian.
Psikologi sastra meliputi bidang penelitian yang luas. Psikologi sastra adalah kajian sastra yang memandang karya sebagai aktivitas kejiwaan.
Istilah psikologi sastra mengandung empat kemungkinan pengertian :
1. Studi psikologi pengarang sebagai tipe atau sebagai pribadi
2. Studi proses kreatif
3. Studi tipe dan hukum-hukum psikologi yang diterapkan pada karya sastra.
4. Studi dampak sastra terhadap pembaca (psikologi pembaca).
Dari keempat pengertian di atas yang paling berkaitan dengan bidang sastra adalah pengertian ke-3, sedangkan pengertian nomor (1) dan (2) merupakan bagian dari psikologi seni. Studi tentang psikologi pengarang dan proses kreatif sering dipakai dalam pengajaran sastra, namun dalam penilaia sastra sebaiknya asal-usul dan proses penciptaan sastra tidak menjadi patokan untuk memberi penilaian.
Kaitan antara Psikologi dan Sastra
Menurut Robert Downs (1961:1949, dalam Abdul Rahman, (2003:1), bahwa psikologi itu sendiri bekerja pada suatu wilayah yang gelap, mistik dan yang paling peka terhadap bukti-bukti ilmiah.
Psikologi dalam karya sastra mempunyai kaitan yang tercakup dalam dua aspek yaitu : Unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Dalam aspek ekstrinsik berbicara tentang hal-hal yang berkaitan dengan faktor-faktor kepengarangan dan proses kreativitasnya. Sementara unsur intrinsik membicarakan tentang unsur-unsur intrinsik yang terkandung dalam karya sastra seperti unsur tema, perwatakan dan plot.
Psikososiosastra
Paradigma psikosastra adalah pola dasar penelitian. Pola penelitian psikososiosastra merupakan ilmu yang tidak berdiri sendiri. Istilah psikososiosastra memang masih sangat terdengar asing. Konsep ini sebenarnya untuk mewadahi penelitian psikososiosastra yang amat terpaksa mengaitkan dengan sosiologi sastra. Artinya, psikososiosastra pada gilirannya tidak bisa berdiri sendiri. Psikososiosastra adalah suatu interdisiplin sastra dan psikologi, namun memerlukan ilmu lain pula, yaitu sosiologi sastra dan bahkan tidak tertutup kemungkinan ilmu lain. Jika sosiologi sastra memandang karya sastra sebagai hasil interaksi pengarang dengan masyarakat sebagai kesadaran kolektif psikososiosastra memandang sastra sebagai rekaman keistimewaan individu sebagai kesadaran personal.
Penelitian psikologisastra yang bergabung dengan sosiologi sastra, dapat disebut psikososiosastra. Interdisiplin antara psikologi sosiologi dan sastra dapat dibenarkan karena ketiga bidang ini sama-sama memperhatikan fenomena manusia.
Berbagai Psikologi Sastra yang Digunakan dalam Kajian Psikologi
Adapun berbagai psikologi yang digunakan dalam kajian psikologi antara lain :
Pikologi Pengarang
a. Memori psikologi pengarang
b. Tipologi psikis pengarang
c. Psikobudaya pengarang
Psikologi Pembaca
a. Daya psikis keras dan lunak
b. Resepsi dan kebebasan tafsir psikologis
c. Tipologi psikis pembaca
Salah satu cabang psikologi yang berkaitan erat dengan telaah sastra adalah psikoanalisis. Psikoanalisis mengemukakan teori tentang adanya dorongan bawah sadar yang mempengaruhi tingkah laku manusia. Pelopor psikoanalisis adalah Sigmund Freud.
Prinsip-prinsip psikoanalisis adalah sebagai berikut :
1. Lapisan kejiwaan yang paling dalam (renda) adalah lapisan bawah sadar (Libido) atau daya hidup, yang berbentuk dorongan seksual dan persaan-perasaan yang lain yang mendorong kesenangan dan kegairaan.
2. Pengalaman-pengalaman sewaktu bayi dalam kanak-kanak, banyak mempengaruhi sikap hidup dimasa dewasa, yang paling menonjol adalah ikatan kasih antara anak perempuan dan ayahnya dan anak laki-laki dengan ibunya.
3. Semua buah pikirn, mungki tidak berarti, masih tetap bila dihubungkan daerah bawah sadar.
4. Konflik emosi pada dasarnya adalah konflik antara perasaan bawah sadar dengan keinginan-keinginan dari luar.
Contoh Surat Pernyataan
SURAT
PERNYATAAN
Yang
bertanda tangan dibawah ini :
Nama : FRENDI SETIAWAN PRADIKDO
TTL : PACITAN, 15 JUNI 1993
Jabatan : GURU YAYASAN
Unit Kerja : Madrasah Diniyah Tarbiyatul Athfal
Desa
Padi Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan
Dengan ini menyatakan dengan
sesungguhnya bahwa saya sanggup sebagai Mahasiswa UPBJJ-UT MALANG di Pacitan.
Demikian surat pernyataan ini
kami buat dengan sebenar-benarnya agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
|
Mengetahui
Kepala
Madrasah Diniyah Tarbiyatul Athfal
ANAS JAHIDIN FATHONI
|
Padi, 13 April 2012
Yang bersangkutan
FRENDI SETIAWAN PRADIKDO
|
Bahasan RETORIKA MODERN
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LatarBelakang
Retorika modern adalah gabungan yang
serasi antara pengetahuan, fikiran , kesenian dan kesanggupan berbicara. Dalam
bahasa percakapan atau bahasa populer, retorika berarti pada tempat yang tepat,
pada waktu yang tepat, atas cara yang lebih efektif, mengucapkan kata – kata
yang tepat, benar dan mengesankan . ini berarti orang harus dapat berbicara
jelas, singkat dan efektif
B. Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian Retorika Modern?
2. Siapa Tokoh pada Retorika Modern ?
3. Apa prinsip-prinsip dasar Retorika Modern ?
C. Tujuan Pembahasan
1.
Mengetahui pengertian dari Retorika Modern
2.
Mengetahui tokoh – tokoh dari Retorika Modern
3.
Mengetahui Prinsip – prinsip dasar Retorika
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Retorika
Modern
Retorika modern diartikan
sebagai seni berbicara atau kemampuan untuk
berbicara dan berkhotbah (Hendrikus, 1991); sehingga efektivitas penyampaian
pesan dalam retorika sangat dipengaruhi oleh teknik atau keterampilan berbicara
komunikator.
berbicara dan berkhotbah (Hendrikus, 1991); sehingga efektivitas penyampaian
pesan dalam retorika sangat dipengaruhi oleh teknik atau keterampilan berbicara
komunikator.
Abad Pertengahan berlangsung
selama seribu tahun (400-1400). Di Eropa, selama periode panjang itu, warisan
peradaban Yunani diabaikan. Pertemuan orang Eropa dengan Islam - yang
menyimpan dan mengembangkan khazanah Yunani - dalam Perang Salib menimbulkan
Renaissance. Salah seorang pemikir Renaissance yang menarik kembali minat orang
pada retorika adalah Peter Ramus. Ia membagi retorika pada dua bagian. Inventio
dan dispositio dimasukkannya sebagai bagian logika. Sedangkan
retorika hanyalah berkenaan dengan elocutio dan pronuntiatio saja.
Taksonomi Ramus berlangsung selama beberapa generasi.
Renaissance mengantarkan kita
kepada retorika modern. Yang membangun jembatan, menghubungkan Renaissance
dengan retorika modern adalah Roger Bacon (1214-1219). Ia bukan saja
memperkenalkan metode eksperimental, tetapi juga pentingnya pengetahuan tentang
proses psikologis dalam studi retorika. Ia menyatakan, "... kewajiban
retorika ialah menggunakan rasio dan imajinasi untuk menggerakkan kemauan
secara lebih baik". Rasio, imajinasi, kemauan adalah fakultas-fakultas
psikologis yang kelak menjadi kajian utama ahli retorika modern.
Aliran pertama retorika dalam
masa modern, yang menekankan proses psikologis, dikenal sebagai aliran
epistemologis. Epistemologi membahas "teori pengetahuan";
asal-usul, sifat, metode, dan batas-batas pengetahuan manusia. Para pemikir
epistemologis berusaha mengkaji retorika klasik dalam sorotan perkembangan
psikologi kognitif (yakni, yang membahas proses mental).
George Campbell (1719-1796),
dalam bukunya The Philosophy of Rhetoric, menelaah tulisan Aristoteles,
Cicero, dan Quintillianus dengan pendekatan psikologi fakultas (bukan fakultas
psikologi). Psikologi fakultas berusaha menjelaskan sebab-musabab perilaku
manusia pada empat fakultas - atau kemampuan jiwa manusia: pemahaman, memori,
imajinasi, perasaan, dan kemauan. Retorika, menurut definisi Campbell, haruslah
diarahkan kepada upaya "mencerahkan pemahaman, menyenangkan imajinasi,
menggerakkan perasaan, dan mempengaruhi kemauan".
Richard Whately mengembangkan
retorika yang dirintis Campbell. Ia mendasarkan teori retorikanya juga pada
psikologi fakultas. Hanya saja ia menekankan argumentasi sebagai fokus
retorika. Retorika harus mengajarkan bagaimana mencari argumentasi yang tepat
dan mengorganisasikannya secara baik. Baik Whately maupun Campbell menekankan
pentingnya menelaah proses berpikir khalayak. Karena itu, retorika yang
berorientasi pada khalayak (audience-centered) berutang budi pada kaum
epistemologis - aliran pertama retorika modern.
Aliran retorika modern kedua
dikenal sebagai gerakan belles lettres (Bahasa Prancis: tulisan yang
indah). Retorika belletris sangat mengutamakan keindahan bahasa, segi-segi
estetis pesan, kadang-kadang dengan mengabaikan segi informatifnya. Hugh Blair
(1718-1800) menulis Lectures on Rhetoric and Belles Lettres. Di sini ia
menjelaskan hubungan antara retorika, sastra, dan kritik. Ia memperkenalkan
fakultas citarasa (taste), yaitu kemampuan untuk memperoleh kenikmatan dari
pertemuan dengan apa pun yang indah. Karena memiliki fakultas citarasa, Anda
senang mendengarkan musik yang indah, membaca tulisan yang indah, melihat
pemandangan yang indah, atau mencamkan pidato yang indah. Citarasa, kata Blair,
mencapai kesempurnaan ketika kenikmatan inderawi dipadukan dengan rasio -
ketika rasio dapat menjelaskan sumber-sumber kenikmatan.
Aliran pertama (epistemologi)
dan kedua (belles lettres) terutama memusatkan perhatian mereka pada persiapan
pidato - pada penyusunan pesan dan penggunaan bahasa. Aliran ketiga - disebut gerakan
elokusionis - justru menekankan teknik penyampaian pidato. Gilbert Austin,
misalnya memberikan petunjuk praktis penyampaian pidato, "Pembicara tidak
boleh melihat melantur. Ia harus mengarahkan matanya langsung kepada
pendengar, dan menjaga ketenangannya. Ia tidak boleh segera melepaskan seluruh
suaranya, tetapi mulailah dengan nada yang paling rendah, dan mengeluarkan
suaranya sedikit saja; jika ia ingin mendiamkan gumaman orang dan mencengkeram
perhatian mereka". James Burgh, misal yang lain, menjelaskan 71 emosi dan
cara mengungkapkannya.
Dalam perkembangan, gerakan
elokusionis dikritik karena perhatian - dan kesetiaan - yang berlebihan pada
teknik. Ketika mengikuti kaum elokusionis, pembicara tidak lagi berbicara dan
bergerak secara spontan. Gerakannya menjadi artifisial. Walaupun begitu, kaum
elokusionis telah berjaya dalam melakukan penelitian empiris sebelum merumuskan
"resep-resep" penyampaian pidato. Retorika kini tidak lagi ilmu
berdasarkan semata-mata "otak-atik otak" atau hasil perenungan
rasional saja. Retorika, seperti disiplin yang lain, dirumuskan dari hasil
penelitian empiris.
B. Tokoh-Tokoh Retorika Modern
Pada abad
kedua puluh, retorika mengambil manfaat dari perkembangan ilmu pengetahuan
modern - khususnya ilmu-ilmu perilaku seperti psikologi dan sosiologi. Istilah retorika pun mulai
digeser oleh speech, speech communication, atau oral communication, atau
public speaking. Di bawah ini diperkenalkan sebagian dari tokoh-tokoh
retorika mutakhir :
1. James A Winans
Ia adalah perintis penggunaan
psikologi modern dalam pidatonya. Bukunya, Public Speaking, terbit tahun
1917 mempergunakan teori psikologi dari William James dan E.B. Tichener.
Sesuai dengan teori James bahwa tindakan ditentukan oleh perhatian, Winans, mendefinisikan
persuasi sebagai "proses menumbuhkan perhatian yang memadai baik dan tidak
terbagi terhadap proposisi-proposisi". Ia menerangkan pentingnya
membangkitkan emosi melalui motif-motif psikologis seperti kepentingan pribadi,
kewajiban sosial dan kewajiban agama. Cara berpidato yang bersifat percakapan
(conversation) dan teknik-teknik penyampaian pidato merupakan pembahasan yang
amat berharga. Winans adalah pendiri Speech Communication Association of America
(1950).
2. Charles Henry Woolbert
Ia pun termasuk pendiri the
Speech Communication Association of America. Kali ini psikologi yang amat
mempengaruhinya adalah behaviorisme dari John B. Watson. Tidak heran kalau
Woolbert memandang "Speech Communication" sebagai ilmu tingkah laku.
Baginya, proses penyusunan pidato adalah kegiatan seluruh organisme. Pidato
merupakan ungkapan kepribadian. Logika adalah dasar utama persuasi. Dalam
penyusunan persiapan pidato, menurut Woolbert harus diperhatikan hal-hal berikut:
(1) teliti tujuannya, (2) ketahui khalayak dan situasinya, (3) tentukan
proposisi yang cocok dengan khalayak dan situasi tersebut, (4) pilih kalimat-kalimat
yang dipertalikan secara logis. Bukunya yang terkenal adalah The Fundamental
of Speech.
3. William Noorwood Brigance
Berbeda dengan Woolbert yang
menitikberatkan logika, Brigance menekankan faktor keinginan (desire) sebagai
dasar persuasi. "Keyakinan", ujar Brigance, "jarang merupakan
hasil pemikiran. Kita cenderung mempercayai apa yang membangkitkan keinginan
kita, ketakutan kita dan emosi kita". Persuasi meliputi empat unsur: (1)
rebut perhatian pendengar, (2) usahakan pendengar untuk mempercayai kemampuan
dan karakter Anda, (3) dasarkanlah pemikiran pada keinginan, dan (4) kembangkan
setiap gagasan sesuai dengan sikap pendengar.
4. Alan H. Monroe
Bukunya, Principles and Types
of Speech, banyak kita pergunakan dalam buku ini. Dimulai pada pertengahan
tahun 20-an Monroe beserta stafnya meneliti proses motivasi (motivating
process). Jasa, Monroe yang terbesar adalah cara organisasi pesan. Menurut
Monroe, pesan harus disusun berdasarkan proses berpikir manusia yang disebutnya
motivated sequence.
Beberapa sarjana retorika modern
lainnya yang patut kita sebut antara lain A.E. Philips (Effective Speaking,
1908), Brembeck dan Howell (Persuasion: A Means of Social Control, 1952),
R.T. Oliver (Psychology of Persuasive Speech, 1942). Di Jerman, selain
tokoh "notorious" Hitler, dengan bukunya Mein Kampf, maka
Naumann (Die Kunst der Rede, 1941), Dessoir (Die Rede als Kunst,
1984) dan Damachke (Volkstumliche Redekunst, 1918) adalah pelopor
retorika modern juga.
Dewasa ini retorika sebagai public
speaking, oral communication, atau speech communication -diajarkan
dan diteliti secara ilmiah di lingkungan akademis. Pada waktu mendatang, ilmu
ini tampaknya akan diberikan juga pada mahasiswa-mahasiswa di luar ilmu sosial.
Dr. Charles Hurst mengadakan penelitian tentang pengaruh speech courses terhadap
prestasi akademis mahasiswa. Hasilnya membuktikan bahwa pengaruh itu cukup
berarti. Mahasiswa yang memperoleh pelajaran speech (speech group)
mendapat skor yang lebih tinggi dalam tes belajar dan berpikir, lebih
terampil dalam studi dan lebih baik dalam hasil akademisnya dibanding dengan
mahasiswa yang tidak memperoleh ajaran itu. Hurst menyimpulkan:
Data penelitian ini
menunjukkan dengan jelas bahwa kuliah speech
tingkat dasar adalah agen synthesa,
yang memberikan dasar skematis bagi mahasiswa untuk berpikir lebih
teratur dan memperoleh penguasaan yang lebih baik terhadap aneka fenomena yang
membentuk kepribadian.
Penelitian ini menjadi penting
bagi kita, bukan karena dilengkapi dengan data statistik yang meyakinkan atau
karena berhasil memberikan gelar doktor bagi Hurst, tetapi karena erat
kaitannya dengan prospek retorika di masa depan.
A.
Prinsip-Prinsip Dasar Retorika Modern
Prinsip-prinsip
dasar retorika modern/ retorika komposisi:
1.
Penguasaan secara aktif sejumlah besar
kosa kata bahasa yang dikuasainya. Semakin besar jumlah kosa kata yang dikuasai
secara aktif, semakin mampu memilih kata-kata yang tepat untuk menyampaikan
pikiran.
2.
Penguasaan secara aktif kaidah-kaidah
ketatabahasaan yang memungkinkan penulis mempergunakan bermacam-macam bentuk
kata dengan nuansa dan konotasi yang berbeda-beda. Kaidah-kaidah ini meliputi
bidang fonologi, morfologi, dan sintaksis.
3.
Mengenal dan menguasai bermacam-macam
gaya bahasa, dan mampu menciptakan gaya yang hidup dan baru untuk lebih
memudahkan penyampaian pikiran penulis.
4.
Memiliki kemampuan penalaran yang
baik, sehingga pikiran penulis dapat disajikan dalam suatu urutan yang teratur
dan logis.
5.
Mengenal ketentuan-ketentuan teknis
penyusunan komposisi tertulis, sehingga mudah dibaca dan dipahami, disamping
bentuknya dapat menarik pembaca. Ketentuan teknis disini dimaksudkan dengan:
masalah pengetikan/ pencetakan, cara penyusunan bibliografi, cara mengutip, dan
sebagainya.
6.
Dengan demikian pencorakan komposisi
dalam retorika modern akan meliputi bentuk karangan yang disebut: eksposisi,
argumentasi, deskripsi, dan narasi.
7.
Eksposisi adalah suatu bentuk retorika
yang tujuannya adalah memperluas pengetahuan pembaca, agar pembaca tahu
mengenai apa yang diuraikan.
8.
Argumentasi merupakan teknik untuk
berusaha mengubah dan mempengaruhi sikap pembaca.
9.
Deskripsi menggambarkan obyek uraian sedemikian
rupa sehingga barang atau hal tersebut seolah-olah berada di depan mata
pembaca.
10. Narasi merupakan teknik retorika untuk
mengisahkan kejadian –kejadian yang ingin disampaikan penulis sedemikian rupa,
sehingga pembaca merasakan seolah-olah ia sendiri yang mengalami peristiwa
tersebut.
Operator Selular.... Sudahkah Puaskan Pelanggan???
Ya,
perkembangan telekomunikasi di Indonesia tak dipungkiri dari hari ke hari
semakin berkembang pesat. Hal ini disebabkan salah satunya oleh pertumbuhan
jumlah penduduk di Indonesia yang semakin bertambah banyak. Selain itu pula
kebutuhan harian masyarakat Indonesia akan aktifitas pertelekomunikasian tak
bisa di bendung lagi. Mulai dari telepon, SMS,Internet dan lain sebagainya.
Namun pada akhir-akhir ini konsumen lebih banyak prosentasinya dalam penggunaan
data internet terutama dalam pemakaian jejaring sosial Facebook, twitter, dan
lainnya.
Namun
di samping itu semua , tidak sedikit pelanggan yang mengeluhkan akan kualitas
jaringan dari berbagai operator di Indonesia tak terkecuali pula yang menyebut
nyebut dirinya sebagai operator yang paling Indonesia. Keluhan muncul dari dari
berbagai sisi diantaranya masalah jaringan yang bermasalah dalam bertelepon,
SMS dan tentunya layanan data yang
saat ini lagi booming-boomingnya.
Pertama,
menyoroti tentang fasilitas call/telepon yang sangat membantu masyarakat dalam
berhubungan dengan orang yang jauh tempatnya. Maslah yang timbul dari sisi ini
adalah :
1. Terputus saat telepon berlangsung
Banyak
dari pelangganyang merasa bahwa dirinya belum memencet tombol “end”
namun telepon sudah tidak tersambung lagi(mati). Hal ini menjadi
pertanyaan para pelanggan, apa ada yang salah ? padahal kita dalam bertelepon
pasti di kenakan tarif, lalu, kenapa jika kita sudah membayar namun telepon
mati? Sama saja itu tidak membuat nyaman para pelanggan dan pelanggan merasa
dirugikan.
2. Tarif yang tidak sesuai
Banyak
operator yang menggembor-gemborkan tarif murah sana sini dengan berbagai cara
agar pelanggan tertarik dengan promonya. Namun hal itu hanya sebentar membuat pelanggan
tertarik karena ada masalah yang dirasakan pelanggan dengan urusan tarif itu.
Diantaranya tarif yang tidak sesuai dengan promo yang di berikan. Pelanggan
merasa dirugikan setelah proses telepon selesai. Merasa hanya telepon sebentar
dan mengikuti promo yang ditetapkan ,tapi kenyataan tarif yang di potong oleh
operator melebihi dari yang di promokan bahakan melonjak berkali lipat dari
tarif standartnya.lalu siapakah yang harus disalahkan? Pelanggan yang
bertelepon atau operatornya?
3. Sinyal full suara terputus-putus
Masih
dalam hal bertelepon, terlihat di layar HandPhone sinyal full, namun saat
digunakan dalam telepon ternyata tidak sesuai dengan keadaan sinyal yang full
yaitu terjadi suara yang terputus-putus saat berlangsungnya komunikasi.Mungkin pantas
jika banyak operator menyatakan dirinya operator yang jaringannya terluas, namun
Pantaskah jika di sebut operator yang jaringannya berkualitas...?
Kedua
, masalah Short Message Service atau yang lebih dikenal dengan SMS. Media kirim
pesan yang sangat praktis dan tentunya cepat sampai tujuan. Tapi fasilitas ini
pula juga tak luput dari permasalahan yang timbul.Mulai dari Tarif SMS yang
tidak sesuai, SMS delivered namun kenyataan “0” besar,sinyal full gagal kirim SMS
1. Tarif SMS yang tidak sesuai
Banyak dialami para pelanggan selular prabayar maupun
pascabayar mengenai ketidaksesuaian tarif SMS yang berlaku. Terkadang yang
seharusnya setelah kirim 3 SMS lalu selanjutnya gratis namun dalam kenyataannya
tidak seperti itu, lalu yang seharusnya tarif per SMS sebesar Rp. 150,- tetapi
malah diatas itu bahkan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya atau terlihat
seperti main colong-colongan antara operator terhadap pelanggan.
2. SMS
delivered namun kenyataan “0”
Angkat tangannya dong yang belum
mengalami hal ini?
SMS juga merupakan kebutuhan
pokok disamping telepon, hal ini SMS
juga sangat berperan penting dalam suatu keadaan tertentu. Sebagai misal jika
kita dalam kondisi yang darurat kita harus cepat menyampaikan pesan terfhadap
yang diperlukan. Namun pada sisi ini masih banyak pelanggan yang mengeluhkan
SMS yang tidak sampai tujuan padahal di
dalam layar HandPhone sudah tertera “Delivered” atau pesan telah
tersampaikan ke nomor tujuan tetapi si penerima ternyata belum menerima pesan
itu sampai kepadanya. Padahal posisi tidak terkirim ke tujuan tersebut sinyal
di HP stabil dan tidak terlihat bermasalah. Mungkin hal itu kecil kemungkinan
terjadi jika menggunakan operator yang sama. Tetapi jika ke lain operator?
Ya itulah kenyataan yang terjadi di lapangan. Apakah yang terjadi? Persaingan
antar operator? Maybe...
3. Sinyal
full gagal kirim SMS
( J ) .... nggak malu nih?
Sinyal full tapi gagal buat kirim SMS???apakah yang
terjadi? Tapi itulah yang terjadi. Kondisi sinyal yang baik bahkan full belum
tentu baik pula kualitasnya. SMS gagal kirim disaat sinyal full?ya, itulah yang
mungkin dikenal dengan sinyal lagi “trouble” , okey.., jika hanya
terjadi sekali dan dalam waktu yang singkat, namun terlihat bahwa hal itu
terjadi berkali-kali serta dalam waktu yang cukup lama,serta itu dialami oleh
beberapa operator di Indonesia bahkan ada slah satu yang dalam permaslahan ini
dialah ahlinya trouble. Mungkin beda tempat beda layanan tapi itulah yang saya
rasakan sendiri di daerah saya. Apa mungkin kualitas jaringan yang bagus dan
berkualitas itu hanya di perioritaskan di Kota besar saja? Dan kota kecil tidak
begitu dihiraukan seperti halnya yang terjadi di Kota tercinta ku ini? Mungkin
hanya pihak operatorlah yang dapat menjawab mengenai hal ini.
Ketiga
yaitu masalah tentang Internet. Internet suatu layanan yang memudahkan para
penggunanya untuk banyak hal dalam mengarungi dunia maya. Berbagai kemudahan
dapat ditemukan di dalam diri internet. Sebagai contoh dapat digunakan sebagai
pencarian data serta sebagai komunikasi menggunakan fasilitas jejaring sosial.
Beda operator beda layanan dan kualitas. Ada yang bagus disisi kualitas namun
biaya membengkak, namun ada pula biaya sangat terjangkau bahkan dapat dikatakan
murah namun kualitas jaringan “no” banget. Sehingga dapat dikatakan
bahwa di Indonesia itu belum ada operator yang dapat mengimbagi dua hal yang
sangat penting yaitu masalah biaya dan kualitas.
Saya sebagai pelanggan salah satu operator merasakah hal
itu pula. Namun apalah daya pelanggan hanya bisa sebagai pengguna saja. Banyak
komplain yang di keluhkan ke Customer Service setiap opertor namun tanggapannya
kurang membuat puas para pelanggan. Sebagai pelanggan hanya menginginkan
operator selular di Indonesia itu mengimbagkan dua hal di atas serta jika
membuat tarif harus sesuai dengan keadaan ekonomi masyarakat Indonesia yang
tentunya dibarengi dengan kualitas jaringan yang bagus.(frendi)
Kamis, 12 April 2012
Nyamankah Jalan Di Pacitan...???
Dibilang nyaman? belum bisa.
Dibilang tidak nyaman???
Pacitan yang merupakan Kabupaten berstruktur daerah deretas dari Gunung Kidul yang termasuk Pegunungan Kapur yang membentang dari D.I Yogyakarta sampai Kab. Tulungagung. Namun dari beberapa Kabupaten tersebut yang menurut saya paling banyak pegunungan/dataran tinggi daripada dataran rendahnya dalah Kab. Pacitan. Terlihat begitu minimnya dataran rendah yang berada di pusat kotanya,hanya beberapa kali luas keseluruhan kabupaten Pacitan saja.
Dengan banyaknya dataran tinggi tersebut juga sangat berdampak pada sarana transportasi terutama jalan, suatu fasilitas pokok penunjang kehidupan seluruh masyarakat dalam beraktifitas maupun dalam bekerja. banyaknya dataranb tinggi pula berdampak bnyaknya jalan yang menanjak serta berkelok-kelok dengan pemandangan jurang yang curam di kanan kirinya.
ya, itulah pemandangan setiap hari jalan di Pacitan(sebagai contoh: Pacitan-Tulakan). Denagan keadaan yang sedemikian itu haruslah diimbangi standart keamanan jalan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. jalur Pacitan-Tulakan mempunyai banyak kelokan tajam serta ruas jalan yang menurut saya sangat tidak ideal untuk dua jalur berlawanan. karena untuk berpapasan mobil dari dua arah yang berbeda saja harus berjalan sangat pelan atau bahkan berhenti. serta tak jarang yang berhenti mendadak saat dikelokan karena bertemu dengan kendaraan lawan arah.
Selain itu pula ,antara ruas jalan dengan bahu jalan kanan kiri sangat kurang nyaman. Dikarenakan tinggi tanah dengan aspal tidak seimbang yaitu posisi aspal lebih tinggi dibandingan tanah, sehingga banyak menimbulkan kendaraan keluar jalur dari jalan.
Dan sekarang andalah yang menilainya,....
Nyamankah???
(frendi)
Mungkinkah.... Pacitan tak akan ada supermarket/Mall selamanya??
Pantaskah jika ada masyarakat Pacitan mengatakan seperti itu?
Menurut saya pantas-pantas saja karena dalam kenyataanya sampai sekarang sama sekali belum ada yang namanya Supermarket/Mall di Pacitan satupun. Supermarket/Mall merupakan salah satu tolok ukur suatu daerah itu mengalami perkembangan atau masuk daerah yang maju atau belum. Kalau begitu, menurut anda apakah Pacitan sudah maju??
Semua jawaban ada di tangan anda semua.
Pendapat orang satu dengan orang yang lainnya memang berbeda-beda. Ada yang bilang dengan adanya Supermarket di Pacitan akan berdampak pada pasar/toko-toko kecil di Pacitan, yang nantinya minat pembeli akan turun dan masih banyak lagi. Di samping itu pula tak sedikit yang mengatakan dengan adanya Supermarket/Mall di Pacitan dapat membantu Kab. Pacitan dalam hal pemasukkan daerah serta Pacitan dapat dikatakan telah maju dan tidak tertinggal dengan kota lain.
Ya, menurut saya memang mempertahankan Pasar Tradisional itu penting. Itu sudah menjadi tugas pemerintah Pacitan untuk mengimbangkan perekonomian di Kab. Pacitan. Namun tambah lebih baik jika Supermarket/Mall berjalan dan pasar Tradisionalpun ikut berjalan beriringan. Tidak mungkin kan semua masyarakat Pacitan itu akan ke Supermarket/Mall dengan harga yang lumayan tinggi? Dan tidak mungkin pula semua masyarakat akan selalu ke Pasar Tradisional? mereka juga butuh tempat berjalan-jalan selain ke tempat pariwisata, serta tempat berbelanja yang baru .
Maka dari itu ,Pacitan memang pantas untuk didirika paling tidak satu Supermarket/Mall saja, agar Masyarakat dapat menikmati pula gaya-gaya hidup yang ada pada kota-kota besar. Serta tidak hanya sebuah mimpi bagi Masyarakat Kab. Pacitan untuk merasakan adanya sebuah Pusat Perbelanjaan yang bergengsi di kotanya.
Pacitan merupakan Kab. di Jawa timur yang mempunyai letak yang strategis , selain berbatasan dengan Propinsi Jawa Tengan (Kab. Wonogiri),Kab Ponorogo,Kab. Trenggalek ,juga sebagai jalur yang akan dilalui berbagai jenis area nomor kendaraan jika Jalur Lintas Selatan telah rampung di garap. Karena itulah yang akan berbelanja di Supermarket bukan hanya dari masyarakat Pacitan namun juga pendatang dari Kab. lain di Indonesia.
(frendi)
Rabu, 11 April 2012
Gempa Terbesar di Dunia Sepanjang 2012
Laman ini melaporkan bahwa terjadi 19 gempa hingga Rabu (11/4) di seluruh dunia dan sebelum gempa di pesisir barat Pulau Sumatera terakhir terjadi di Chile pada 25 Maret 2012 dengan 7,1 SR. Sementara gempa terbesar kedua setelah pesisir barat Aceh adalah gempa di Oaxaca, Meksiko sebesar 7,4 SR yang terjadi 20 Maret 2012.
Tahun ini, di hari pertama pergantian tahun, 1 Januari 2012, Pulai Izu di Jepang dilanda gempa berkekuatan 6,8 SR. Kemudian masih di bulan yang sama, tepatnya 10 Januari 2012 pesisir barat Pulau Sumatera juga mengalami gempa berkekuatan 7,2 SR. (Eno/OL-9)
MI
Langganan:
Postingan (Atom)